MajmusSunda News – Bandung, Selasa (16/06/2026) – PT Majmu Musti Sundaya memberikan Penghargaan MajmusSunda News kepada 30 orang/lembaga pada acara Silaturahmi dalam rangka Syukuran berdirinya MajmusSunda News, pada hari Minggu, 14 Juni 2026, bertempat di Hotel Holiday Inn Pasteur Bandung.
Penerima Penghargaan MajmusSunda News ini terdiri dari Penulis Produktif (7 orang), Penulis dengan Pembaca Terbanyak (7 orang), Inovator (5 orang), Perguruan Tinggi yang Berkolaborasi dengan Media (5 perguruan tinggi), dan Lembaga yang Berkolaborasi dengan Media (7 lembaga).
Penghargaan bukanlah sekadar selembar piagam atau trofi yang dipajang di etalase. Sejatinya, ia adalah sebuah pengakuan—sebuah penghormatan tulus atas dedikasi yang sering kali tumbuh dalam senyap, jauh dari keriuhan panggung utama, namun denyutnya terasa nyata bagi masyarakat.
MajmusSunda News hadir sebagai jembatan apresiasi bagi mereka yang mendedikasikan hidupnya untuk ngamumule (merawat) akar budaya, memicu inovasi, dan memperkuat ketahanan sosial.
- Penulis Produktif



Daftar penerima penghargaan ini dipuncaki oleh jajaran intelektual yang menjadi pancer atau pusat pemikiran strategis bagi bangsa. Kehadiran mereka bukan sekadar pemanis daftar, melainkan penegas bahwa setiap perubahan sosial yang berkelanjutan haruslah berlandaskan pada nalar yang sehat dan riset yang mendalam. Para tokoh ini adalah penulis produktif yang memperoleh penghargaan:
• Prof. Dr. Ir. H. Agus Pakpahan, M.S.
• Prof. Yudi Latif, Ph.D.
• Ir. Entang Sastraatmadja
• Dr. Ernawan S. Koesoemaatmadja, M.Psi., M.B.A.
• Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, DEA
• Ir. Oman Abdurahman, M.T.
• Ambu Rita Laraswati
Mulai dari pemikiran Prof. Yudi Latif tentang kebangsaan hingga dedikasi Prof. Ganjar Kurnia dalam melestarikan nilai-nilai kesundaan, mereka membuktikan bahwa kecendekiaan adalah alat perjuangan yang paling tajam. Mereka tidak hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga turun ke tengah masyarakat untuk memastikan kearifan lokal tetap relevan di tengah gempuran globalisasi.
- Penulis dengan Pembaca Terbanyak
Di era ketika informasi datang silih berganti secepat kedipan mata, menulis adalah cara paling elegan untuk mengabadikan peradaban. MajmusSunda News memberikan penghormatan khusus kepada para penulis yang tetap setia pada jalan sunyi literasi, terutama mereka yang menjaga Basa Sunda agar tidak lekang oleh zaman.
Penerima Penghargaan Kategori Penulis dengan Pembaca Terbanyak:






• Prof. Dr. Chye Retty Isnendes, S.Pd., M.Hum. – Akademisi dan sastrawati yang menjadi garda terdepan dalam merawat marwah sastra Sunda.
• Ratu Raja Okki Susyani Jusuf Judanagara, M.Sc., M.M. – Sosok yang mampu memadukan kedalaman riset dengan narasi yang menyentuh nurani.
• Ir. Asep Ruslan – Penulis yang produktif menyuarakan gagasan-gagasan konstruktif demi kemajuan komunitas.
• Asep GP – Konsisten mengolah kata menjadi inspirasi bagi para pembaca setianya.
• Ir. Asep (HC) Arie Barajati & Asep Zaenal Mustofa, S.K.M., M.Epid. – Membuktikan bahwa latar belakang teknik dan kesehatan bukanlah penghalang untuk menjadi motor penggerak literasi yang berdampak.
Produktivitas para penulis ini, mulai dari ranah sastra hingga tulisan teknis, adalah benteng pertahanan terakhir bagi identitas budaya kita di jagat digital.
- Inovator


Kemajuan sebuah bangsa juga diukur dari keberanian individu dalam menciptakan solusi atas masalah nyata. MajmusSunda News memberikan apresiasi tinggi kepada para inovator dan penulis yang memiliki daya jangkau pembaca yang luas, membuktikan bahwa gagasan hebat akan selalu menemukan jalannya kepada publik.

• Hendra Inovator: Sosok di balik penciptaan kantong plastik berbahan singkong yang ramah lingkungan.
• Bunda Halimah: Penulis yang mampu memikat hati ribuan pembaca melalui karya-karyanya.
• Mira Miharja, Iwan Sulistiawan, dan Eep S. Maqdir: Jajaran penulis yang berhasil membuktikan bahwa literasi memiliki kekuatan untuk menggerakkan massa.
“Inovasi plastik singkong karya Hendra bukan sekadar penemuan teknis; ini adalah manifesto kearifan lokal yang menjawab tantangan ekologis global. Ia membuktikan bahwa solusi masa depan sering kali tersembunyi di tanah yang kita pijak sendiri.”
- Lembaga

Kemanusiaan dan Pengabdian: Dari Kesehatan hingga Siaga Bencana
Kepedulian terhadap sesama adalah perwujudan tertinggi dari peradaban. MajmusSunda News memberikan penghormatan kepada lembaga-lembaga yang bekerja di garis depan kemanusiaan, menjaga ketahanan sosial kita dari berbagai ancaman:
• Adinkes Training Center & Ikkesindo: Memperkuat sistem kesehatan melalui peningkatan kompetensi konsultan dan tenaga medis.
• Pos Gabungan Siaga Bencana (Posgab) Jawa Barat: Garda terdepan dalam mitigasi dan aksi cepat saat bencana melanda, menunjukkan semangat gotong royong yang murni.
• Penggiat Anti Narkoba Indonesia (PANI): Pejuang tanpa lelah yang menjaga generasi muda dari kerusakan moral dan fisik akibat narkotika.
• Yayasan Dilans Indonesia: Suara bagi inklusivitas, memastikan bahwa setiap individu, termasuk kawan-kawan disabilitas, memiliki hak dan ruang yang setara untuk berkarya.
Indonesia memiliki modal sosial yang luar biasa unik, salah satunya adalah Paguyuban Asep Dunia. Ini bukan sekadar perkumpulan nama yang sama, melainkan sebuah fenomena jejaring sosial yang menunjukkan betapa sebuah identitas sederhana bisa dikonversi menjadi kekuatan pemberdayaan masyarakat yang masif.
Selain itu, kehadiran Paguyuban Sastrawati Sunda (PATREM) menegaskan peran sentral perempuan dalam menjaga ekosistem sastra. PATREM bukan hanya sekumpulan penulis, melainkan rahim yang melahirkan generasi baru penjaga bahasa Sunda. Keduanya menunjukkan bahwa kekuatan komunitas adalah kunci dalam menjaga resiliensi budaya di Jawa Barat.
- Perguruan Tinggi

Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral sebagai “menara air” yang membagikan ilmu ke segala arah. Berikut adalah institusi yang diakui atas kontribusi strategisnya dalam pengembangan SDM dan kebudayaan:
ISBI Bandung — Kawah candradimuka bagi para seniman; penjaga api kreativitas seni tradisional Jawa Barat agar tetap menyala.
Pusat Budaya Sunda UNPAD — Jangkar akademis yang melakukan sinkronisasi antara nilai luhur Sunda dengan kajian sains modern.
FPBS Universitas Pendidikan Indonesia — Benteng pertahanan literasi dan pendidikan bahasa yang mencetak para pendidik berkarakter.
Poltekkes Kemenkes RI Bandung — Transformator sumber daya manusia di bidang kesehatan yang berorientasi pada pengabdian masyarakat.
Lembaga-lembaga ini adalah perwujudan dari rasa kasih (silih asih) yang menjadi fondasi masyarakat Sunda sejak dahulu kala.
Semoga semangat para tokoh dan lembaga yang menerima penghargaan ini memantik api inspirasi dalam diri kita untuk mulai berkontribusi, sekecil apa pun itu. Demi hari esok yang lebih gemilang.
Judul: Menyingkap Para Penggerak: Sosok-Sosok Inspiratif di Balik Penghargaan MajmusSunda News
Penulis: Asep Zaenal Mustofa
Editor: Parkah












