Sasaran Utama Dinamika Kegiatan Anggota Pramuka

Oleh : Ernawan S Koesoemaatmadja (Guru Toge)

MajmusSunda News, Rabu (10/06/2026) – Artikel Berjudul “Sasaran Utama Dinamika Kegiatan Anggota Pramuka” ini ditulis Oleh : Ernawan S Koesoemaatmadja/Pensiunan Guru Toge. Penulis merupakan Pinisepuh Pamangku Sunda/ Majelis Musyawarah Sunda, di dunia Industri (Textile,Bank, Perkebunan) pernah menjadi GM.Finance, GM.HRD, dan Direktur HRD di Rumah Sakit. Di dunia Pendidikan pernah menjadi Wakil Rektor bid.Kemahasiswaan &Alumni, Wakil Rektor bid.Sumberdaya dan Legal.

Yang akan Saya kupas disini, antara lain bentuk upacara maupun pola pola Pembinaan para Anggota di lingkungan Pramuka Penegak.

Dimana Upacara adalah suatu ketentuan peraturan yang wajib dilaksanakan dengan khidmat dan penuh ketertiban, sehingga merupakan kegiatan teratur untuk menciptakan kebiasaan yang mengarah kepada Budi pekerti luhur.
Tujuan Upacara dalam Gerakan Pendidikan Kepanduan – Praja Muda Karans ( PRAMUKA ), yaitu membentuk Sumberdaya Insani Patriot Indonesia, yang berbudi pekerti luhur, dan Taqwa kepada ALLOOH.SWT. Tuhan Yang Maha Esa.

Momen penghargaan Pramuka Penegak – (Sumber: Koleksi Pribadi)

Sasarannya yang utama agar tiap anggota Pramuka memiliki : rasa cinta kepada Tanah Air, Bangsa dan Agama, rasa tanggung jawab dan disiplin pribadi, jiwa gotong royong dan percaya kepada diri sendiri, selalu tertib dalam kehidupannya sehari hari, dapat memimpin dan dipimpin, dapat melaksanakan upacara dengan khidmat dan tertib, meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sedangkan bentuk upacaranya tiap tiap golongan berbeda beda, selaras dengan Filosofi Dasar dari Prinsip Penyesuaian dengan Perkembangan Rokhani & Jasmani Gerakan Pramuka Indonesia, antara lain :
1.SIAGA umur 7 s/d 10 Tahun. Bentuk upacaranya merupakan Lingkaran dengan posisi Bunda atau Yanda/Pembina berdiri di tengah tengah , ( dimana Anak seumur ini, jalan fikirannya masih berpusat kepada Induk, dan masih kurang mengenal nilai kemasyarakatan.
2.PENGGALANG, usia 11 s/d 15 Tahun. Bentuk upacaranya merupakan huruf U .Pembina berdiri didepan barisan. ( anak anak seumuran ini, tidak mau lagi diperlakukan sebagai Anak kecil, sudah mulai memahami dan mengenal nilai nilai kemasyarakatan.
3. PENEGAK, s/d. 20 tahun, bentuk upacaranya merupakan Garis Lurus/ Horizontal, Pembina berdiri disamping kanan Barisan. ( Remaja/Pemuda seumur ini sudah dapat berfikir kritis, Logis dan Realistis ).
4. PANDEGA. Umur 21 s/d umur 25 Tahun. Bentuk upacaranya sama dengan Penegak, ( seumuran ini sudah Dewasa dan sudah bergaul didalam masyarakat yang luas ).

Saat ini didalam pelaksanaan Upacara Penegak, masih ada Gudep / pangkalan yang masih kurang benar, dan kurang memahami pengertian atau Filsafat dasar prinsip penyesuaian dengan perkembangan Rokhani dan Jasmani Gerakan Pramuka, dimana dalam setiap Upacara Latihan / Ambalan, Pembina yang seharusnya berdiri disamping kanan barisan, kadangkala ada yang berdiri didepan barisan, dengan anggapan Harus mendapat Penghormatan dari anggota atau Barisan, sehingga Over Lapping dengan peran Pradana.

Padahal dalam tingkatan Penegak, baik aktivitas/ Games, Upacara dll yang sifatnya umum , hakikat dasarnya adalah Dari – Oleh – dan Untuk Penegak. Disini Pembina sifatnya hanya berperan TUT WURI HANDAYANI ( di belakang memberikan dorongan )). Pembina dan peserta didik melihat dan menyongsong masa depan secara bersama sama. Hal ini patut menjadi perhatian utama bagi unsur para Pembina Penegak, agar tidak menjadi rancu.

Pembina tingkatan Penegak betul betul harus didasari oleh cara berfikir dan kreativitas yang luas, terlebih untuk para Pembina Pangkalan / Gugus Depan, yang berpangkalan di Campus atau Sekolah, banyak Pembina yang bermodalkan Nekad dengan dalih karena ditugaskan oleh Kepala Sekolah atau MABIGUS , atau karena Tugas Sekolah.

Padahal sangat patut disadari benar, bahwa Anggota Pramuka Penegak, secara Psikologis sudah mulai berfikir kritis, logis dan realistis, adalah karena Masa Ini merupakan suatu Periode dari untaian dan rangkaian perkembangan hidup individu, yang ditandai dengan berbagai perubahan Fisik, mental dan emosi yang tiba tiba. Hal ini logis menimbulkan dugaan bahwa karena itu suatu / beberapa perubahan akan pula terjadi dalam Personality Individu, juga selain daripada itu, banyak pelbagai faktor lingkungan yang juga mempengaruhi Personalitynya.

Dari situasi Adolessent ( masa bergerak menuju Dewasa ), adalah masa yang sangat menentukan, apakah seorang Individu kelak akan menjadi orang yang Mature, mantap serta sadar akan Sosialnya, atau ia akan menjadi seseorang yang Grustrated – Unsocial serta Dependent.

Individu tersebut sangat bergantung dan ditentukan oleh faktor Endowment , dan lingkungan Kombinasi Pengaruh, baik dari Heredity seperti kematangan fisik, sifat sifat Psychologis, maupun lingkungan terpadu, menghasilkan perkembangan bentuk bentuk Personality Individu/ anggota.

Semoga dengan adanya dinamika Kegiatan Kepramukaan di SD, SLTP, SLTA, PENDIDIKAN TINGGI dan atau Selevel, akan turut menunjang tetap melahirkan Pandu Pandu Bangsa dan Negara, sehingga tidak menimbulkan adanya istilah Block Age.
Vivat Pramuka.

***

Judul: Sasaran Utama Dinamika Kegiatan Anggota Pramuka
Penulis: Ernawan S Koesoemaatmadja
Editor: Raka Alvaro Triputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *