Mas Guntur Nugroho Sasongko: Anak Satpam PDAM, Siap Jadi Dirut PDAM Kota Bandung

Mas Guntur Nugroho Sasongko

MajmusSunda News – Bandung, Minggu (03/05/2026) – Mas Guntur Nugroho Sasongko: Anak Satpam PDAM, Siap Jadi Dirut PDAM Kota Bandung

Ya, dialah Mas Guntur Nugroho Sasongko, salah satu kandidat yang lolos tes penyaringan hingga lima besar dalam seleksi Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirtawening (PDAM Kota Bandung). Tahun 2026 ini, Perumda Tirtawening mengadakan seleksi Direktur Utama, menyusul habisnya masa jabatan Dirut sebelumnya pada Juli 2025. Tercatat ada 96 kandidat yang mendaftar untuk memperebutkan kursi Direktur Utama Perumda Tirtawening.

Dalam kesempatan ngawangkong dengan wartawan belum lama ini di Kantor EGS, Jalan KH Ahmad Dahlan No. 43 AB (Jalan Banteng), Kota Bandung, alumni SMA 5 Bandung dan Pertanian Unpad ini memaparkan alasannya ikut dalam seleksi tersebut.

Mas Guntur Nugroho Sasongko: Latar Belakang dan Motivasi Mengabdi

Bahwa antara tahun 1995–2005, ayahnya Guntur, Kolonel (Purn) TNI AD Suwarso, adalah seorang satpam PDAM (Kepala Satpam), dan semasa itulah Guntur lulus SMA dan masuk kuliah di Pertanian Unpad. Jadi selama itulah biaya kuliah dan kebutuhan lainnya dibiayai dari gaji ayahnya yang bekerja sebagai satpam PDAM. Merasa berutang budi, maka ketika dibuka pendaftaran calon Dirut PDAM, ia langsung ikut dengan niat mengabdi dan membalas budi.

Mas Guntur Nugroho Sasongko
Mas Guntur NS, siap jadi Dirut PDAM Kota Bandung (Foto: Istimewa)

“Ayah saya, Pa Suwarso (86), memang pernah bekerja sebagai satpam di PDAM. Jadi ketika ada kesempatan seperti ini, saya ikut pemilihan Dirut PDAM Kota Bandung. Tujuannya selain untuk mengabdi kepada masyarakat, tentunya juga membalas budi kepada PDAM, yang pada momen itu menjadi jalan saya bisa berkuliah di Unpad,” kenangnya.

Alasan keduanya, Mas Guntur juga ingin membenahi berbagai persoalan, sebab masih banyak rumor dan isu tentang pelayanan yang belum merata. “Padahal, air adalah hajat hidup orang banyak dan kebutuhan pokok/primer yang sifatnya utama. Kalau pengelolaannya kurang baik, maka masyarakat akan terkena dampak negatifnya,” tegasnya.

Dengan 2,6 juta penduduk Bandung saat ini, sambungan langganan baru mencapai 170–180 ribu atau kurang dari 14 persen. Padahal usia PDAM sendiri sudah 51 tahun (peninggalan Belanda), tetapi baru bisa melayani 170–180 ribu sambungan, artinya masih banyak yang perlu dibenahi. Menurut Mas Guntur, perlu penataan infrastruktur, revitalisasi, dan rehabilitasi.

Selain itu, tata kelola yang profesional dan akuntabel harus terbuka dan transparan. Standar seperti ISO 9001:2015 tentang sistem manajemen mutu harus konsisten diterapkan. Termasuk ISO Manajemen Anti Penyuapan 37001. “Kalau itu diterapkan, PDAM ini bisa jauh lebih baik dalam melayani,” paparnya.

Ia juga menilai, secara sosial ekonomi, PDAM dapat menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang besar bagi kesejahteraan masyarakat Bandung.

Menurutnya, yang perlu ditata adalah transparansi, akuntabilitas, dan digitalisasi, agar masyarakat Bandung bisa terlayani dengan baik, keluhan cepat tertangani, air mengalir 24 jam, serta kualitas air sesuai standar WHO dan internasional. Selain itu, non-revenue water (NRW) juga harus diminimalkan hingga di bawah 20 persen.

Kualitas air idealnya memenuhi standar WHO dan bisa mencapai drinkable tap water (air keran yang bisa langsung diminum). Jika standar sudah terpenuhi, air tidak perlu dimasak lagi. Selain itu, pembangunan berkelanjutan juga harus diperhatikan.

Mas Guntur Nugroho Sasongko
Sederhana dan Merakyat (Foto: Istimewa)

“Ngamumule cai berarti sumber air bakunya harus dijaga. Mata air, resapan, dan sungai harus terintegrasi dengan alamnya. Jika dikelola dengan baik, air akan menjadi berkah. Namun jika tidak, bisa menjadi musibah seperti banjir. Maka perlu penanganan holistik dan terintegrasi, tidak hanya oleh PDAM, tetapi juga masyarakat dan dinas terkait,” jelasnya.

Terkait seleksi Dirut PDAM Kota Bandung, Mas Guntur berharap proses berjalan objektif. Baginya, siapa pun yang terpilih adalah yang terbaik bagi PDAM, khususnya yang memiliki visi melayani masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga Bandung. Ia menilai air adalah kebutuhan primer yang ke depan bisa lebih mahal dari emas.

Ia juga menyinggung pentingnya kesiapan menghadapi tantangan global, termasuk dampak geopolitik, serta pencapaian target SDGs 2030 agar masyarakat Bandung mendapatkan akses air bersih yang merata dan berkualitas, termasuk sanitasi dan pengelolaan limbah.

Mas Guntur Nugroho Sasongko
Bersama istri tercinta (Foto: Istimewa)

“Kalau nanti saya terpilih menjadi Direktur Utama PDAM Kota Bandung, tentunya menjadi amanat yang bisa menjadi jalan keberkahan bagi seluruh masyarakat, khususnya warga Bandung,” pungkasnya.

Mas Guntur Nugroho Sasongko (H. Mas Guntur NuSa, S.P.) dikenal sebagai Direktur PT EGS HearT Facility Service, perusahaan yang bergerak di bidang jasa cleaning service, satpam, driver, staf ahli, dan purnabakti. Lebih dari 2.000 karyawannya tersebar di Jawa Barat, Jakarta, Banten, hingga Bali, bekerja di hotel, rumah sakit, pabrik, kantor swasta, hingga instansi pemerintahan termasuk DPRD Provinsi.

Direktur yang juga pernah menjadi cleaning service di Jakarta ini sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Ia bahkan rutin memberangkatkan karyawan berprestasi untuk umrah. Tahun ini, sebanyak 11 karyawannya diberangkatkan ke Tanah Suci.

Judul: Mas Guntur Nugroho Sasongko: Anak Satpam PDAM, Siap Jadi Dirut PDAM Kota Bandung
Jurnalis: AGP
Editor: Parkah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *