MajmusSunda, Jakarta, Sabtu, (12/9/2025)-Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Rahmawati menjelaskan berdasarkan hasil diketahui hasil Program for International Student Assessment (PISA) Indonesia 2025 ada peningkatan perolehan skor pada bidang sains dan literasi membaca.
Sementara pada bidang matematika skor Indonesia mengalami penurunan dua poin. Hal itu diungkapkan Rahmawati dalam acara perilisan hasil PISA 2025 di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (8/9/2026).
“Tapi kita bisa melihat dari sisi skor, kita ada kenaikan skor untuk sains enam poin, membaca juga skornya naik enam poin, matematika ada penurunan 2 poin,” kata Rahmawati.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengungkap hasil Program for International Student Assessment (PISA) Indonesia 2025.
PISA adalah asesmen global yang diselenggarakan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) untuk mengukur kemampuan literasi membaca, matematika dan sains.
Hasil PISA diambil menggunakan sampel siswa berusia 15 tahun di seluruh dunia. Negara peserta OECD total ada 91 negara.
Ada peningkatan skor pada bidang sains dan literasi membaca
Jika dirincikan, skor PISA Indonesia di bidang sains sebesar 389 atau peringkat 73 dari 91 negara. Kemudian membaca skornya sebesar 365 atau peringkat 74 dari 90 negara, sementara skor matematikanya sebesar 364 atau peringkat 78 dari 90 negara.
Rahmawati mengatakan peningkatan peringkat skor bisa di bidang sains dan literasi membaca menunjukkan Indonesia berhasil memperluas akses pendidikan secara masif
Seterusnya jika dilihat dari kompetensi minimal pada bidang sains yang berhasil mencapai hanya 36,81 persen, membaca 27,11 persen, dan matematika 16,93 persen.
“Dari persentase yang mencapai kompetensi minimum ada peningkatan juga di bidang sains dan membaca,” kata Rahmawati.
Hasil PISA juga menunjukkan Indonesia berhasil memperluas akses pendidikan secara masif tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran.
Direktur Pendidikan dan Keterampilan OECD, Andreas Schleicher, mengapresiasi pencapaian Indonesia yang dinilai berhasil mengatasi tantangan yang masih dihadapi banyak negara yaitu memperluas akses pendidikan tanpa mengorbankan kualitas.
Data OECD menunjukkan bahwa siswa usia 15 tahun di Indonesia memiliki tingkat keingintahuan yang termasuk salah satu yang tertinggi, serta telah mengembangkan kemampuan belajar secara mandiri.












