MajmusSunda News, Minggu (09/08/2026) – Artikel Berjudul “MMS Dorong Kebangkitan Ki Sunda melalui Idealisme, Profesionalisme, dan Patriotisme” ini ditulis Oleh : Ernawan S Koesoemaatmadja/Pensiunan Guru Toge. Penulis merupakan Pinisepuh Pamangku Sunda/ Majelis Musyawarah Sunda, di dunia Industri (Textile,Bank, Perkebunan) pernah menjadi GM.Finance, GM.HRD, dan Direktur HRD di Rumah Sakit. Di dunia Pendidikan pernah menjadi Wakil Rektor bid.Kemahasiswaan &Alumni, Wakil Rektor bid.Sumberdaya dan Legal.
Bertempat di Aula Gedung Fakultas Kedokteran Univ.Indonesia ( UI ) di jln.Salemba Jakarta, hari Sabtu 8 Agustus 2026, telah dilaksanakan Pasamoan Inohong Sunda dina raraga Milangkala kadua Majelis Musyawarah Sunda. Hadir sekitar 300an Inohong atau Gegedug Ki Sunda yang memenuhi ruangan tersebut, hadir diantaranya : Dr.Ir.Burhanuddin Abdullah ( Mantan Menko EKUIN , Gubernur BI ), Komjend.Pol.Purn.Dr.H.A.Wiyagus ( Wamendagri ), Jenderal.Purn.Agum Gumelar ( Mantan Menko Polkam ), Ir.H. Jumhur Hidayat.MM.( Menteri LH), Drs.H.Paskah Suzetta ( mantan Menteri/ Ketua BAPPENAS ), Komjend.Pol.Purn.Taufiqurrahman Ruky. ( mantan Ketua KPK ), Ir.H.Bey Mahmudin. ( Mantan Pejabat Gubernur Jabar ), Dr.H.Herman Suryatman ( Sekda Jabar ), Komjend.Pol.Purn.Iwan “Bule” ( Mantan Pj/Plt.Gubernur Jabar ), Dr (HC) Halimah Munawir/Bunda Halimah (Pengusaha/Tokoh Sunda di Betawi, Ketua Komunitas Obor Sastra), Komjend.Pol.Purn.Makbul.P. dll. Pasamoan Inohong Sunda tersebut diatas, memberdayakan kembali Idealisme – Profesionalisme- Patriotisme Ki Sunda.
Menjunjung tinggi Idealisme, Integritas kultural, loyalitas Nasional dan Solidaritas sosial, Patriotisme cinta tanah air, berkiprah sebagai wujud penggunaan fikiran dan perasaan yang mengkristal, untuk mematahkan keterbelengguan baik dari aspek kultur maupun Struktur, tidak berjiwa pioneer, bengkung ngariung bongkok ngaronyok yang melukiskan belenggu kultural dan menjadikan ketidak berdayaan. Oleh karena itu Pasamoan Inohong Sunda tersebut, yang berhimpun dalam MMS/ MAJELIS MUSYAWARAH SUNDA sebagai Gunung Pananggeuhan , pelan tapi Pasti, akan mengikis dan mematahkan belenggu Kultural tersebut, supaya kondusif terhadap tumbuhnya keberdayaan, dengan melakukan langkah mengikat pola Governance, supaya kalau “Bekerja” tidak Cacag Nangkaeun, sehingga nanti langkah yang dibangun bagi berfungsinya semua proses kegiatan , baik individu maupun masyarakat Sunda dalam mencapai apa yang menjadi cita citanya, seperti obrolan Inohong Sunda Laksamana.Purn.Dr.H. Ade Sopandi, ” makin besar ombak yang dihadapi pelaut, maka akan semakin ulung si Pelaut tersebut”.
Seperti juga yang disampaikan Dr.Ir.H.Burhanuddin Abdullah.MA. sebagai Pinisepuh 1 Presidium MMS, beliau mengutarakan , tempat berpijaknya Ki Sunda, secara geografis seperti Indonesia, diberkahi Sumberdaya alam yang melimpah, serta Pemikir Pemikir yang cerdas, namun langkahnya cukup lamban, beberapa faktor karena mentalitas dan perilaku masyarakat yang tak kunjung berubah, Beliau menyarankan kita semua , harus segera dapat mengubah pola berfikir dari yang sibuk memikirkan diri sendiri, saling menghancurkan dan cepat puas dari apa yang dimilikinya, menjadi pola fikir untuk terus berusaha meningkatkan Integritas demi meningkatkan daya saing dalam berbagai Sumberdaya ( Manusia, Ekonomi, Politik, Sarana prasarana, Waktu dan Komunikasi dll ), bukan lewat “Pembinaan” melainkan Self Appraisal, karena kalau masyarakat terlalu banyak dan Pagaliwotanya pembinaan, akan membingungkan , dan masyarakat menjadi Jantungeun tur Sawan kuya menunggu petunjuk dari atas, oleh karenanya polanya harus Self Appraisal ( Menaksir sendiri ) yang dipancing lewat Reformasi diri ( Etika), Pengembangan diri ( Logika ), bermental Entrepreneur ( Estetika ).akan membentuk hakekat kemanusiaan ( the nature of human being ).
Sekda Provinsi Jawa Barat, Dr.H.Herman Suryatman.MSi.MM. mengutarakan Pemprov. Jabar akan segera membentuk Holding Company BUMD BUMD Jabar, yang dinamai Sanggabuana, supaya dengan adanya Holding Company, para Komisaris, Direksi dan komponennya BUMD, memiliki Profesionalisme yang rasional proporsional dalam berkarya nyata, membuktikan bahwa BUMD mampu menjadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi, dan menanggapi tuntutan masyarakat untuk lebih efektif dan efisien dalam menyampaikan layanan ( Service Excellence ) dalam kesetaraan, dimana nantinya para Komisaris, Direksi, Manager dan komponennya berkewajiban moral membangun mental dan Kompetensi Entrepreneur, mental Inovatif, Kompetitif dan Produktif, bukan jadi Benalu atau mangandeuh Pemerintah Daerah.
Dalam bincang bincang dengan penulis, Komjend.Pol.Purn.Dr.H.Akhmad Wiyagus.MM./ Wamendagri, mengisyaratkan, bahwa Positifnya Pasamoan Inohong Sunda ini, ibarat kunci membangun Bangsa yang Sehat, Individu yang sehat, pemimpin yang sehat ( Holistik Aporoach ), jasmani yang sehat, mencintai dan menghormati, nalar yang cerdas, kreatif, akhlak, moral , nilai nilai kearifan.
Juga menambahkan agar MMS juga mampu meraih atau ngagupay para inohong Petani, Nelayan, Peternak, Pendidik, Pengajar, Pesantren, Pedagang, Seniman Seniwati, Budayawan, Olahraga dll, sehingga MMS sebagai gunung pananggeuhan menggambarkan Partnership dan Introspeksi dan Partner in Responsibility. Tidak lupa Penulis sampaikan terimakasih atas jehadirannya, kepada : Rektor Univ.Indonesia yang berkenan membawa beberapa Dekan Fakultasnya, Kang Dindin S Maolani, Dr.Hj.Halimah Munawir, Drs.H.A.Numan Abdul Hakim, Kang.Komjend.Pol.Purn.Drs.H.Adang Daradjatun, Prof.H.Dailami Firdaus.dll.
Terakhir, marilah kita semua Ki Sunda, dengan kekuatan kita yang optimis, dan masih memiliki nurani kepedulian terhadap kelangsungan hidup Bangsa, mari kita dorong Bangsa Indonesia melalui Majelis Musyawarah Sunda/ MMS, untuk lebih maju, dengan masa lalu Sejarah Sunda bihari, sebagai landasan evaluasi, tanpa menghujat dan mencaci maki, tetapi berbuat Positif.
Salam Bahagia.
===== 00000 =====
( Penulis. Ernawan S Koesoemaatmadja / Pinisepuh X Presidium MMS.).












