Memahami Proses Adolescentian, dalam Perjalanan Masa Remaja

Oleh : Ernawan S Koesoemaatmadja (Guru Toge)

MajmusSunda News, Rabu (01/07/2026) – Artikel Berjudul “Memahami Proses Adolescentian, dalam Perjalanan Masa Remaja” ini ditulis Oleh : Ernawan S Koesoemaatmadja/Pensiunan Guru Toge. Penulis merupakan Pinisepuh Pamangku Sunda/ Majelis Musyawarah Sunda, di dunia Industri (Textile,Bank, Perkebunan) pernah menjadi GM.Finance, GM.HRD, dan Direktur HRD di Rumah Sakit. Di dunia Pendidikan pernah menjadi Wakil Rektor bid.Kemahasiswaan &Alumni, Wakil Rektor bid.Sumberdaya dan Legal.

Pada suatu waktu datang seorang Remaja, minta waktu untuk berbicara dengan Saya, sesudah dipersilahkan duduk di ruangan, dengan ragu ragu dia berbicara :…Pak..saya ingin ngobrol..ingin curhat…”. “…lho siapa yang melarang kamu mau ngobrol sama Saya, ..kenapa ingin curhat?..ada masalah dengan pacar kamu ya ?” Selorohku. Si anak remaja tersenyum :”…anu..anu..Pak, pokoknya ada sesuatu yang ingin saya utarakan,…tapi..tapi ..saya malu juga sebenarnya..”. Saya cepat menimpali :”..Tidak usah malu, silahkan saja utarakan,…eehhh..tapi kamu sehat sehat saja kan ?.” “..Alhamdullilah..Pak..”

Setelah sedikit tertawa, anak tersebut merenung sejenak, menerawang keatas langit langit ruangan kerja, sepertinya sulit sekali untuk mengeluarkan perasaannya, tetapi akhirnya mulutnya terbuka juga :…eehh..anu Pak, begini..akhir akhir ini saya nggak bisa konsentrasi belajar, bermain, di rumah inginnya marah marah saja, jadi sering bentrok dengan kakak, dengan Ayah, dengan Ibu,…pokoknya saya gelisah…” “..baiklah..tapi coba utarakan yang kamu rasakan, kegelisahan yang bagaimana yang paling menguasai perasaan kamu…”. Si remaja menjawab sambil menatap mata saya dengan serius :*”…Saya merasa kosong , sepi dan sedih, tetapi tidak tahu apa sebabnya…”*.

Itulah sepenggal awal pembicaraan tersebut, Remaja tersebut dengan Saya selaku Konsultan Psikologi, dan hal seperti diatas banyak sekali menimpa anak anak seusia mereka, diawali dengan kasus yang sama , dan semacam itu sering sekali terjadi diantara mereka. *Hal semacam kasus diataslah* yang cukup banyak penulis hadapi, saat masih aktif menjadi Konsultan Psikologi, disamping kasus kasus lain seperti klinis dsb.

Kasus atau phenomena phenomena remajalah yang menarik untuk saya kupas secara umum, serta pelbagai perubahan kejiwaan pada masa remaja *( Adolescentia )*., kondisi maupun ciri ciri dari masa ini :
a.*Gelisah dan tidak tenang*, menentang lingkungan , menurunnya prestasi Sekolah, gairah mengikuti kegiatan sosial menurun.
b.*Kurang perduli terhadap kesenangannya*, dan kewajibannya, sehingga prestasinya seringkali gagal.
c.*Mudah tersinggung*, perasaannya labil dan mudah berganti ganti.

Didalam salah satu bukunya *Charlotte Buchler* menyebutkan *( pre)* Pubertas adalah masa yang merupakan masa *Negatif*, dia menggambarkan keadaan anak Puber dalam masa Negatif. Jadi dengan demikian , mulai masa pubertas, dimana terhitung si remaja mulai senang kembali, senang bekerja, badannya mulai sehat dan berkeinginan untuk beraktivitas lebih besar.

Mereka kebanyakan menggambarkan suasana hatinya dengan kata kata :”….Pak..saya mengharapkan sesuatu , tetapi tidak tahu, apa yang diharapkan….”. Anak anak pada masa Pubertas ini, selalu mencari sesuatu, tetapi tidak menemukan, sehingga timbul *Kekosongan* tersebut, dan mulai timbul pertanyaan, *SIAPAKAH SAYA INI*???, Kadangkala merasa dirinya kecil dan tidak mampu menolong dirinya.

Didalam masa ini mulai timbul kesadaran akan *AKU*, Akan harga diri, artinya :*Anak Puber sadar akan/ bahwa dirinya merupakan suatu AKU, suatu pribadi yang berdiri sendiri..*. Kesadaran akan AKU ini, menimbulkan kecenderungan untuk membantah, menentang lingkungan dan *KOPPIG* alias keras kepala, akibatnya sering timbul konflik dengan Orang Tua dan Lingkungan Mereka menganggap AKU-nya penting, dan merasa dirinya sudah DEWASA, bertindak seperti orang dewasa, Anak Puber Wanita, biasanya bertingkah laku sebagai gadis dewasa, senang berdandan, ingin dipuji dll, tetapi disamping itu, anak anak puber menyadari kelemahan dan kekurangannya, ia sebetulnya membutuhkan bimbingan dan bantuan dari orang dewasa, Orang Tuanya, termasuk Guru dan Senior atau Pembinanya, tetapi mereka malu untuk memintanya.

*Tingkah lakunya* penuh dengan pertentangan pertentangan, kesombongan dan butuh akan simpati, ketegasan dan keraguan, merasa bisa dan sanggup , tapi butuh pertolongan , oleh karena itu disebut *PERIODE KONTRAS*. Seringkali konflik dengan lingkungan, dengan teman, mencari kontak ( via Medsos dll ), perhatian kepada teman dari *Sexe* lain, sehingga kadangkala menimbulkan beberapa kesukaran yang sering mereka hadapi.
*1.Kelainan Dalam Individu.*
_________________________
Proses ini adalah proses melepaskan diri dari Orang Tua.*( ingin lepas dan Tidak ingin lepas )*.seringkali mereka membuat PROVOKASI dengan berbagai tindakan yang dianggap lebih berani, agar menimbulkan reaksi pada orangtuanya.
Sikap orangtua maupun orang dewasa dalam masa ini, sangat sukar ditentukan, karena pada satu fihak anak minta pengertian, tetapi difihak lain mereka tidak mau dimengerti.

*PUBERTAS* memang merupakan suatu masa *KRISIS* juga *KRITIS*, yang mempunyai makna Psikologis yang menarij tanpa konflik konflik, dalam masa ini ( PUBERTAS ), si Anak tidak mempunyai kesempatan untuk melepaskan diri dan untuk membentuk dirinya. *Tanpa adanya konflik*, maka perkembangan tidak akan terjadi pada mereka, dimana mereka membutuhkan adanya konflik konflik, untuk memikirkan kesulitan dan masalahnya untuk MENCARI dirinya sendiri ( Jati dirinya ), oleh karenanya perilaku MELAMUN adalah suatu gejala yang normal, pada anak anak remaja ini.
*2.Anak Tidak Mau Melepaskan diri*.
________________________
Mereka tidak mau individu, lebih suka tetap penurut, lebih suka menyenangkan orang tua, tidak mau turut campur dengan Lelaki/ Perempuan lain , senang tinggal dirumah, tidak ingin pergi, tidak berani protes terhadap Orang Tua serta tidak menunjukkan Inisiatif.

Kasus anak remaja no.2. Ini *Lebih Sukar daripada Kasus No.1.*, karena mereka lebih suka banyak anjuran pelbagai cara untuk melepaskan diri, agar mereka dapat melepaskan diri , dan belajar mencari jalan sendiri. Kalau mereka tidak belajar dalam masa ADOLESCENTIA ini, pada masa Dewasa nanti akan timbul pelbagai kesukaran lain yang akan menimpanya.

Apabila tidak diberi pengarahan, tuntunan kearah jalan terbaik, mereka bisa mengarah pada kecenderungan perilaku Penyimpangan *(ABNORMAL)*, yaitu merupakan penyimpangan dari norma norma Sosial *( DEVIATION FROM SOCIAL NORMS )* lebih bersifat *CULTURAL RELATIVES*, atau bisa pula disebut sebagai Perilaku yang *MALADAPTIVE* ( tidak dapat menyesuaikan diri )., penyebabnya banyak hal. :
a. Perbedaan dan Perubahan pandangan terhadap penyebab.
b. Faktor faktor Biologis ( Genetic, gangguan gangguan fisik, dan kelainan fungsi otak ).
c. Faktor faktor *Psikologic*.( pola asuh, aturan aturan keluarga, Pengalaman Traumatik, hambatan relasi Interpersonal, Stress.).
d. Faktor faktor Sosiokultural. ( Perang dan kekerasan, prasangks dan diskriminasi kelompik, ekonomi dan pengangguran, percepatan teknologi dan perubahan Sosial, kepadatan penduduk dan kekerasan Ekologi ).

===== 00000 =====

***

Judul: Memahami Proses Adolescentian, dalam Perjalanan Masa Remaja
Penulis: Ernawan S Koesoemaatmadja
Editor: Raka Alvaro Triputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *