MajmusSunda News, Jawa Barat, Kamis (08/10/2026) โ Membawa nama ๐ ๐ฎ๐ท๐ฒ๐น๐ถ๐ ๐ ๐๐๐๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ต ๐ฆ๐๐ป๐ฑ๐ฎ bukan perkara ringan. Di dalam nama itu ada kata Sunda, yang menunjuk masyarakat sangat luas, beragam wilayah, generasi, profesi, organisasi, komunitas, dan kepentingan. Ada pula kata majelis musyawarah, yang mengandung makna ruang bersama untuk mendengar, mempertemukan, dan merumuskan persoalan. Karena itu, sebelum terlalu jauh menyebut MMS sebagai ๐๐๐ป๐๐ป๐ด ๐ฃ๐ฎ๐ป๐ฎ๐ป๐ด๐ด๐ฒ๐๐ต๐ฎ๐ป ๐จ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐ฆ๐๐ป๐ฑ๐ฎ, kita perlu berani bertanya: sejauh mana legitimasi itu sebenarnya sudah dimiliki?
๐ญ. ๐ก๐ฎ๐บ๐ฎ ๐๐ฒ๐๐ฎ๐ฟ ๐ ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐๐ฎ ๐ง๐ฎ๐ป๐ด๐ด๐๐ป๐ด ๐๐ฎ๐๐ฎ๐ฏ ๐๐ฒ๐๐ฎ๐ฟ
Nama Majelis Musyawarah Sunda secara tidak langsung membawa ekspektasi bahwa lembaga ini mempunyai hubungan dengan kepentingan masyarakat Sunda secara luas. Persoalannya bukan apakah MMS boleh menggunakan nama tersebut, tetapi tanggung jawab apa yang menyertainya. Semakin besar wilayah sosial yang disebut dalam nama sebuah lembaga, semakin besar pula tuntutan terhadap keterbukaan, representasi, akuntabilitas, dan legitimasi sosialnya.
๐ฎ. ๐๐๐ป๐๐ป๐ด ๐ฃ๐ฎ๐ป๐ฎ๐ป๐ด๐ด๐ฒ๐๐ต๐ฎ๐ป ๐๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐๐ถ๐๐ฎ-๐ฐ๐ถ๐๐ฎ, ๐๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐น๐ฎ๐ฟ
Gunung pananggeuhan menggambarkan sesuatu yang mempunyai tapak luas, akar kuat, dan keberadaan yang memberi manfaat bagi masyarakat di sekelilingnya. Karena itu, istilah tersebut lebih tepat ditempatkan sebagai cita-cita yang hendak dicapai, bukan gelar yang diberikan kepada diri sendiri. Seseorang atau lembaga menjadi pananggeuhan ketika masyarakat mempercayainya dan benar-benar menjadikannya tempat bersandar, bukan hanya karena ia menyatakan dirinya demikian.
๐ฏ. ๐๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ ๐ฎ๐ป๐ฎ ๐๐ฒ๐ด๐ถ๐๐ถ๐บ๐ฎ๐๐ถ ๐ ๐ ๐ฆ ๐๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐๐ฎ๐น?
Legitimasi dapat tumbuh dari tokoh pendiri, kualitas gagasan, tata kelembagaan, partisipasi masyarakat, maupun kepercayaan publik. Kehadiran tokoh-tokoh Sunda tentu memberikan modal moral dan sosial, tetapi legitimasi tokoh tidak otomatis menjadi legitimasi masyarakat. MMS perlu mengetahui dengan jernih: legitimasi yang dimiliki saat ini berasal dari mana, seberapa luas jangkauannya, dan bagian mana yang masih harus dibangun.
๐ฐ. ๐ฆ๐๐ป๐ฑ๐ฎ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ ๐ฎ๐ป๐ฎ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฆ๐๐ฑ๐ฎ๐ต ๐ง๐ฒ๐ฟ๐ต๐๐ฏ๐๐ป๐ด ๐ฑ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ ๐ ๐ฆ?
Pertanyaan tentang representasi harus diajukan secara objektif. Wilayah mana yang sudah terhubung? Kelompok sosial mana yang sudah terlibat? Bagaimana posisi sesepuh, ulama, budayawan, akademisi, pengusaha, perempuan, generasi muda, komunitas, dan diaspora Sunda? Pertanyaan ini bukan untuk membuat sistem kuota, tetapi untuk mengetahui apakah tapak sosial MMS sudah cukup luas atau masih terkonsentrasi pada lingkungan dan kelompok tertentu.
๐ฑ. ๐๐ฝ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ต ๐จ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐ฆ๐๐ป๐ฑ๐ฎ ๐ ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐๐ฎ ๐ง๐ฒ๐ฟ๐๐ฎ๐ธ๐ถ๐น๐ถ?
Representasi tidak cukup diukur dari siapa yang duduk dalam struktur atau hadir dalam kegiatan. Yang lebih penting adalah apakah masyarakat mengetahui fungsi MMS, mempunyai akses untuk menyampaikan aspirasi, merasa didengar, dan melihat persoalannya masuk ke dalam agenda. Sebuah lembaga mungkin dikenal karena kegiatan dan pemberitaan, tetapi dikenal belum tentu berarti dipercaya, dirasakan manfaatnya, apalagi dianggap mewakili.
๐ฒ. ๐๐ผ๐ป๐๐ผ๐น๐ถ๐ฑ๐ฎ๐๐ถ ๐ฆ๐ฒ๐บ๐ฒ๐๐๐ถ๐ป๐๐ฎ ๐ ๐ฒ๐ป๐ท๐ฎ๐ฑ๐ถ ๐๐ผ๐ป๐ฑ๐ฎ๐๐ถ ๐ฆ๐ฒ๐ท๐ฎ๐ธ ๐๐๐ฎ๐น
Secara ideal, lembaga yang membawa nama sebesar Majelis Musyawarah Sunda didahului oleh konsolidasi yang cukup luas dengan berbagai unsur masyarakat Sunda. Sebab legitimasi tidak lahir hanya pada saat sebuah lembaga dideklarasikan. Ia tumbuh melalui proses mendengar, mempertemukan berbagai unsur, membangun kesepahaman, dan memperoleh penerimaan. Jika proses itu belum cukup kuat pada awal pembentukan, maka pekerjaan tersebut harus menjadi prioritas untuk dituntaskan sekarang.
๐ณ. ๐๐ผ๐ป๐๐ผ๐น๐ถ๐ฑ๐ฎ๐๐ถ ๐ธ๐ฒ ๐๐ฒ๐ฝ๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐ฟ๐๐ ๐ ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ป๐ด๐๐ป ๐๐ฒ๐ด๐ถ๐๐ถ๐บ๐ฎ๐๐ถ
Konsolidasi tidak boleh hanya menjadi roadshow, kunjungan kehormatan, atau silaturahmi antartokoh. Setiap konsolidasi perlu mempunyai wilayah sasaran, unsur yang ditemui, isu yang dibahas, data yang dikumpulkan, aspirasi yang dicatat, serta tindak lanjut yang jelas. Hasilnya harus membentuk peta tokoh, komunitas, organisasi, persoalan, potensi, dan kebutuhan daerah. Dengan cara itu, konsolidasi menjadi proses membangun legitimasi, bukan sekadar memperluas jaringan.
๐ด. ๐ ๐ฒ๐๐ฎ๐ธ๐ถ๐น๐ถ ๐จ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐ฆ๐๐ป๐ฑ๐ฎ ๐ฎ๐๐ฎ๐ ๐ ๐ฒ๐ป๐ท๐ฎ๐ฑ๐ถ ๐ฅ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ ๐๐๐๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ต?
Posisi ini perlu diperjelas. Jika MMS menyatakan diri mewakili urang Sunda, diperlukan mekanisme mandat, keterwakilan wilayah, representasi, dan akuntabilitas yang jauh lebih formal. Namun apabila MMS diposisikan sebagai ruang musyawarah urang Sunda, tuntutannya berbeda: keterbukaan, akses, partisipasi, keberagaman pandangan, dan proses yang dipercaya. MMS tidak harus mengklaim mewakili seluruh urang Sunda untuk dapat menjadi tempat berbagai unsur Sunda bertemu dan bermusyawarah.
๐ต. ๐๐ฒ๐ด๐ถ๐๐ถ๐บ๐ฎ๐๐ถ ๐๐ฎ๐ฟ๐๐ ๐๐ถ๐๐ฎ ๐๐ถ๐๐ธ๐๐ฟ
Legitimasi tidak seharusnya berhenti menjadi konsep abstrak. MMS dapat mulai mengukurnya melalui cakupan wilayah konsolidasi, keragaman unsur yang terlibat, jumlah simpul daerah, mekanisme penjaringan aspirasi, tingkat partisipasi, keberadaan kanal komunikasi, tindak lanjut aspirasi, serta tingkat kepercayaan masyarakat. Secara bertahap bahkan dapat dibangun peta legitimasi untuk mengetahui wilayah dan kelompok mana yang sudah terhubung dan mana yang masih belum tersentuh.
๐ญ๐ฌ. ๐๐บ๐ฎ๐ต ๐๐ด๐ฒ๐๐ป๐ด ๐๐ถ๐ฏ๐ฎ๐ป๐ด๐๐ป ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐๐ฒ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ฐ๐ฎ๐๐ฎ๐ฎ๐ป
Cita-cita menjadi Imah Ageung Urang Sunda juga perlu ditempatkan secara proporsional. Rumah besar tidak menjadi besar karena penghuninya menyebutnya demikian, tetapi karena banyak pihak merasa diterima, mempunyai akses, merasa ikut memiliki, dan memperoleh manfaat dari keberadaannya. Begitu pula Gunung Pananggeuhan. Legitimasinya tumbuh melalui konsistensi kerja, kemampuan mendengar, keterbukaan, tata kelola yang baik, dan manfaat yang benar-benar dirasakan.
Pertanyaan tentang legitimasi bukan dimaksudkan untuk mengecilkan MMS. Justru pertanyaan seperti ini diperlukan apabila MMS sungguh-sungguh ingin tumbuh menjadi lembaga yang dipercaya. Legitimasi bukan status yang sekali diperoleh kemudian selesai. Ia harus terus dibangun, diperluas, diuji, dan dirawat melalui konsolidasi, keterbukaan, partisipasi, kerja nyata, serta akuntabilitas.
Menjelang Musyawarah III, pertanyaan kita karena itu tidak cukup hanya bagaimana menata struktur, menyusun Renstra, atau memperbaiki sistem kerja. Ada pertanyaan yang lebih mendasar: ๐ฆ๐ถ๐ฎ๐ฝ๐ฎ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐๐ฑ๐ฎ๐ต ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐๐ฎ ๐บ๐ฒ๐บ๐ถ๐น๐ถ๐ธ๐ถ ๐ฟ๐๐บ๐ฎ๐ต ๐ถ๐ป๐ถ, ๐๐ถ๐ฎ๐ฝ๐ฎ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฏ๐ฒ๐น๐๐บ ๐บ๐ฎ๐๐๐ธ ๐ธ๐ฒ ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ๐ป๐๐ฎ, ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐ท๐ฎ๐๐ต ๐บ๐ฎ๐ป๐ฎ ๐๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐ฆ๐๐ป๐ฑ๐ฎ ๐ฏ๐ฒ๐ป๐ฎ๐ฟ-๐ฏ๐ฒ๐ป๐ฎ๐ฟ ๐บ๐ฒ๐บ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ฐ๐ฎ๐๐ฎ๐ถ ๐ ๐ ๐ฆ ๐๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐ด๐ฎ๐ถ ๐ฟ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐บ๐๐๐๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ต ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐๐ฎ๐บ๐ฎ?
Ada satu hal yang juga patut menjadi peringatan bagi kita semua. Dalam perjalanan gerakan kasundaan, sudah cukup banyak komunitas, lembaga, forum, dan organisasi yang lahir dengan semangat besar, membawa nama Sunda, menghimpun tokoh, dan mengadakan berbagai kegiatan, tetapi kemudian perlahan melemah, kehilangan daya gerak, dan akhirnya hanya menyisakan nama. ๐ ๐ ๐ฆ ๐ท๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐บ๐ฝ๐ฎ๐ถ ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐๐น๐ฎ๐ป๐ด ๐ฝ๐ผ๐น๐ฎ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฎ๐บ๐ฎ. Jika legitimasi tidak diperluas, konsolidasi tidak dibangun, tata kelola tidak diperkuat, dan masyarakat tidak merasakan manfaat keberadaannya, maka sebesar apa pun cita-citanya, MMS tetap berisiko menjadi satu lagi nama dalam daftar panjang lembaga kasundaan yang pernah ada.
Sebab pada akhirnya, ๐๐๐ป๐๐ป๐ด ๐ฃ๐ฎ๐ป๐ฎ๐ป๐ด๐ด๐ฒ๐๐ต๐ฎ๐ป ๐จ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐ฆ๐๐ป๐ฑ๐ฎ bukan gelar yang kita berikan kepada diri sendiri. Ia adalah kepercayaan yang harus diberikan oleh urang Sunda.
๐ก๐ฎ๐๐ฎ ๐ฆ๐ฎ๐น๐ถ๐ฟ๐ฎ
๐๐ฒ๐ฏ๐ฒ๐ป๐ฎ๐ต, ๐ก๐ด๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ฝ๐ถ๐ต๐ธ๐ฒ๐๐ป ๐๐บ๐ฎ๐ต, ๐ก๐ด๐ฎ๐ฟ๐๐บ๐ฎ๐ ๐๐บ๐ฎ๐ป๐ฎ๐ต
Salam,
๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฒ๐ฝ
Panata Gawe MMS
***
Judul: Sejauh Mana Legitimasi MMS sehingga Layak Disebut Gunung Pananggeuhan Urang Sunda?
Penulis:ย Kang Eep
Editor:ย Raka Alvaro Triputra








