MajmusSunda News, Kolom OPINI, Jawa Barat, Rabu (19/11/2025) – Artikel dalam Kolom OPINI berjudul “Kesiapan Bulog Menyambut Panen Gadu 2025” ini ditulis oleh: Ir. Entang Sastraatmadja, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat dan Anggota Forum Dewan Pakar Pertanian dan Pembangunan Pedesaan, Majelics Musyawarah Sunda (MMS).
Panen gadu adalah istilah yang digunakan dalam pertanian, khususnya untuk tanaman padi. Gadu sendiri berarti “kering” atau “tanpa air”, jadi panen gadu adalah panen padi yang dilakukan pada musim kemarau, di mana sawah sudah kering dan padi siap dipanen. Biasanya, panen gadu dilakukan setelah musim hujan berakhir dan sawah sudah tidak tergenang air lagi.

Tantangan yang dihadapi saat musim panen gadu adalah pertama terkait dengan kekeringan. Musim kemarau dapat menyebabkan kekeringan, sehingga tanaman padi menjadi stres dan produksi menurun. Kedua, Hama dan Penyakit. Musim kemarau juga dapat meningkatkan populasi hama dan penyakit, seperti wereng dan blas, yang dapat merusak tanaman padi.
Ketiga, kualitas gabah. Panen gadu dapat menghasilkan gabah yang kering dan berkualitas rendah, sehingga harga jualnya lebih rendah. Keempat, kesulitan mengairi sawah. Musim kemarau dapat menyebabkan kesulitan mengairi sawah, sehingga tanaman padi tidak mendapatkan air yang cukup. Kekima, peningkatan biaya produksi. Musim kemarau dapat meningkatkan biaya produksi, seperti biaya pengairan dan pengendalian hama, sehingga pendapatan petani menurun.
Atas gambaran demikian, petani perlu melakukan strategi yang tepat untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut, seperti menggunakan varietas padi yang tahan kekeringan, melakukan pengendalian hama dan penyakit, dan meningkatkan efisiensi penggunaan air.
Selanjutnya bagaimana dengan keberadaan para Penyuluh Pertanian? Kesiapan para penyuluh pertanian sangat penting dalam menghadapi tantangan musim panen gadu. Penyuluh pertanian harus siap untuk memberikan informasi dan bimbingan kepada petani tentang cara menghadapi kekeringan, hama, dan penyakit, serta meningkatkan kualitas gabah.
Beberapa hal yang perlu dilakukan oleh penyuluh pertanian adalah:
1. Meningkatkan Pengetahuan. Penyuluh pertanian harus meningkatkan pengetahuannya tentang teknologi pertanian yang tepat untuk menghadapi musim kemarau.
2. Membuat Rencana. Penyuluh pertanian harus membuat rencana untuk menghadapi musim panen gadu, termasuk identifikasi daerah yang rawan kekeringan dan hama.
3. Menghubungi Petani. Penyuluh pertanian harus menghubungi petani untuk memberikan informasi dan bimbingan tentang cara menghadapi musim panen gadu.
4. Menggunakan Media. Penyuluh pertanian dapat menggunakan media seperti radio, televisi, dan internet untuk menyebarkan informasi tentang cara menghadapi musim panen gadu.
5. Mengadakan Pelatihan. Penyuluh pertanian dapat mengadakan pelatihan untuk petani tentang cara menghadapi musim panen gadu, termasuk penggunaan teknologi pertanian yang tepat.
Dengan demikian, penyuluh pertanian dapat memainkan peran penting dalam membantu petani menghadapi tantangan musim panen gadu.
Tak kalai penting untuk didalami lebih dalam adalah terkait dengan keberadaan Perum Bulog. Peran Bulog (Badan Urusan Logistik) dalam menghadapi tibanya panen gadu adalah :
1. Membeli Gabah. Bulog membeli gabah dari petani dengan harga yang kompetitif untuk membantu meningkatkan pendapatan petani.
2. Menyimpan Gabah
Bulog menyimpan gabah yang dibeli dari petani untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.
3. Mengatur Distribusi. Bulog mengatur distribusi gabah ke daerah-daerah yang membutuhkan untuk menjaga ketersediaan pangan.
4. Mengontrol Harga. Bulog mengontrol harga gabah untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi petani dari harga yang rendah.
5. Meningkatkan Kualitas. Bulog meningkatkan kualitas gabah dengan melakukan pengolahan dan pengemasan yang baik.
Catatan penting atas hal demikian,, Bulog dapat memainkan peran penting dalam membantu petani menghadapi tantangan musim panen gadu dan menjaga stabilitas harga pangan.
Menghadapi panen gadu November-Desember 2025, Bulog sebaiknya menempuh beberapa terobosan cerdas, seperti :
– Meningkatkan Penyerapan Gabah. Bulog harus meningkatkan penyerapan gabah dari petani dengan harga yang kompetitif, yaitu Rp6.500 per kilogram, untuk membantu meningkatkan pendapatan petani.
– Memperkuat Sinergi. Bulog harus memperkuat sinergi dengan TNI, Babinsa, aparat desa, dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) untuk mendampingi petani sejak proses tanam hingga pasca panen.
– Memonitor Harga. Bulog harus memantau harga gabah di lapangan untuk memastikan petani memperoleh kepastian pasar dan harga yang stabil.
– Membuka Peluang Komersial. Bulog dapat membuka peluang komersial dengan standar kualitas yang sesuai pasar jika harga gabah lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah.
– Meningkatkan Kualitas. Bulog harus meningkatkan kualitas gabah dengan melakukan pengolahan dan pengemasan yang baik untuk meningkatkan nilai jual gabah.
Sebagai catatan penutup tulisan kali ini, jelas terungkap, Bulog dapat memainkan peran penting dan strategis dalam membantu petani menghadapi tantangan musim panen gadu dan menjaga stabilitas harga pangan.
***
Judul: Kesiapan Bulog Menyambut Panen Gadu 2025
Penulis: Ir. Entang Sastraatmadja
Editor: Jumari Haryadi












