Penderita Gondongan Akan Merasakan Gejala 16 hingga 18 Hari Lamanya, Cek Ciri-cirinya dan Penularannya

"Pembesaran ini berlangsung 5–7 hari dan bisa terjadi di dua sisi leher. Setelahnya gondongan akan mengecil dengan sendirinya," kata Ratni

Ilustrasi seorang anak terpapar visrus paramyxovirus yang mengakibatkan gondongan. (Foto:Shutterstock)

MajmusSundaNews- Kamis, Bandung (24/10/2024) -Akhir-akhir ini sedang merebak penyakit gondongan tidak terkecuali di Bandung, biasanya penyakit ini terutama menyerang anak-anak , juga remaja dan orangtua. Penyakit ini akibat inveksi virus bernama paramyxovirus.

Dokter Spesialis Anak RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, Dr. dr. Rr. Ratni Indrawanti, Sp.A, Subsp. IPT mengatakan pada 2–3 hari pertama, gejala yang mungkin timbul adalah demam, pusing, badan tidak nyaman, terkadang disertai batuk atau muntah. Gejala selanjutnya adalah pembesaran pada kelenjar ludah yang terasa sakit.

“Pembesaran ini berlangsung 5–7 hari dan bisa terjadi di dua sisi leher. Setelahnya gondongan akan mengecil dengan sendirinya,” kata Ratni seperti dikutip dari laman Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (22/10/2024).

Walaupun mayoritas kasus dapat sembuh dengan sendirinya, tetapi gondongan dapat menyebabkan komplikasi yang berakibat fatal.

Gondongan bisa berakibat fatal kata Rani, jika menjalar ke otak “Jika menjalar sampai otak, bisa menyebabkan radang otak,” Ratni.

Gejala yang muncul antara lain demam, kejang, dan penurunan kesadaran. Komplikasi lainnya yang dapat terjadi adalah pneumonia dan pankreatitis atau peradangan pada pankreas.

Penularan pada usia remaja atau dewasa dapat menyebabkan orchitis atau peradangan testis pada laki-laki dan ovaritis atau peradangan ovarium pada wanita.

“Ibu hamil juga turut terancam komplikasi berat hingga berakibat pada keguguran, terutama jika terjangkit saat usia kehamilan kurang dari 12 minggu,” kata Ratni.

Penularan gondongan ini tergolong mudah dan Pencegahannya

Sebagian besar melalui droplet atau cipratan liur yang keluar saat bersin, berteriak, atau batuk. Virus dalam droplet dapat tetap hidup selama beberapa jam sehingga memungkinkan terjadinya penularan tidak langsung.

Penularan ini terjadi jika seseorang menyentuh droplet yang ada di permukaan benda, lalu menyentuh hidung atau mulut. dr. Ratni menyarankan untuk mengisolasi penderita selama lima hari terhitung sejak mulai demam.

Usaha preventif dapat dilakukan untuk mencegah penularan ini. Pertama, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) perlu untuk ditegakkan agar virus segera mati dan tidak menyebar. Kedua, dapat pula dilakukan pemberian vaksin MMR.

Judul:Penderita Gondongan Akan Merasakan Gejala 16 hingga 18 Hari Lamanya, Cek Ciri-cirinya dan Penularannya
Jurnalis: Agung Ilham Setiadi
Editor: AIS

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *