Bonum Supponendum Et Malun Probandum, Dinamika dalam Berkehidupan Sekarang

Oleh : Ernawan S Koesoemaatmadja (Guru Toge)

MajmusSunda News, Jum’at (07/08/2026) – Artikel Berjudul “Bonum Supponendum Et Malun Probandum, Dinamika dalam Berkehidupan Sekarang” ini ditulis Oleh : Ernawan S Koesoemaatmadja/Pensiunan Guru Toge. Penulis merupakan Pinisepuh Pamangku Sunda/ Majelis Musyawarah Sunda, di dunia Industri (Textile,Bank, Perkebunan) pernah menjadi GM.Finance, GM.HRD, dan Direktur HRD di Rumah Sakit. Di dunia Pendidikan pernah menjadi Wakil Rektor bid.Kemahasiswaan &Alumni, Wakil Rektor bid.Sumberdaya dan Legal.

Anaksimander ( Murid Thales ) menyebutkan To Apeiron To Ateipov, bahwa sumber realitas, adalah sesuatu yang tidak terbatas, dia melihat kenyataan sesuatu dapat menjadi bermacam macam ragam, misalnya: kayu, dari kayu dapat dibuat rupa rupa bentuk. Nah, kalau Manusia juga bisa Malih Warna Malih Warni sesuai niat dan tujuannya, ada yang bisa jadi Penjahat, Pemuka Agama, Guru, Politikus, atau PENGPENG ( kata sindiran alm.Dr.Rizal Ramli, itu adalah Penguasa – Pengusaha, bisa juga Pengusaha yang Penguasa ).

Frame of Reference mereka didasari oleh Egonya yang tidak bisa ditakar karena dipenuhi ambisi meluap, sehingga mereka rusak fikirannya, sampai tidak mampu meraba Self Identitynya maupun Self Idealnya, dari penyesuaian diri pribadinya ( Personal Ajustment ), yang mengarahkan akal dan fikirannya, untuk memilih Beradaptasi atau Ajustment.

Apalagi dengan kondisi seperti sekarang, maju atau bertahan dalam *Pagaliwotanya Jahiliyah Modern* yang harus dihadapi, banyak yang berprinsip kalau tidak ikutan *Gelo* akan rugi sendiri. Nilai nilai Spiritual diabaikan , dengan nilai nilai rokhani, adanya kecenderungan menghilangkan segala sesuatu yang bernada rokhani, juga untuk menghilangkan Kesucian, demi dan untuk menggenggam *keduniawian*.
Hal hal diatas , adalah untuk menghancurkan struktur dasar moril yang dipunyai manusia, dampaknya bahwa pelan pelan akan hilang rasa *Schock*, apa yang kita lihat, kita dengar dan kita rasakan.

Juga manusia sekarang, adalah menjadi *Permissiveness* , dimana masyarakat mengabaikan dan mengijinkan , sesuatu standar yang dulu tidak diijinkan dan sangat *Ditabukan atau diharamkan*, seperti ngagasab alias maling duit rakyat ataupun duit Negara, kebiasaannya adalah standar moril, dimana kesadaran semakin hilang, sehingga menimbulkan jarak dalam masyarakat, seperti kelainan kepribadian yang disebabkan oleh *Situasi*, Kelainan karena Psychoneurosa ataupun dampak Kelainan Viceral dan Psycho Fisiologis .
Terbuktilah Hukum *Heidegger* bahwa manusia adalah *Geis In Welt*.
Tabik.

00000=====00000

***

Judul: Bonum Supponendum Et Malun Probandum, Dinamika dalam Berkehidupan Sekarang
Penulis: Ernawan S Koesoemaatmadja
Editor: Raka Alvaro Triputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *