Dekatkan Diri

oleh: Prof. Yudi Latif

MajmusSunda News, Kamis (07/05/2026)  Artikel berjudul “Dekatkan Diri” ini ditulis oleh: Prof. Yudi Latif, pria kelahiran Sukabumi, Jawa Barat dan Anggota Dewan Pinisepuh/Karamaan/Gunung Pananggeuhan Majelis Musyawarah Sunda (MMS).

Saudaraku, bila kau merasa hampa tak bahagia dengan hidupmu jangan melarikan diri dari kehidupan, dengan mengucilkan diri di bungker isolasi. Jangan pula menempuh jalan spiritual yang “meninggalkan kehidupan” (life-denying) yang tak membantu menumbuhkan kehidupan (life-affirming).

Prof. Yudi Latif
Prof. Yudi Latif – (Sumber: Koleksi pribadi)

Untuk menjadi bahagia kita justru harus bisa belajar bersuka cita dengan meluaskan jaringan kedekatan dan perjumpaan. Dengan menempuh jalan spiritual yang menumbuhkan kehidupan lewat persambungan tali kasih dengan dunia atas (Yang Ilahi), dunia tengah (yang insani), dan dunia bawah (yang alami).

Ingatlah, istilah “friend” (sahabat) dalam bahasa Inggris berasal dari kata “free” (bebas). Manusia “bebas” (free) artinya bukanlah “budak” (slave).

Manusia “budak” pada dasarnya adalah mereka yang ikatan sosialnya terputus: tak punya keluarga, tak punya kerabat, tak punya teman, tak punya komunitas. Seorang budak tak memiliki pertalian sosial disebabkan tak bisa membuat komitmen pada orang lain, karena seluruh hidupnya untuk mengabdi di bawah kendali tuannya.

Alhasil, menjadi manusia “bebas” (free) mestinya adalah manusia yang bisa merajut tali kasih dengan teman (friend) dan kehidupan, dengan meluaskan jalinan pergaulan positif, bukan yang toksik.

Membangun kedekatan dengan semesta kehidupan memberi wahana bagi manusia untuk bisa meraih makna hidup; yang bisa membuatnya bersuka cita dalam kebahagiaan.

Maka, jika hidup terasa hampa dan gundah, obat ampuhnya adalah mendekatkan diri. Dekatkan diri kita pada kehangatan pancaran kasih Sang Mahakasih; pada derai tangis derita manusia; pada senda gurau kehangatan kedai kopi; pada ceria keriangan kanak-kanak; pada larik romantik lirik puisi; pada tembang lawas yang menggelitik imaji nostalgik; pada bias romansa cahya purnama; pada binar sinar mentari pagi; pada sepoi angin yang mengibaskan rerumputan dan pepohonan menjadi tarian semesta. Ayo dekatkan!

***

Judul: Ironi Keadilan
Penulis: Prof. Yudi Latif
Editor: Raka Alvaro Triputra

Sekilas tentang penulis

Prof. Yudi Latif adalah seorang intelektual terkemuka dan ahli dalam bidang ilmu sosial dan politik di Indonesia. Pria yang lahir Sukabumi, Jawa Barat pada 26 Agustus 1964 ini tumbuh sebagai pemikir kritis dengan ketertarikan mendalam pada sejarah, kebudayaan, dan filsafat, khususnya yang terkait dengan Indonesia.

Pendidikan tinggi yang ditempuh Yudi Latif, baik di dalam maupun luar negeri, mengasah pemikirannya sehingga mampu memahami dinamika masyarakat dan politik Indonesia secara komprehensif. Tidak hanya itu, karya-karyanya telah banyak mengupas tentang pentingnya memahami identitas bangsa dan menguatkan nilai-nilai kebhinekaan.

Sebagai seorang akademisi, Yudi Latif aktif menulis berbagai buku dan artikel yang berfokus pada nilai-nilai kebangsaan dan Islam di Indonesia. Salah satu karya fenomenalnya adalah buku “Negara Paripurna” yang mengulas konsep dan gagasan mengenai Pancasila sebagai landasan ideologi dan panduan hidup bangsa Indonesia.

Melalui bukunya tersebut, Yudi Latif menekankan bahwa Pancasila adalah alat pemersatu yang dapat menjembatani perbedaan dan memperkokoh keberagaman bangsa. Gagasan-gagasan Yudi dikenal memperkaya wacana publik serta memperkuat diskusi mengenai kebangsaan dan pluralisme dalam konteks Indonesia modern.

Di luar akademisi, Yudi Latif juga aktif dalam berbagai organisasi, di antaranya pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Indonesia. Melalui perannya ini, ia berusaha membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila sebagai ideologi negara. Komitmennya dalam mengedepankan nilai-nilai kebangsaan membuatnya dihormati sebagai salah satu tokoh pemikir yang berupaya menjaga warisan ideologi Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *