MajmusSunda News – Bandung, Kamis (16/07/2026) – Wisatabumi Nusantara memasuki Seri ke-20 dengan mengajak pembaca menjelajahi mahakarya struktur tektonik di selatan Banten: Geopark Nasional Bayah Dome! Kawasan eksotis di tatar Lebak ini menyuguhkan ruang kontemplasi mendalam tentang bagaimana fenomena pengangkatan kubah bumi raksasa mampu melahirkan bentang alam yang sarat kandungan energi, logam mulia, sekaligus memahat keteladanan luhur budaya manusia. Penjelajahan ke rahim Bayah Dome menuntun setiap jiwa untuk tertunduk bersujud menyadari mutlaknya Kuasa dan Keagungan Sang Pencipta Jagat Raya yang menyemburkan intrusi magmatik purba sebagai sasis penyangga kedaulatan tanah air. Kehadiran formasi cagar bumi ini bertindak sebagai gerbang literasi yang menyandingkan penemuan ilmiah geologi struktural dengan kemegahan tata sosial kultural masyarakat adat di tatar Banten. Jalinan kosmis ini membawa pesan kuat bahwa melalui instrumen interpretasi geowisata yang mandiri, pusaka abiotik Nusantara yang menyimpan rekam jejak evolusi Pulau Jawa bagian barat harus sukses ditransformasikan menjadi kompas ketahanan nasional yang menyejahterakan ekonomi masyarakat lokal secara nyata di atas kaki sendiri.
Keunggulan abiotik (Abiotic) objek cagar bumi di Lebak bagian selatan ini dikunci rapat oleh arsitektur tektonik bentangan struktur kubah raksasa (Bayah Dome) yang bertindak sebagai kunci jawaban proses bertumbuhnya Pulau Jawa bagian barat. Batuan di kawasan ini dikontrol ketat oleh proses pengangkatan intrusi magmatik Tersier, di mana kemiringan dinamis sayap kubah sektor selatan melandai jatuh memotong lurus garis pantai Samudra Hindia. Pembentukan kubah raksasa ini memicu retakan vertikal yang menginjeksi fluida hidrotermal hingga menjelma menjadi episentrum sistem jebakan mineralisasi logam mulia dan sabuk emas bawah tanah epitermal Cikotok, bersanding erat dengan lapisan batu bara tebal Formasi Bayah purba sebagai endapan batu bara tertua di tanah Jawa. Sasis sayap kubah yang terangkat menantang ombak ekstrem ini menghamparkan morfologi geosite pesisir Pantai Sawarna yang magis, dicirikan oleh dua bongkah menara batugamping yang berdiri tegak akibat robekan sesar di situs ikonik Tanjung Layar serta labirin speleothem eksotis lorong Goa Lalay yang dipenuhi stalaktit aktif.
Karakteristik fisik tanah hasil pelapukan intrusi magmatik kubah yang subur serta kelembapan tinggi lereng pegunungan tersebut otomatis merawat pilar hayati (Biotic) kasta tertinggi untuk melestarikan plasma nutfah purba di bawah sabuk hijau Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Rahim ekologi ini mengunci kekayaan hayati berupa ratusan jenis varietas padi gogo tradisional khas lahan kering, termasuk varietas tangguh Padi Konyal dan Padi Cere yang mampu tumbuh subur secara organik di atas tanah pelapukan kubah. Irisan hutan hujan tropis dataran tinggi yang lebat di sisi timur laut bertindak sebagai spons raksasa pengikat air sekaligus benteng pertahanan utama bagi kelestarian primata endemik terancam punah Owa Jawa (Hylobates moloch). Kerimbunan kanopi primer ini disempurnakan sebagai suaka puncak predator berburu liar Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas), sementara lantai hutan yang lembap ditumbuhi lebat oleh komponen botani eksotis tanaman Kantong Semar (Nepenthes).

Pada panggung sejarah sosiokultural (Cultural), respons peradaban manusia menyublimasikan karakteristik fisis geosfer dan biodiversitas biosfer menjadi teladan kedaulatan logistik pangan mandiri, situs pusaka pertambangan, dan cagar perjuangan kemanusiaan dunia. Kepatuhan spiritual Urang Kanekes (Masyarakat Adat Baduy) secara ksatria berhasil menyelamatkan kesucian hutan hulu Sungai Cisadane dan Ciujung dari kehancuran ekologis, bersanding dengan ketangguhan adat Kasepuhan Cisungsang yang merawat pertanian kuno lewat ritual agung Seren Taun. Keteladanan luhur sistem ketahanan pangan dipraktikkan secara jenius melalui arsitektur lumbung tradisional Leuit panggung yang menyimpan ratusan varietas padi huma steril melintasi zaman tanpa membusuk di tengah ancaman eksistensi konflik lahan akibat ekspansi industri semen kapitalis. Wibawa sejarah kawasan ini kian mentereng melalui heritase Cikotok sebagai situs pertahanan tambang emas bawah tanah pertama nasional, memori kelam pelintasan rel kereta maut romusha Jepang Saketi-Bayah, warisan mahakarya sastra perlawanan kemanusiaan Multatuli Eduard Douwes Dekker, serta pemanfaatan status Geopark Nasional sebagai tameng hukum internasional penolak tambang emas ilegal (PETI).
Oleh karena itu, orkestrasi hulu-hilir antara sasis pengangkatan struktur kubah intrusi Tersier Cikotok, keunikan biodiversitas plasma nutfah varietas padi huma TNGHS, dan kedaulatan logistik pangan mandiri di lumbung leuit Kasepuhan Banten Kidul wajib diposisikan murni sebagai kompas fondasi utama dari gagasan besar pembangunan berkelanjutan (Environmentally Sound and Sustainable Development). Langkah pengungkapan laboratorium tektonik lempeng dunia dan penataan ekowisata Pantai Sawarna ini dirancang ksatria bukan sekadar untuk industri pariwisata komersial semata, melainkan wajib menjadi katalisator penggerak jiwa nasionalisme dalam membentengi ketahanan pangan dan energi nasional secara mandiri. Keberhasilan menyandingkan riset sains hidrotermal kebumian dengan keteguhan masyarakat adat Kanekes dan Kasepuhan Cisungsang dalam menjaga kesucian air, hutan, pangan, dan lingkungan membuktikan keluhuran jiwa manusia Nusantara dalam berdaulat di atas kaki sendiri. Menjaga kemurnian cagar budaya tani dari ritual Seren Taun hingga ketegasan memblokir perluasan tambang karst korporasi adalah cara paling radikal untuk merawat persatuan bangsa; menegaskan bahwa masa depan tanah, air, dan martabat hijau Indonesia wajib dijaga kemandiriannya demi kehormatan Negara Kesatuan Republik Indonesia seutuhnya!
#LebakBanten #GeoparkNasionalBayahDome #UrangKanekesBaduy #LumbungLeuitAdat #EmasCikotok #TanjungLayarSawarna #KasepuhanCisungsang #OwaJawaTNGHS #WawasanKebangsaan

Judul: WISATABUMI NUSANTARA #Seri-20: “Bayah Dome, Singkapan Kubah Emas, dan Keteladanan Masyarakat Adat”
Penulis: Oman Abdurahman terlahir di Ciamis, 14 Desember 1961. Beliau menyelesaikan S-2 Rekayasa Pertambangan Institut Teknologi Bandung, Bidang Hidrogeologi. Segudang pengalaman pendidikan, kerja, dan organisasi telah mewarnai hidupnya. Alamat email: omanarah20@gmail.com
Editor: Asep AZM/Parkah












