MajmusSunda News – Majalengka, Selasa (17/02/2026) – Penggiat Anti Narkoba Indonesia (PANI) DPD Majalengka resmi membentuk Komunitas Mantan Pecandu Majalengka sebagai langkah strategis untuk memperkuat upaya pencegahan narkoba berbasis masyarakat di wilayah Majalengka. Penggiat Anti Narkoba Indonesia membentuk komunitas ini sebagai ruang pemulihan, dukungan moral, serta wadah pemberdayaan agar mantan pecandu dapat kembali berdaya dan memberi kontribusi positif.
Penggiat Anti Narkoba Indonesia Perkuat Pencegahan
Salah satu penekanan utama dalam pembentukan komunitas ini adalah proses awal pemulihan yang berfokus pada moral dan akhlak. Langkah ini dinilai penting agar setiap anggota bukan hanya pulih secara fisik, tetapi juga memiliki fondasi kepribadian yang kuat untuk kembali menjalani kehidupan yang sehat dan bermartabat.
Ketua DPD PANI Majalengka, Prayudi Hardi Siswanto, menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi kunci keberhasilan.
“Mantan pecandu adalah bukti bahwa pemulihan itu nyata. Kini mereka berdiri di garis depan untuk mengingatkan masyarakat agar tidak terjerumus ke dalam bahaya narkoba,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan perkembangan positif dari para anggota komunitas tersebut.
“Alhamdulillah, mereka pada dasarnya sudah menjadi bagian dari contoh keberhasilan program ini. Banyak di antara mereka yang kini memiliki pekerjaan tetap, menjalankan usaha UMKM, bahkan menekuni profesi lainnya. Ini bukti bahwa pemulihan bukan hanya mungkin, tapi nyata,” tegasnya.
Menurut Prayudi, perubahan moral dan akhlak menjadi fondasi penting menuju kesuksesan pemulihan.
“Ketika karakter mereka pulih dan akhlak terbentuk kembali, jalan menuju kehidupan yang lebih baik terbuka lebar. Dari situlah mereka bisa bangkit dan menjadi inspirasi,” tambahnya.
Dengan hadirnya komunitas ini, Penggiat Anti Narkoba Indonesia (PANI) DPD Majalengka berharap tercipta garda baru dalam pencegahan narkoba—lebih dekat dengan masyarakat, memahami tantangan lapangan, dan mampu menjadi teladan pemulihan yang nyata. Komunitas ini juga diharapkan menjadi jembatan edukasi dan pendampingan bagi warga yang membutuhkan informasi, konsultasi awal, serta motivasi untuk keluar dari lingkaran penyalahgunaan narkotika. Melalui keterlibatan langsung para mantan pecandu yang telah pulih, pendekatan pencegahan dinilai akan lebih menyentuh sisi kemanusiaan, lebih mudah diterima masyarakat, dan lebih efektif dalam membangun kesadaran kolektif akan bahaya narkoba sejak dari lingkungan terkecil.
Judul: Penggiat Anti Narkoba Indonesia (PANI) DPD Majalengka Bentuk Komunitas Mantan Pecandu sebagai Garda Baru Pencegahan Narkoba
Sumber: MediaHumasPANI
Jurnalis: Asep Zaenal Mustofa












