Upacara Sakral Budaya Sunda “Ngaruat, Ngarumat, Ngalokat” di Healing Chiamerta Cianjur

Oleh: Ambu Rita Laraswati

Ngaruat

MajmusSunda News – Cianjur, Jumat (11/09/2026) – Bertempat di Wisata Healing Chiamerta yang berlokasi di Desa Batu Lawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, atau beralamat di Desa Rawabelut, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Cianjur, pada Rabu, 9 September 2026, diadakan kegiatan Milangkala ke-1 Wisata Healing Chiamerta dengan tujuan memperkenalkan wisata Healing Chiamerta dan dapat bersama-sama dengan masyarakat lingkungan, pemerintah setempat, tamu-tamu undangan lainnya untuk dapat bersilaturahmi, berkumpul bersama dalam momentum perjalanan satu tahun wisata Healing Chiamerta sebagai rumah refleksi dan silaturahmi seni budaya, kesadaran diri, serta menuju keharmonisan dengan alam.

Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB pagi dengan upacara budaya Bali dengan doa-doa budaya Bali. Karena Healing Chiamerta ke-1 bertema “Sunda Bali Satu”, acara dibuka resmi dengan adat tradisi Sunda, dibuka dengan menampilkan silat anak-anak sebagai generasi ke depan yang akan meneruskan seni budaya Sunda dan dibuka dengan bebuka membacakan Rajah oleh Kang Suhe.

Ngaruat

Tradisi budaya Sunda menghadirkan acara ruatan dengan tema “Ngaruat, Ngarumat, Ngalokat”, yaitu prosesi sakral dalam tradisi budaya Sunda, wujud mencintai alam dengan membacakan doa tolak bala, dengan menghadirkan sesajen berupa hasil dari bumi berupa buah-buahan dan hasil pertanian lainnya. Sesajen adalah sarana wujud syukur kepada Tuhan yang telah menciptakan alam dan menumbuhkan semua kehidupan di bumi ini untuk kebutuhan manusia.

Ambu Rita Laraswati Wati menyampaikan bahwa kata Ngaruat, Ngarumat, dan Ngalokat terdapat dalam kutipan naskah kuno, yaitu Naskah “Jatiniskala” zaman Kerajaan Galuh Pajajaran, kutipan naskah:

“Ngaruat lain ngan nyingkirkeun, tapi ngarawat kehadean, ngajaga harta karuhun jeung ngajaga keseimbangan dunya”

Artinya:

“Ngaruat tidak hanya menyingkirkan, tetapi menjaga kebaikan, menjaga harta nenek moyang dan menjaga keseimbangan dunia.”

Ngaruat

Ngaruat adalah upacara selamatan dengan doa penolak bala, membuang sial, dan penyucian. Dalam bahasa Sanskerta, kata “Ruat” artinya memutuskan ikatan nasib buruk atau memutus energi negatif. Ngaruat juga berkaitan dengan Ngerawat, yaitu kegiatan nyata dalam memelihara, melindungi unsur alam berupa air, hutan dan pohon-pohonnya, gunung, tanah, dan benda-benda pusaka agar tetap dalam keadaan baik. Ngaruat, Ngarawat berkaitan dengan Ngalokat yang memiliki arti memperjelas, menempatkan kembali, memutihkan, membersihkan kembali. Makna secara spiritual bertujuan membersihkan, melepas, dan pemulihan dari pengaruh buruk agar mendapat keselamatan, memohon perlindungan Tuhan, penjagaan para leluhur. Secara filosofis, Ngaruwat, Ngarawat, dan Ngalokat budaya Sunda memutus yang buruk, membuat lebih baik, melestarikan, menyingkirkan hal yang merusak, dan permohonan keberkahan hidup.

Acara Milangkala Healing Chiamerta dihadiri oleh unsur pemerintahan, yaitu Camat Kecamatan Cipanas. Dalam sambutan beliau, sangat mendukung program pelestarian lingkungan berupa menjaga air, pohon, dan hutan di wilayah Desa Rawabelut, mengingat kondisi bentang alam Desa Rawabelut yang berbukit dan berlembah sangat rawan bencana tanah longsor. Bapak Camat juga menyampaikan lebih menjaga persatuan beragama dan mempererat persaudaraan walau beda agama yang pasti memiliki tujuan sama, yaitu meyakini Tuhan yang satu.

Ngaruat

Sebagai pemilik Healing Chiamerta, Bapak I Nyoman Suartawan dalam sambutannya berucap syukur atas Healing Chiamerta dalam perjalanan satu tahun. I Nyoman menyampaikan bahwa Milangkala ini bukan hanya merayakan bertambahnya usia, tetapi menjadi momentum bagi kami untuk berterima kasih, melakukan introspeksi, memperbaiki kekurangan, dan meneguhkan kembali visi-misi Chiamerta ke depan. Sejak awal Chiamerta kami bangun dengan keyakinan bahwa alam bukan hanya sebuah pemandangan, namun alam adalah anugerah, alam adalah kehidupan, dan alam adalah amanah yang harus kita jaga bersama-sama, imbuhnya.

Tahun kedua kami ingin Chiamerta dapat berubah dan kami akan meningkatkan kualitas pelayanan. Kami bermimpi Chiamerta menjadi salah satu wisata harapan dunia. Untuk mewujudkan mimpi, kami sangat penting berkolaborasi dan kami membuka selebar-lebarnya untuk mengajak pemerintah, masyarakat, para pelaku usaha, komunitas, akademisi, pelaku industri kreatif, penggiat lingkungan. Dari Chiamerta untuk alam, dari Chiamerta untuk masyarakat, dari Chiamerta untuk Indonesia, dari Chiamerta untuk dunia, imbuhnya.

Ngaruat

Milangkala ke-1 Healing Chiamerta dihadiri oleh Bapak Sonny Pudjisasoni sebagai Deputi 1 PKP Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan. Dalam sambutan beliau menyampaikan Healing Chiamerta ke depan dapat memberikan kesejahteraan masyarakat lingkungan sekitar dengan membuka kegiatan pekerjaan untuk mendukung berkembangnya Healing Chiamerta. Dibuka tempat makan pengunjung, tempat istirahat, bahkan edukasi lingkungan dan edukasi budaya yang melibatkan masyarakat sekitar sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan juga dapat menciptakan kesejahteraan bersama.

Pada akhir kegiatan, acara prosesi memotong tumpeng sebagai rasa syukur telah berdirinya Healing Chiamerta yang sudah berusia satu tahun. Potongan tumpeng diberikan pada Bapak Deputi Pujisasono dan didampingi oleh tokoh budaya lainnya.

Sebagai bentuk rasa syukur dan penggabungan energi Sunda Bali satu, Ambu Rita Laraswati sebagai Budayawati dan Spiritualis budaya Sunda membacakan “Kidung Sunda Sakral” sebagai kidung menyapa alam dan doa dengan tradisi Sunda. Kekuatan prosesi penyatuan energi Sunda Bali bersatu, mengangkat kembali tradisi budaya terutama dalam menjaga dan melestarikan alam, nilai-nilai budaya berupa kearifan lokal keduanya dapat menjadi sarana pemulihan untuk keseimbangan alam semesta.

Healing Chiamertha merupakan tempat menumbuhkan kesadaran diri, memiliki sumber unsur Sunda berupa air suci, air kehidupan, tempat penyucian, tempat pelestarian dan edukasi lingkungan dan budaya Nusantara. Healing Chiamertha dengan bentang alam berbukit-bukit, lembah, batuan, dan hutan telah menyimpan sumber zat Sunda, yaitu air (Amerta), yaitu air murni, air suci yang menyejukkan dan memberi kedamaian lahir batin.

YAYASAN SUNDA TIGABELAS BUHUN

10 September 2026
Resapi, 5k Pahing, Maga, 1963 Caka Sunda

Ambu Rita Laraswati

Judul: Upacara Sakral Budaya Sunda “Ngaruat, Ngarumat, Ngalokat” di Healing Chiamerta Cianjur

Penulis: Ambu Rita Laraswati (Ketua Yayasan Sunda13 Buhun, Budayawati, Seniman, Spiritualis, Redaktur Majalah Jakarta, Dewan Redaksi MajmusSunda, Dewan Redaksi Mahkota News)

Editor: Parkah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *