MajmusSunda News, Bandung, 22/5/2026 – Era globalisasi dan kemajuan dunia, menuntut organisasi untuk mengubah performance management yang memiliki revitalisasi kesisteman dengan paradigma kepemimpinan yang motekar, serta punya wibawa yang luhur, bukan dengan cara management by angry. Juga secara berkesinambungan, harus membawa organisasi ke era baru, terus-menerus meningkatkan mutu layanan sesuai tuntutan anggota, berdasar kecerdasan emosional.
Yakni sumber daya insani punya kemampuan mengenali perasaannya sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan hubungan dengan orang lain.
Kemampuan merasakan, memahami dan secara efektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi , koneksi dan pengaruh yang manusiawi. (Daniel Goleman, Working with Emotional Intelligence).
Mencakup pengendalian diri, semangat dan ketekunan, kemampuan memotivasi diri, empati dan kecakapan sosial, bertumpuk pada hubungan antara perasaan, watak dan naluri moral/akhlak.
Memiliki hubungan yang dekat dan hangat, disiplin diri, altruisme atau mementingkan kepentingan orang lain dan belas kasih, bijaksana dalam hubungan antar manusia.
Terus apa yang disebut emosi? Yakni, setiap aktivitas atau pergolakan pikiran , perasaan, nafsu , keadaan mental yang hebat atau meluap-luap, di antaranya: kemarahan, kesedihan, ketakutan, kesenangan, cinta, kejutan, kemuakan, malu. Pengaturannya sangat ditentukan oleh kecakapan emosi, antara lain :
- KECAKAPAN PRIBADI ( Intrapersonal Skill), kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi.
- KECAKAPAN SOSIAL.( Interpersonal skill ), di antaranya : empati, ketrampilan sosial, ketrampilan Emosional., lima wilayah utama kecerdasan emosional, kecerdasan antar pribadi dan jenis temperamen.
Sedangkan kecakapan kmosional, yang sering mengantarkan orang ketingkat keberhasilan: Inisiatif, semangat juang, kemampuan menyesuaikan diri, kemampuan memimpin Tim dan kesadsran politis, empati, percaya diri dan kemampuan mengembangkan orang lain.
Keberhasilan dalam pekerjaan, kelola organisasi, atau dalam dinamika hidup, ditentukan oleh : 80 % EQ dan 20 % IQ.
Pengelolaan Sistem Emosi:
1.Kelola fikiran( berfikir rasional, jangan generalisasi, jangan membesar besarkan masalah.
2.Kelola Perubahan Fisiologis.( relaksasi, yoga, meditasi, hipnotis ).
3.Kelola Perilaku.( menghindari kata kata / tingkah laku yg merendahkan orang lain, Sinis, menghina, humor, energy emosi, Istigfar.
*****
Judul: KECERDASAN EMOSIONAL ( EMOTIONAL INTELLIGENCE/EMOTIONAL QUOTIENT), DALAM LANGKAH ORGANISASI.
Penulis: Ernawan S. Koesoemaatmadja (Pensiunan Guru Toge)













Respon (8)