MajmusSunda News, Jum’at (29/5/2026) – Artikel Berjudul “Merger Akuisisi & Afiliasi dalam Dinamika Pendidikan” ini ditulis Oleh : Ernawan S Koesoemaatmadja/Pensiunan Guru Toge. Penulis merupakan Pinisepuh Pamangku Sunda/ Majelis Musyawarah Sunda, di dunia Industri (Textile,Bank, Perkebunan) pernah menjadi GM.Finance, GM.HRD, dan Direktur HRD di Rumah Sakit. Di dunia Pendidikan pernah menjadi Wakil Rektor bid.Kemahasiswaan &Alumni, Wakil Rektor bid.Sumberdaya dan Legal.
Dalam Lembaga Pendidikan, banyak proses *Merger- Akuisisi- Afiliasi*, yang tidak berjalan lancar, bahkan beberapa diantaranya menemui kegagalan. Padahal dalam prosesnya, fihak fihak yang terlibat seringkali merasa telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Apabila diteliti lebih mendalam, ternyata masalah yang timbul didalam proses tersebut, adalah terlupakannya sisi *Sumberdaya Manusia(SDM), yang belum berubah menjadi Sumberdaya Insani (SDI)*, yang ternyata merupakan faktor yang teramat Penting, tetapi kurang diperhitungkan dalam proses *perencanaan*.

Yang umum terjadi, konsentrasi perencanaan *MAA*, hanya terfokus kepada masalah *Keuangan dan Legal (Hukum)* semata, dan peran SDM/SDI yang harus menjalankan prosesnya menjadi terlupakan. Yang menjadi pertanyaan, apakah yang seharusnya dilakukan serta menjadi perhatian oleh Lembaga atau Organisasi, khususnya Kepala Sekolah/Direktur/ Rektor serta Yayasan, guna memperlancar program MAA tersebut.
PADA DASARNYA PROSES MAA, dibagi menjadi 3 ( tiga ) Bagian : 1.Pra Integrasi. 2.Periode Integrasi. 3. Pasca Integrasi. Pada kenyataannya yang terjadi didalam Pra Integrasi, memiliki masalah yang sama dengan dengan masa Pasca Integrasi, sedangkan periode Integrasi memiliki Proses dan masalah yang sedikit berbeda.
1.PRA & PASCA INTEGRASI.
Masalah masalah yang sering dihadapi dalam tahap ini, adalah khusus dalam bidang SDM/SDI, adanya perbedaan dalam aspek/ bidang dibawah ini : *1.Rules & Regulation*, pada aspek ini, perbedaan yang terjadi seringkali dianggap mempersulit para Pegawai ( Guru, Dosen dan Tenaga Kependidikan ), karena belum terbiasanya mereka dengan peraturan peraturan yang baru diterapkan oleh Fihak yang baru ). Contoh : yang sering terjadi adalah adanya perbedaan dalam aturan aturan seperti ijin, prosedur pemindahan, jam kerja, tanggal pembayaran gaji dll.
2.*Compensation & Benefit*.
Hal ini merupakan salah satu issue yang paling sensitif, dalam proses MAA/Merger- Akuisisi – Afiliasi. adanya perbedaan System dan jumlah yang Significant, diantara para pegawai atau komponen akan menimbulkan suasana tidak nyaman *( Volatile Environment ) *Volatile Environment*, sehingga dapat mengganggu dinamika produktivitas kerja.
*3.Corporate Culture & Custom*,
Perbedaan Budaya dan Disiplin Kerja, juga menjadi kendala dalam proses ini, oleh karena menggabungkan 2 ( dua ) fihak yang memiliki kebiasaan kerja, pola fikir, cara decision making yang berbeda, untuk bekerja bersama sama bukanlah hal yang mudah.
*4.Leadership Styles*,
Yang dimaksud dengan gaya kepemimpinan , adalah gaya kepemimpinan Struktur Tertinggi , yang menguasai Organisasi atau Lembaga.
Biasanya setiap Pegawai ( Guru, Dosen, Tenaga Kependidikan ), akan merasa lebih nyaman apabila dipimpin dengan pola Kepemimlinan yang lana, sehingga akan timbul *Resistensi* diantara mereka, apabila Pemimpin yang baru memiliki gaya kepemimpinan yang jauh berbeda, bila dibandingkan dengan Pemimpin sebelum masa MAA.
*5. Management Styles*,
Adalah bagaimana cara Yayasan, Organisasi, Lembaga tersebut menjalankan sistem operasinya, sebagai contoh : ada lembaga yang menjalankan roda aktivitasnya secara *Agresif*, dengan tujuan untuk mendapatkan Murid atau Mahasiswa dengan keuntungan yang sebanyak banyaknya.
Sebaliknya, ada juga yang menjalankannya secara *Konservatif*, karena lebih mementingkan kelangsungan hidup Organisasi/ Lembaga dibanding dengan keuntungan besar. Perbedaan gaya manajemen yang terlalu jauh, biasanya akan membuat banyak terjadi benturan dalam membuat perencanaan kerja dan Implementasinya.
Untuk mengurangi benturan benturan yang timbul, diantara Pegawai dan komponen dalam proses MAA , ada baiknya apabila dilakukan beberapa kegiatan yang bertujuan untuk saling memperkenalkan 2 ( dua ) Culture yang saling berbeda tsb, diantaranya :
*a.Employee Gathering*, mempertemukan para Pegawai dan unsur komponen dengan Yayasan baru, dalam suatu acara khusus guna saling memperkenalkan keduanya.
*b.Roadshow*, memberikan Informasi kepada para Pegawai sebab sebab terjadinya MAA serta Implikasinya.
*c. Divisional Meeting*, menyatukan peraturan, sistem, prosedur. yang berbeda, serta menyamakan Persepsi diantara keduanya.
*D. Education, Company Outing, Sports & Relibion Activity*, kegiatan yang bersifat informal, diantara para Guru, Dosen, Tenaga Kependidikan beserta komponen Yayasan, dari latar belakang yang berbeda, dapat saling bertemu dsn lebih mengenal antara satu dan lainnya.
*E.Informal Hours*, suatu forum dimana Yayasan, dan Guru, Dosen serta Tendik, Komite Sekolah/ Majelis Wali Amanah, dapat saling terbuka antara satu dan lainnya.
***
Judul: Merger Akuisisi & Afiliasi dalam Dinamika Pendidikan
Penulis: Ernawan S Koesoemaatmadja
Editor: Raka Alvaro Triputra












