MajmusSunda News – Jatinangor, Minggu (21/06/2026) – Mendiktisaintek Ajak Akademisi untuk menghadirkan solusi konkret bagi pembangunan nasional melalui kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan ekonomi global dan memperkuat kemandirian bangsa. Banyak negara saat ini menghadapi tekanan ekonomi yang tidak mudah, terutama yang berkaitan dengan ketergantungan terhadap mata uang asing, rantai pasok energi, serta fluktuasi ekonomi global.
Demikian disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, pada Rapat Kerja Nasional Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (Rakernas MDGB PTNBH) 2026 bertema “Kampus Sehat: Membangun Ketahanan Fisik, Mental, Sosial, dan Ekologis Menuju Masa Depan Berkelanjutan” di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur Nomor 35, Bandung, pada Jumat, 19 Juni 2026.
“Banyak hal ketergantungan dengan negara lain yang sangat besar. Ternyata membuat suatu negara menjadi tidak cukup siap ketika terjadi gejolak-gejolak tertentu. Ini terjadi hampir di semua negara,” ujar Prof. Brian dalam paparannya sebagai pembicara kunci yang berjudul “Arah Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam Penguatan Kampus Sehat dan Berkelanjutan” pada hari kedua Rakernas MDGB PTNBH 2026.
Prof. Brian menekankan pentingnya transformasi teknologi sebagai solusi jangka panjang, serta percepatan penggunaan teknologi energi yang lebih efisien. Menurutnya, beberapa kajian akademik telah menunjukkan bahwa teknologi berbasis listrik dapat memberikan efisiensi biaya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kunci kemajuan bangsa terletak pada kemandirian, inovasi teknologi, serta keberanian untuk melakukan perubahan budaya kerja dan tata kelola. Perguruan tinggi, khususnya guru besar, diharapkan menjadi lokomotif pemikiran dan inovasi dalam mendukung transformasi tersebut.
“Mari kita fokus memberikan effort maksimal. Kunci dari kemajuan suatu negara adalah kemandirian,” kata Prof. Brian.
Prof. Brian mengajak seluruh akademisi untuk memperkuat kontribusi nyata dalam pembangunan. Ia menekankan bahwa kontribusi tersebut tidak hanya melalui kajian ilmiah, tetapi juga melalui solusi konkret yang dapat menjawab persoalan bangsa secara langsung.
“Saya mohon Bapak dan Ibu Guru Besar di PTNBH, saya tahu Bapak dan Ibu tidak mencari apa-apa lagi kecuali kontribusi untuk negara. Mari kita sama-sama membantu. Jika ada temuan, terobosan, atau usulan, silakan disampaikan,” ajak Prof. Brian.
Narahubung:
Media Relations
Kantor Komunikasi Publik
Universitas Padjadjaran
Email. humas@unpad.ac.id
Judul: Mendiktisaintek Ajak Akademisi Hadirkan Solusi Konkret untuk Pembangunan Nasional
Jurnalis: AGP
Editor: Parkah












