Warli Haryana Berdayakan Warga Perum Puteraco Lewat Seni Rupa

Warli Haryana
Dr. Dzul Afiq bin Zakaria, Shaydenaim bin Md. Salleh, dan Khairudin Zainuddin, M.A., serta Mohd Jasmin bin Md. Jamel, Ketua Jabatan Sains Sosial Maktab Rendah Sains Mara Pendang, Kedah, Malaysia, ikut berbagi ilmu dengan masyarakat Pasirnanjung, Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat (foto: Istimewa)

MajmusSunda News – Sumedang, Jum’at (21/11/2025) – Warli Haryana dikenal sebagai sosok pendidik seni yang aktif mengabdi kepada masyarakat. Sebaik-baik ilmu adalah yang bermanfaat untuk masyarakat. Oleh karena itu, dalam unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi terdapat Pengabdian Kepada Masyarakat, selain Pendidikan dan Penelitian.

Hal inilah yang berusaha dilakukan Dr. Warli Haryana, M.Pd., seorang pendidik dan praktisi seni dari Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia (FPSD UPI), yang ingin mengabdikan ilmunya kepada masyarakat.

Warli Haryana
Warli Haryana (kaos merah) bersama Cikgu (guru) dan Pensyarah (dosen) dari Malaysia, serta masyarakat Pasirnanjung, Cimanggung (foto: Istimewa)

Sejak tahun 2020-an, Warli menggagas program Pengabdian Kepada Masyarakat dengan membuka ruang pembelajaran kreatif bagi warga Perum Puteraco, Desa Pasirnanjung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, untuk mengenal dan mengembangkan potensi seni rupa sebagai jalan menuju kemandirian ekonomi.

Pada akhir November 2025 ini, Warli juga akan mengadakan praktik dalam bidang teknik sublime transfer paper ke media kaos dan goody bag. Kegiatan ini menjadi pelatihan lanjutan, setelah sebelumnya masyarakat mendapatkan pelatihan teknik cetak saring (sablon) di atas kertas dan kain, serta teknik sublimasi pada media mug.

Warli Haryana
Pengenalan pemahaman seni, budaya, serta desain kepada masyarakat di Perum Puteraco, Cimanggung (foto: Istimewa)

“Kegiatan ini sebagai pemberdayaan kepada masyarakat desa melalui pelatihan teknologi digital sublimasi dalam pembuatan desain merchandise berbasis kearifan budaya untuk menciptakan peluang usaha di bidang industri kreatif,” kata Warli kepada wartawan, baru-baru ini di Bandung.

Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan gerakan pemberdayaan berbasis seni yang mengintegrasikan pembelajaran teknik cetak digital, teknik cetak saring, serta desain ornamen dasar sebagai fondasi kreativitas. Peserta diajak memahami teknik sketsa, mengenal aplikasi desain grafis berbasis Android, hingga mempraktikkan teknik transfer gambar (teknik sublimasi) ke berbagai media seperti mug, kaos, paper bag, goody bag, dan lainnya.

Warli berharap masyarakat bisa merasakan langsung proses kreatif, mulai dari menggambar hingga menghasilkan produk yang memiliki nilai jual. “Ini bukan hanya soal seni, tetapi tentang membuka peluang industri kreatif lokal,” ujar dosen dan peneliti seni rupa UPI tersebut.

Warli Haryana
(foto: Istimewa)

Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari para akademisi negara tetangga. Tercatat, kegiatan ini sudah dua kali dihadiri praktisi seni dan dosen (pensyarah) serta guru (cikgu) dari Malaysia. Mereka turut memberikan pengalaman berkesenian serta pemahaman dasar-dasar seni rupa dan desain sebagai bentuk kolaborasi pemberdayaan kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut hadir Dr. Dzul Afiq bin Zakaria, dosen dan praktisi seni dari Universiti Malaysia, Shaydenaim bin Md. Salleh, seorang guru dari Sekolah Berprestasi Tinggi Malaysia, serta Khairudin Zainuddin, M.A., seniman sekaligus pensyarah Malaysian Institute of Art yang berasal dari Kelantan, Malaysia. Khairudin diketahui telah tiga kali singgah dan berbagi pengalaman berkesenian kepada masyarakat di Perum Puteraco.

Saat mengajarkan teknik cetak saring (sablon) kepada masyarakat di Perum Puteraco, Desa Pasirnanjung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang (foto: Istimewa)

Selain itu, hadir pula Mohd Jasmin bin Md. Jamel, Ketua Jabatan Sains Sosial Maktab Rendah Sains MARA Pendang, Kedah, Malaysia, yang untuk pertama kalinya ikut serta dan mengaku senang bisa mendapatkan pengalaman baru sekaligus berbagi ilmu dengan masyarakat Desa Pasirnanjung.

Program ini, kata Warli, diharapkan dapat membuahkan hasil nyata dalam bidang produk industri kreatif. Ia bersyukur karena beberapa warga yang mengikuti pelatihan menunjukkan antusiasme tinggi dan ketertarikan untuk terus belajar. Jika pelatihan ini berlanjut, diharapkan akan tumbuh usaha rumahan berbasis desain dengan dukungan materi dan pendampingan yang berkesinambungan.

Saat mengajarkan teknik sublimasi dengan media mug kepada masyarakat di Perum Puteraco, Desa Pasirnanjung, Cimanggung, Kabupaten Sumedang (foto: Istimewa)

“Harapannya ke depan, Desa Pasirnanjung tumbuh menjadi desa kreatif yang melahirkan individu-individu produktif dan inovatif, serta mampu membawa nama daerah ke panggung industri kreatif nasional,” kata Warli dengan optimis.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari tokoh masyarakat setempat, termasuk Ketua RW dan sejumlah pemuka warga, yang turut hadir dan memberikan apresiasi atas dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Dengan semangat kolaboratif dan pendekatan edukatif yang kontekstual, Pengabdian kepada Masyarakat ini semoga menjadi contoh bagaimana seni rupa dapat menjadi alat transformasi sosial dan ekonomi. Sebuah langkah kecil dari Sumedang, dan semoga mampu membawa dampak bagi masa depan industri kreatif di Desa Pasirnanjung khususnya, serta masyarakat daerah lain di Indonesia pada umumnya,” pungkas Warli Haryana.

Judul: Warli Haryana Berdayakan Warga Perum Puteraco Lewat Seni Rupa
Jurnalis: Asep GP
Editor: Parkah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *