Tahun 2026 adalah Keseimbangan yang Goyah (Ayak-Ayak Beas Sunda)

Artikel ini ditulis oleh: Ambu Rita Laraswati

Kota Jakarta
Ilustrasi: Kota Jakarta - (Sumber: Arie/MMNS)

MajmusSunda NewsKolom OPINI, Rabu (26/11/2025) – Artikel berjudul Tahun 2026 adalah Keseimbangan yang Goyah (Ayak-Ayak Beas Sunda)ini adalah sebuah esai karya Ambu Rita Laraswati yang merupakan seorang penulis, budayawan, dan seniman Jawa Barat.

Para pembaca yang budiman, setiap pergantian tahun akan memiliki watak yang berbeda, watak dan karakter alam. Kehidupan manusia akan ada perubahan, perubahan alam di pengaruhi juga dengan watak manusianya. Pada tahun 2026 (Masehi) akan terbaca apa yang akan terjadi di kehidupan mahluk bumi. Bukan ramalan yang datang dari batin (intuisi, wangsit) saja, tetapi dapat dibaca dari perhitungan waktu  (kalender) dan pengetahuan Astrologi. Bahkan, juga dari pengetahuan astronomi.

Pergantian tahun 2026 yang sebentar lagi akan datang sekitar enam Minggu lagi yang jatuh pada Kamis (Masehi), 1 Januari 2026. Dalam penanggalan tradisional Sunda, pergantian tahun akan terjadi yaitu pergantian tahun Saka Sunda, dinten Radie Wage 1 Kasa 1948 yang menurut Kalender Caka Sunda (penanggalan Bulan) akan jatuh pada dinten Radite wage 9  Kresnapaksa, sasih Wesaka 1962 yang bertepatan 1 Rajab 1447 (Islam), tanggal 21 Desember 2025 (Masehi).

Ambu Rita Laraswati (Budaya mati, Spiritualis, Pelukis)
Ambu Rita Laraswati (Budaya mati, Spiritualis, Pelukis)

Pada saat titik awal pergantian tahun Saka Sunda dari tahun 1947 ke tahun 1948 (1 Kasa 1948), tanggal 21 Desember 2025 (Masehi) merupakan awal perubahan alam yaitu posisi matahari  berada di paling selatan. Artinya alam sudah memberikan tanda alam yang akan terjadi dapat kita lihat dari rasa alam dan gerak dan di cocokan dengan watak hari, bulan, tahun dan windu. Pengetahuan Astronomi dan Astrologi dapat melihat kondisi Matahari posisi di selatan dan peredaran benda angkasa lainnya sebagai pengetahuan yang dapat memperkuat penjelasan dari pengetahuan yang lain.

Pada tanggal 16, hari Minggu, Desember 2025, 3 Kresnapaksa Wage, dinten Radite 1962 Caka Sunda, tokoh budaya praktisi penanggalan Sunda Ambu Miranda H. Wihardja bersama Ambu Laras sebagai praktisi spritual, Abah Dago sebagai praktisi spritual dan beberapa pancen kalender Caka Sunda mengadakan mipit- amit di gunung Sunda, Curuk Cilemper dengan tujuan untuk berkomunikasi pada alam bahwa akan datang tahun baru yang jatuhnya posisi matahari ada di selatan maka ritual mipit-amit di laksanakan ke arah Utara.

Pesan alam dengan simbol telur dan simbol selendang putih dan kuning yang di artikan sebagai awal kehidupan, kuning dan putih adalah simbol wiwitan kehidupan. Kuning adalah angin, putih adalah air yang memiliki filosofi kehidupan berawal dari zat yang tak terlihat dan wujud zat yang terlihat adalah air.

Mengapa ritual itu harus di posisi di Gunung Sunda ─ gunung yang memiliki sumber air? Karena gunung adalah tempat sumber kehidupan, mengalirkan air ke arah yang lebih rendah untuk memberi kehidupan.

Menurut Mitologi Sunda simbol putih dan kuning itu adalah purwadaksi atau sepuh, kokolot yang menjadi awal memberi kehidupan. Oleh karena itu, ibu bapak kita di sebut kolot (orang tua). Alam sedang memberi peringatan pada kita manusia harus tahu jati dirinya.

lodaya sunda
Ambu Rita Laraswati (Foto: Koleksi Pribadi)

Pada saat tanggal 1 Kasa, dinten radite wage tahun Saka Sunda 1948, 9 Kresnapaksa wage Caka Sunda 1962, 21 Desember 2026 di tiga penanggalan kalender jatuh di hari Minggu dan  posisi bulan ada pada purnama gelap posisi Matahari di selatan ini yang perlu kita waspadai, perubahan alam apa yang terjadi. Dari semua penanggalan peristiwa itu jatuh di hari Minggu Wage baik di kalender Caka Sunda, Saka Sunda, Masehi, apa makna hari Minggu Wage.

Hari Minggu merupakan hari ke 7 dari nama hari. Hari Minggu dalam pemahaman Sunda di sebut Radite adalah hari pertama dari 7 hari dalam satu Minggu. Hari Minggu miliki makna merupakan hari kebangkitan dan hari yang suci, hari Minggu merupakan tingkatan paling tinggi energi positif. Hari Minggu memiliki neptu 9. Dalam ilmu Astrologi hari Minggu di artikan matahari yang melambangkan kecerahan, berani, hari kepemimpinan dan hari Tuhan.

Wage adalah salah satu dari lima nama pasaran (pancawarna). Wage memiliki makna duduk dan diam dan di kaitan dengan warna hitam yang berada di posisi di Utara. Wage memiliki neptu 4 (paling tinggi). Wage memiliki sifat dan karakter teliti, waspada, adil, memiliki daya spritual yang suci, berjiwa pemimpin, bijaksana, pendiam dan selalu intropeksi diri.

Jika kita jumlahkan hitungan neptu hari Minggu dan Wage atau Minggu Wage yaitu [9+4  =13). Angka 13 dalam mitologi Sunda merupakan awal masuknya bulan purnama (bulan purnama purnama) sebelum purnama puncak di 14 yang sering kita sebut 14 purnama, artinya puncak cahaya.

Ada sebuah Mitologi Sunda yang berbentuk sahadat cahaya, penggalan kata yaitu: “Sumping na Ratu Adil ti kidul, cahayana beureum, balatna salaksa” (datangnya ratu adil dari selatan, cahayanya merah, temannya mahluk goib)

Apakah makna kata di atas adalah fenomena alam yang akan terjadi di tahun baru Saka Sunda 1948 yang jatuh pada hari Minggu Wage di mana Matahari berada di arah kidul (selatan), kita tunggu waktunya apa yang terjadi pada alam kehidupan Bumi kita ini.

Dalam istilah budaya Sunda perubahan alam itu akan terjadi berupa  “Ayak-ayak Beas” yang artina yang kecil yang turun dan punya peran dan orang besar akan di buang, yang lulus dalam ayakan adalah yang butiran beras yang kecil. Alam para leluhur memberi intuisi bahwa nu leutik naik pangkat, gede turun pangkat. Hal di atas mau di sebut ramalan atau apa bagaimana pembaca memaknainya.

Tahun 2026 banyak di ramalkan adalah tahun kiamat atau kerusakan. Kiamat yang di maksud adalah kiamat bukan yang di sebut di agama tetapi kiamat penyaringan manusia yang tidak konsisten, yang bergerak atas waktu dan alam yang berkerja .

Tahun 2026 bukan tahun goro-goro, tapi goro- goro dapat terjadi tergantung watak manusianya, jika watahnya perusak maka kiamat berupa bencana alam terjadi seperti banjir bandang, gunung meletus, tanah longsor, angin, gelombang laut besar dan lainnya.

Tahun 2026 merupakan tahun pergerakan alam, bergoyangnya alam untuk memberi peringatan agar manusia menambah kesadaran. Tidak hanya pengetahuan yang di cari yang utama adalah kesadaran diri (jati diri) agar tidak lupa diri.

Tahun 2026 orang lebih sibuk mengatur dunia, mencari popularitas, pangkat, kekuasan, sanjungan tapi tidak mencari kesadaran diri. Tahun yang sifat manusia tidak mau tersaingi, ingin terlihat baik, menjatuhkan orang lain dengan rekayasa bicara, orang yang serius tidak di anggap dan di tertawakan yang tidak serius bukan murni di percaya.

Tahun 2026 manusia semakin tidak pandai melihat hatinya artinya tidak melihat dirinya, hilang kebijakan, pikiran murni hilang, hilang elingnya dan kewaspadaannya. Manusia semakin pandai mencari informasi pengetahuan apa pun dengan adanya Google, AI, tapi tidak bisa mencari informasi jati dirinya, makin tinggi amarah dan nafsu tidak dapat konsisten dalam pendirian sehingga jawaban yang keluar dalam pembelaan diri dan pembenaran diri sedikit lucu, hilang intelektualitas, dan tidak ada etika bicara.

Tahun 2026 adalah tahun geger umat, bentrok di komunitas masyarakat, terjadinya konflik idiologi, rebutan pembenaran, politik ramai tapi hasilnya tidak murni dan meninggalkan sampah yang busuk, air hujan merupakan perubahan alam yang terjadi tidak sesuai waktu sehingga air menjadi raja turun ke bumi menjadi bencana, panas menyengat, gunung mengeluarkan energi panasnya .

Tahun 2026 dalam proses penyeimbangan yang di lakukan oleh orang Spritualis murni yang tidak memiliki pangkat derajat tinggi namun memiliki kesadaran tinggi, dan orang-orang ini hanya kelompok kecil yang sudah waktunya untuk saling bertemu dan berkolaborasi untuk tujuan kebaikan budi pengerti dan mengembalikan ajaran kuno bumi Nusantara sebagai cara menemukan jati diri.

Tahun 2026 terbukanya gerbang dua alam nyata dan goib yang sangat tipis yang akan menyeimbangkan kembali kehidupan untuk terbentuknya keadilan.  Terbukanya gerbang goib, manusia batinnya akan sensitif, merasa sedih, kepala berat di karenakan pusat energi bumi naik dan energi manusia lemah.

Jika manusia dalam kondisi seperti itu akan tumbuh emosi tinggi maka akan berefek pada bumi, bumi merasa cape dan sesak karena di atas bumi manusia ribut dan membuat kerusakan. Akan ada benturan energi besar terjadi, orang yang pandai menyimpan keburukan akan terbuka, kebenaran terbuka, tetapi banyak orang yang tidak sanggup melihat kebenaran dan berusaha menghapus kebenaran itu agar keburukannya tidak terlihat, jejak kejahatan di hilangkan.

Energi yang tidak terlihat lebih besar dari pada energi yang terlihat sehingga manusia akan merasakan tubuh seperti keadaan lemah, sakit dan perasan yang bingung. Sifat karakter manusia akan terbuka siapa dirinya sebenarnya.

Kebenaran terbuka manusia tidak bisa lagi menyembunyikan dirinya. Kebenaran tidak selalu indah dan menyenangkan, kebenaran datang akan banyak yang terpental, karakter sejati tidak butuh di tutupi yang palsu tidak bisa di sembunyikan, karakter aslinya akan terlihat dari kata-kata, aura wajah, topengnya akan terbuka tidak bisa di hindari.

Manusia akan di hinggapi perasan ketakutan, iri dengki, emosi, energi kegelapan menjadi selimut, siapa yang menyalakan gelap dalam dirinya maka dia menolak cahaya dalam dirinya artinya cermin batin akan lebih baik untuk melihat dirinya sendiri.

Kebenaran terbuka, waspada tidak semua teman itu teman, tidak semua spritual itu spritual, tidak semua ulama adalah ulama, tidak semua pemimpin adalah pemimpin, ingat tidak semua yang terang itu adalah terang.

Kebenaran sejati adalah cahaya yang terang dan menyilaukan bagi manusia yang hatinya retak. Waspada pada pejabat yang tidak jujur, korupsi, manusia menutupi kesalahan dengan manipulasi dengan fitnahan tidak ada hujan tidak ada petir tiba- tiba topeng akan terbuka.

Ramalan ini bukan sekedar ramalan tapi melihat dari perhitungan waktu dan intuisi yang di berikan oleh alam. Tuhan sudah membuat ruang dan waktu yang harus di pahami manusia, ada siklus yang bergerak konsisten dan ada kehendak Tuhan perlu kita manusia pahami.

Inti dari membaca tahun 2026  adalah goyangan alam, alam melakukan keseimbangan kembali, tahun ayak-ayak beas, kegelapan mundur sedikit demi sedikit cahaya akan muncul di simbolkan oleh kondisi bulan pada saat pergantian tahun Saka Sunda, posisi Matahari ada di selatan dan bulan berada di purnama gelap  menuju muncul nya  cahaya (bulan sabit) dari purnama hanya jarak 1 hari, guncangan bumi, keseimbangan yang goyah terjadi berupa goncangan sosial, goncangan bumi berubah gempa, tanah longsor, tanah bergerak, angin yang memporak porandakan, laut yang bergelombang besar.

Tahun 2026 kesadaran kolektif akan terjadi karena energi leluhur turun dan bangkit yang tiba-tiba perubahan hidup terjadi, tiba-tiba mengalami mimpi yang mengabarkan masa lalu, pusaka yang tiba-tiba di berikan, ada keinginan melakukan perjalan napak tilas, dan lainnya.  Tanah Nusantara memangil untuk kembali memurnikan pikiran, munculnya ajaran ilmu kuno untuk kembali pada jati diri, ini akan membuat kesadaran manusia dan kesadaran bangsa bergeser untuk kembali pada kesadaran.

Tahun 2026 merupakan gerakan energi kesadaran melawan energi ketidak tahuan. Kegelapan tidak bisa mengalahkan cahaya, cahaya tidak bisa mengusir kegelapan. Jika pintu hati manusia tidak di buka maka pintu hati itu akan retak sehingga cahaya membentuk bayangan yang membuat manusia tidak seimbang lebih gampang emosi, tersinggung, mereka akan menolak kebenaran yang terbuka, orang seperti itu akan di makan oleh rasa kegelapan.

Inti perubahan yang terjadi di  tahun 2026 adalah penyaringan manusia, akan muncul orang yang tidak muncul untuk melakukan keseimbangan, kebangkitan berfikir berupa akal berkerja dan tidak akan terbawa arus pikiran orang lain. Kesadaran muncul bahwa hidup hanya ingin damai, tenang.

Banyak orang mencari pitutur leluhur, gelombang pembersihan akan terjadi besar yang dilakukan oleh alam, kebenaran menjadi raja, munculnya manusia cahaya dan penjaga cahaya yang dapat membuat perubahan yang muncul dari masyarakat kecil, orang desa yang kuat memegang adat budaya, munculnya konflik kecil, konflik besar tapi membuat kesadaran besar, ajaran lokal leluhur tanah air akan menjadi panutan sebagai ajaran untuk kembali pada jati diri, sedikit demi sedikit perubahan dari gelap menuju terang, tapi ingat! Gelap tidak bisa hilang!

Cahaya muncul bukan dari atas langit dan datang dari dunia lain, pelanet lain tapi cahaya datang dari dada manusia yang jujur, tenang, lembut tapi dapat merubah banyak hal ke arah kebenaran. Cahaya akan kelihatan jika hatimu tidak tertutup, cahaya terang akan muncul jika manusia memulai untuk menyalakan hatinya, hati yang jernih memunculkan pikiran yang jernih. Namun, ingat! Cahaya akan mengalahkan kegelapan tapi gelap tidak pernah hilang, disini harus ada gerakan keseimbangan tapi keseimbangan yang selaras bukan yang goyah.

Memasuki tahun 2026 manusia harus lebih eling  dan waspada, harus lebih mawas diri, memperbaiki diri dengan kekuatan iman. Waspada  titik awal di pergantian awal tahun Saka Sunda 1 Kasa, tahun 1948, tanggal 21 Desember 2025.

Cahya merah dari selatan, bertanda perubahan alam yang begitu besar dan akan muncul fenomena yang aneh dan membuat terkejut kita. Eling lan waspada. Gelap akan mundur perlahan-lahan harus di mulai dari manusia, gelap hilang, manusia sempurna, Nusantara jaya.

Geus mangsana Sunda ngajiwa ka Nusantara

Rebo 26 Desember 2025

Buda Wage 13k sasih Setra, taun 1962 Caka Sunda

Yayasan Sunda13buhun

***

Judul: Tahun 2026 adalah Keseimbangan yang Goyah (Ayak-Ayak Beas Sunda)
Penulis: Ambu Rita Laraswati
Editor: Jumari Haryadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *