ADINKES Training Center Menyelenggarakan Pelatihan Penyegaran Mikroskopis Malaria bagi Tenaga ATLM Kerja Sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang

ADINKES Training Center
Asep Zaenal Mustofa, Direktur ADINKES Training Center, berfoto bersama seluruh panitia dan peserta Pelatihan Penyegaran Mikroskopis Malaria bagi Tenaga Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) yang berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

MajmusSunda News – Jakarta, Selasa (08/09/2026) – ADINKES Training menyelenggarakan ADINKES Training Center Menyelenggarakan Pelatihan Penyegaran Mikroskopis Malaria bagi Tenaga ATLM Kerja Sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, sebanyak 2 angkatan, yang diikuti oleh 50 orang peserta. Angkatan I dimulai tanggal 7 sampai dengan 11 September 2026 dan Angkatan II akan dimulai tanggal 14 sampai 18 September 2026, bertempat di Hotel Five Jakarta dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Jakarta.

ADINKES Training Center
Asep Zaenal Mustofa, Direktur ADINKES Training Center, menyampaikan laporan penyelenggaraan Pelatihan Penyegaran Mikroskopis Malaria bagi Tenaga Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) yang berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Pembukaan Pelatihan Angkatan I dilaksanakan pada hari Senin, 7 September 2026, yang dibuka oleh Kepala Bidang Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Qotrun Nada, M.K.M.

dr. Qotrun Nada, M.K.M., menyampaikan bahwa malaria masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu terus mendapatkan perhatian. Pemerintah melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 22 Tahun 2022 tentang Penanggulangan Malaria terus mendorong penguatan surveilans, deteksi dini, diagnosis, pengobatan, serta pengendalian malaria dalam rangka mencapai dan mempertahankan eliminasi malaria. Kabupaten Tangerang telah berhasil mencapai eliminasi malaria. “Namun demikian, status eliminasi tersebut bukan berarti kita dapat mengurangi kewaspadaan. Justru, status eliminasi harus terus dipertahankan melalui penguatan surveilans dan deteksi dini, terutama dengan tingginya mobilitas penduduk serta adanya masyarakat yang datang dari wilayah yang masih endemis malaria. Potensi masuknya malaria ke Kabupaten Tangerang masih tetap ada, sehingga kewaspadaan dan kemampuan deteksi dini perlu terus kita perkuat,” ujar Qotrun Nada.

ADINKES Training Center
Asep Zaenal Mustofa, Direktur ADINKES Training Center, mengalungkan tanda peserta kepada dua orang perwakilan peserta pelatihan.

Lebih lanjut, Qotrun Nada menyampaikan bahwa salah satu kunci utama dalam mempertahankan eliminasi malaria adalah diagnosis yang cepat dan akurat. Pemeriksaan mikroskopis memiliki peranan yang sangat penting dalam mendeteksi keberadaan parasit Plasmodium, mengidentifikasi spesies dan stadium parasit, serta membantu memastikan ketepatan diagnosis. Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi sangat penting untuk meningkatkan sekaligus menyegarkan kembali kompetensi para ATLM dalam pemeriksaan mikroskopis malaria. Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat meningkatkan keterampilan mulai dari pembuatan dan pewarnaan sediaan darah, pemeriksaan mikroskopis dan identifikasi Plasmodium, hingga penerapan pemantapan mutu serta pencatatan dan pelaporan hasil pemeriksaan. “Dengan meningkatnya kompetensi tenaga laboratorium, kita berharap kualitas diagnosis malaria semakin baik dan pada akhirnya dapat memperkuat upaya mempertahankan eliminasi malaria di Kabupaten Tangerang,” ujar Qotrun Nada.

ADINKES Training Center
Prosesi pembukaan Pelatihan Penyegaran Mikroskopis Malaria bagi Tenaga ATLM.

Lebih lanjut, Qotrun Nada menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Asep Zaenal Mustofa, S.K.M., M.Epid., selaku Direktur ADINKES Training Center, beserta seluruh jajaran, narasumber, dan fasilitator atas dukungan dan kerja samanya sehingga kegiatan ini dapat terlaksana. “Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas pemeriksaan malaria dan memberikan kontribusi dalam mempertahankan eliminasi malaria di Kabupaten Tangerang,” ujar Qotrun Nada.

Asep Zaenal Mustofa, S.K.M., M.Epid., selaku Direktur ADINKES Training Center, dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan umum pelatihan ini agar peserta mampu melaksanakan pemeriksaan mikroskopis malaria di laboratorium pemeriksa malaria. Adapun tujuan khusus setelah mengikuti pelatihan ini, peserta mampu: 1) Menjelaskan gambaran umum malaria; 2) Melakukan pemeliharaan mikroskop dengan baik; 3) Melakukan pembuatan sediaan darah malaria sesuai standar, mengidentifikasi sediaan darah malaria sesuai standar; 4) Melakukan pemeriksaan malaria menggunakan RDT (Rapid Diagnostic Test/Tes Diagnostik Cepat); 5) Melakukan manajemen laboratorium pemeriksa malaria; 6) Melakukan pemantapan mutu laboratorium pemeriksa malaria; dan 7) Melakukan pengelolaan Keselamatan dan Keamanan Kerja Laboratorium malaria.

ADINKES Training Center
Asep Zaenal Mustofa, Direktur ADINKES Training Center, berfoto bersama narasumber/pelatih/pengajar Pelatihan Penyegaran Mikroskopis Malaria bagi Tenaga ATLM.

Pada kesempatan itu, Asep Zaenal Mustofa menyampaikan bahwa pelatihan dilaksanakan secara luring atau klasikal, semua peserta selama pelatihan akan dilaksanakan pada 7–11 September 2026, menginap di Hotel PARK 5 Simatupang, dan untuk praktik dilaksanakan di Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat Jakarta. Penyelenggaraan ini merupakan kerja sama ADINKES Training Center dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dengan jumlah peserta maksimal 25 peserta. “Setelah peserta dinyatakan lulus, peserta berhak mendapatkan sertifikat yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan RI dan ditandatangani oleh pejabat yang berwenang,” ujar Asep.

Judul: ADINKES Training Center Menyelenggarakan Pelatihan Penyegaran Mikroskopis Malaria bagi Tenaga ATLM Kerja Sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang

Penulis: Asep Zaenal Mustofa
Editor: Parkah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *