MajmusSunda News, Jum’at (14/08/2026) – Artikel Berjudul “Pendidikan Kepramukaan Suatu Proses Khusus Melahirkan Sumberdaya Insani Unggul” ini ditulis Oleh : Ernawan S Koesoemaatmadja/Pensiunan Guru Toge. Penulis merupakan Pinisepuh Pamangku Sunda/ Majelis Musyawarah Sunda, di dunia Industri (Textile,Bank, Perkebunan) pernah menjadi GM.Finance, GM.HRD, dan Direktur HRD di Rumah Sakit. Di dunia Pendidikan pernah menjadi Wakil Rektor bid.Kemahasiswaan &Alumni, Wakil Rektor bid.Sumberdaya dan Legal.
Dirgahayu Hari Gerakan Pendidikan Kepanduan – Praja Muda Karana , ke 65 – Tgl.14 Agustus 2026. Pembinaan Anggota Pramuka , yang merupakan Komponen Nasional yang sangat penting, merupakan potensi Vital dan Strategis serta mempunyai warna dan ciri ciri tersendiri yang khusus, dan pembinaannya merupakan bagian Integral dari Pembinaan Generasi Muda Indonesia.
Pertumbuhan dan perkembangan Kepramukaan , pada umumnya menyangkut masa depan Bangsa dan Negara. Terutama dalam segi Pembentukan Manusia PANCASILA, Warga Negara yang baik, yang lebih bertanggung jawab dan mampu mengisi serta membina Kemerdekaan Bangsa, Sehat jasmani dan Rokhani, memiliki kreativitas dan tanggung jawab.dst.
Tujuan utama mendidik Pramuka adalah :
.Harus berjanji *demi Kehormatannya*.
.Melakukan kewajibannya, terhadap *Tuhan dan Negaranya.*
.Membantu orang lain di tiap saat.
.Mentaati Peraturan Kepanduan.
Intinya, merupakan suatu Methoda *Kehormatan*, untuk bertingkah laku yang *Luhur sebagai Kshatrya*. Dalam Kepramukaan di Indonesia, dibagi dalam beberapa didikan, antara lain : *SIAGA* ( Club Scout ), *Penggalang* ( Boy Scout ), *Penegak – Pandega*( Rober Scout / Explorer ), Pembinaannya mengarahkan kedalam titik pusat Pendidikan Pembinaan Sikap mental yang kritis, obyektif serta kreatif dilakukan melalui hubungan Sikap sehari hari. Senantiasa berdasarkan pertimbangan pertimbangan yang bukan mrnunjukkan *The Force Of Violence* akan tetapi haruslah selalu menunjukkan *The Force Of Reason*.
Disadari benar, dalam kondisi Sosial, Ekonomi, Politik yang sekarang sedang melanda di berbagai Negeri, termasuk Indonesia, betapa banyaknya faktor penghambat dan prasyarat yang harus dipenuhi dalam mencapai sasaran yang ingin dituju dan diraih, dari hakikat Pendidikan dan Pembinaan Kepramukaan.
Sangat penting kiranya, peranan Pendidikan Kepramukaan , menumbuh kembangkan Tunas Tunas Bangsa, agar menjadi *Generasi yang Kompeten dan Unggul*, melanjutkan Dharma Bhakti dan menjadi Pemimpin mulia bagi Tanah Air, Bangsa dan Negara. Dalam mempersiapkannya, Kepramukaan seyogyanya mengembangkan aspek aspek tertentu, melengkapi sifat sifat pribadi yang utuh *( Commonicerende Vaten )*.
Untuk itulah Pendidikan *GERAKAN PENDIDIKAN KEPANDUAN – PRAJA MUDA KARANA* harus ditangani secara serius dan Profesional, agar tidak melenceng membentuk Generasi Khesatrya/ Ksatria yang menjunjung tinggi Kehormatan diri. Perlu dikaji kembali terkait Quality Policy, Quality Objective, Quality Manual, Quality Procedure dan Quality Plan, yang harus disosialisasikan secara *terpadu*, agar bisa dijalankan dengan Kualitas yang sama dari Tingkat Gugus Depan, Pangkalan, Kwartir Ranting, Kwartir Cabang, Kwartir Daerah, Kwartir Nasional, harus mampu mengejawantahkan bahan latihan menantang Globalisasi, tanpa meninggalkan *Landasan Budaya dan Peradaban Bangsa Indonesia* yang amat luhur, dengan penggunaan methoda yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.
*Akhir kata* , oleh karena itu berhasilnya suatu aktivitas pembinaan, tidak cukup dinilai dari pelbagai hasil material yang dicapai saja, tetapi terutama dari hasil *Pengembangan Aspek Psikologis anak didik/peserta didik.*
=====00000=====
***
Judul: Pendidikan Kepramukaan Suatu Proses Khusus Melahirkan Sumberdaya Insani Unggul
Penulis: Ernawan S Koesoemaatmadja
Editor: Raka Alvaro Triputra












