MajmusSunda News, Kamis (18/06/2026) – Artikel Berjudul “Utamakan Kesehatan & Keselamatan Kerja, dalam Lingkup Dunia Usaha” ini ditulis Oleh : Ernawan S Koesoemaatmadja/Pensiunan Guru Toge. Penulis merupakan Pinisepuh Pamangku Sunda/ Majelis Musyawarah Sunda, di dunia Industri (Textile,Bank, Perkebunan) pernah menjadi GM.Finance, GM.HRD, dan Direktur HRD di Rumah Sakit. Di dunia Pendidikan pernah menjadi Wakil Rektor bid.Kemahasiswaan &Alumni, Wakil Rektor bid. Sumberdaya dan Legal.
Episode ke 1
—————————
Kesehatan Kerja, merupakan bagian Ilmu Kesehatan, yang bertujuan agar KARYAWAN ( Operator – Direktur ) bisa memperoleh derajat Kesehatan yang setinggi tingginya, baik fisik, mental serta Sosial dengan Usaha usaha Preventif, Kuratif terhadap penyakit atau gangguan Kesehatan akibat Karyawan, Lingkungan Kerja maupun.penyakit penyakit umum.
Tujuan Utama Kesehatan Kerja
===================
1.Mencapai derajat kesehatan yang setinggi tingginya, bagi seluruh Karyawan.
2.Untuk meningkatkan Dinamika Produktivitas, yang berlandasksn Peningkatan Effisiensi, dan daya produktivitas Karyawan atau Pegawai.
Tujuan Utama tersebut akan bisa terlaksana, dengan cara :
a. Pencegahan dan pemberantasan penyakit penyakit maupun kecelakaan kerja.
b. Pemeliharaan serta peningkatan Kesehatan maupun Gizi Pegawai atau Karyawan.
c.Pemberantasan kelelahan Kerja , dan meningkatkan kegairahan kerja.
d.Menghindari Bahaya pengotoran atau polusi bahan bahan dari Perusahaan .
Jadi, Kesehatan Kerja merupakan lapangan kesehatan , yang mengurusi problema kesehatan secara menyeluruh dari Karyawan / Pegawai, dengan tujuan menciptakan Pegawai/Karyawan yang Sehat dan Produktif.
Kondisi Kesehatan yang Menyebabkan Rendahnya Dinamika Produktivitas Kerja
===================
1.Penyakit Umum.
a. Penyakit Infeksi, terdiri dari penyakit pernafasan (30 – 40 %), Penyakit perut ( 15 – 20 %), TBC. dll.
b. Penyakit Endemic.
c. Penyakit Parasit.
2.Penyakit Akibat Kerja.:
a. Pneummoloniosis.
b. Dermatosis.
c. Keracunan bahan kimia.
d. Gangguan Mental Psikologis.
3. G I Z I:
a.Penyakit Endemic dan parasit.
b. Kurang pengetahuan tentang Gizi.
c. Upah atau Salary yang rendah ( banyak dibawah UMR/ UMK ).
d. Beban kerja yang cukup besar.
4.Lingkungan Kerja tidak nyaman.:
a. Temperatur.
b. Ventilasi.
c. Penerangan .
d.Suara.
e. Kelembaban.
f. Debu, uap dan gas.
5.Keselarasan Pegawai & Alat kerja.: misalnya ukuran Mesin atau Peralatan kerja yang tidak Cocok dengan ukuran Manusia / Pegawai.
6. Mental Psikologis Karyawan : misalnya. Problema Rumahtangga.
7.Kesejahteraan Karyawan kurang terpadu.
8. Fasilitas Kesehatan di Perusahaan/ Kantor belum memenuhi harapan, melakukan tindakan Kuratif dan Preventif.( Tenaga Paramedis kurang, idealnya 1 Paramedis : untuk 500 Karyawan ditambah Dokter past time ).
Agar Karyawan dalam keserasian yang sangat baik, sehingga terjamin kesehatan dan dinamika produktivitas kerja yang optimal, maka perlu keseimbangan yang menguntungkan. dari :
A. Beban Kerja.
Mental , Sosial dan fisik ( maximum diperbolehkan 50 kg ), Penempatan Karyawan yang tepat pada pekerjaan dan tugas yang tepat. Misal : seorang Karyawan Lapangan/field dimana memerlukan beban fisik , tidak cocok untuk menjadi berkarya di bagian administrasi/ staff, dimana memerluksn beban mental.
B. Beban Tambahan Akibat Lingkungan Kerja.
1.Faktor Fisik : Penerangan yang kurang, bisa mengakibatkan kelelahan Mata, suara bising mengakibatkan menurunnya daya ingat & konsentrasi, Temperatur (yang nyaman 22 – 25 derajat C, batas 21 – 30 derajat C ), Ventilasi, kelembaban, Radiasi, Vibrasi, tekanan udara.
2.Faktor Kimia.: debu, uap, gas, cairan, benda padat, mengakibatkan fungsi jaringan tubuh menurun, berdampak pada gangguan pernafasan serta menurunkan kemampuan kerja.
3.Faktor Biologis.: parasit menurunkan derajat kesehatan, dan memperlemah kemampuan.kerja.
4.Faktor Fisiologis : Sikap badan yang salah, mengakibatkan kelelahan.
5.Faktor Mental Psikologis. : hubungan yang kurang atau tidak serasi, antara Atasan – Bawahan, bisa mengakibatkan sesama Karyawan berkarya dan bekerja setengah – setengah dan lamban.
C. Kapasitas Kerja.
1.Ketrampilan.
2. Gizi.
3.keserasian / kesegaran jasmani.
4.sexe/jenis kelamin.
5. Usia.
6.Ukuran tubuh/ postur perawakan.
Pencegahan
______
1.Substitusi : mengganti bahan berbahaya, dengan bahan yang kurang berbahaya. Misal : Carbonteteachlorida diganti dengan Trichloretilen.
2.Ventilasi keluar atau masuk.
3.Isolasi.
4.Alat pelindung , contoh : Masker, Kacamata, Sarung Tsngan, Sepatu, Topi/ Helmet, pakaian.pelindung.
5.Pemeriksaan kesehatan, sebelum bekerja, apakah cocok dengan pekerjaan yang akan diberikan.
6.Pemeriksaan Kesehatan secara Berkala atau General Check Up, untuk evaluasi apakah ada gangguan atau kelainan dalam bekerja.
7. Penerangan sebelum bekerja.
===== 00000 =====
***
Judul: Utamakan Kesehatan & Keselamatan Kerja, dalam Lingkup Dunia Usaha
Penulis: Ernawan S Koesoemaatmadja
Editor: Raka Alvaro Triputra












