MajumsSunda-Jakarta, Sabtu (12/9/2026) Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Rahmawati mengatakan untuk menindaklanjuti hasil PISA 2025 Kemendikdasmen menetapkan empat pilar strategi utama.
Pertama, kompetensi guru melalui kualifikasi akademik, Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta penguatan kompetensi pedagogik dan digital termasuk koding dan kecerdasan buatan.
Kedua, peningkatan kualitas pembelajaran melalui penerapan pembelajaran mendalam, digitalisasi pembelajaran, dan penguatan literasi-numerasi serta karakter siswa.
Ketiga, harmonisasi kerangka Asesmen Nasional (AN) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan kompetensi bernalar pada kerangka PISA.
Keempat, penguatan peran keluarga melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) dan penguatan kemitraan orang tua dalam pembelajaran mendalam.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengungkap hasil Program for International Student Assessment (PISA) Indonesia 2025. PISA adalah asesmen global yang diselenggarakan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) untuk mengukur kemampuan literasi membaca, matematika dan sains.
Hasil PISA juga menunjukkan Indonesia berhasil memperluas akses pendidikan secara masif tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran.
Sebagai penunjang, Kemendikdasmen menyediakan sejumlah platform pembelajaran dan asesmen yang dapat diakses guru dan murid secara mandiri, di antaranya Perangkat Ajar Ruang GTK (guru.kemendikdasmen.go.id/perangkat-ajar), Ruang Murid (rumah.pendidikan.go.id/ruang/murid). Serta portal simulasi dan latihan asesmen Pusmendik (pusmendik.kemendikdasmen.go.id).
Rahmawati mengatakan berdasarkan hasil diketahui PISA 2025, ada peningkatan perolehan skor pada bidang sains dan literasi membaca. Sementara pada bidang matematika skor Indonesia mengalami penurunan dua poin.
Jika dilihat dari kompetensi minimal kata Rahmawati pada bidang sains yang berhasil mencapai hanya 36,81 persen, membaca 27,11 persen, dan matematika 16,93 persen.
“Dari persentase yang mencapai kompetensi minimum ada peningkatan juga di bidang sains dan membaca,” kata Rahmawati.












