MajmusSunda News, Bogor, Senin, (19/2026)-Hingga kini lokasi dimana Arca Domas masih misteri, karena Prabu Kean Santang (H. Mansur) putra Prabu Siliwangi saat pulang dari Mekkah, kondisi Keraton Pajajaran sudah berubah Situasi Kerajaan Pajajaran rajanya sudah berganti rajanya Prabu Surawisesa.
Arca Domas salah tempat suci tempat Prabu Siliwangi saat meninggalkan Keraton Pajajaran menjauhkan diri pergi dari keramaian untuk bertapa, setelah mendapat petunjuk (wangsit).
Letaknya ada di kaki Gunung Pangrango Pondok Gede, sekarang masuk wilayah Bogor. Prabu Siliwangi harus meninggalkan Keraton Pajajaran dengan pengikut setianya pergi ke sebuah tempat baru untuk menyucikan diri dan bertapa mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.
Sedangkan Prabu Kean Santang tidak tahu proses perpindahan kekuasaan dari Prabu Siliwangi ke Prabu Surawisesa.
Kean Santang hanya mengetahui Pajajaran telah berubah. Hasil dari penelusuran Kean Santang diperoleh keterangan Prabu Siliwangi telah wafat. Namun dengan keyakinan hatinya yang kuat Kean Santang menyatakan Prabu Siliwangi ayahnya sendiri belum meninggal.
Keyakinan itu diperkuat dengan informasi yang diterimanya dari penduduk dan beberapa orang yang masih setia kepada Prabu Siliwangi Pencarian ayahnya sendiri dengan proses yang cukup lama dan misteri.
Ia menemukan jawaban dari pengikut setia, hanya saja dengan salah satu sarat agar tempat bertapa Prabu Siliwangi tidak boleh ada yang mengetahui dan sangat dirahasiahkan.
Pencarian yang tidak gampang dan sangat sulit ternyata membuahkan hasil, akhirnya pergi ke suatu tempat (di kaki Gunung Pangrango), singkat cerita ia menanti seperti apa yang diberitahukan oleh pengikut setia Prabu Siliwangi.
Di suatu tempat yang jauh dari keramaian dan hening di sebuah hutan yang lebat Kean Santang tertegun hanya menemukan beberapa arca yang dikenal dengan arca domas dan tempat beberapa bangunan sederhana, asri dan nyaman.
Luasnya sekitar seperempat hektar, dibatasi 13 petak. Sebagai pagar yang bentuknya berbeda-beda. Pada petak pertama terdapat sebuah nisan berbentuk lingga yang sekitarnya ditumbuhi pohong hanjuang.
Sedangkan pada bagian utamanya terhimpun patung sebanyak 800 buah (sekarang lebih dikenal dengan Arca Domas, Arca patung, Domas 800 buah patung)
Kean Santang setelah menyaksikan sendiri Haji Mansur yakin bahwa ayahnya Prabu Siliwangi kini memang sudah tidak ada lagi ditempat itu.
Lalu ia mengucapkan terimakasih kepada penduduk yang ada tidak jauh dari tempat itu (pengikut setia Prabu Siliwangi). Dan Prabu Kean Santang bersumpah tidak akan memberi tahu tempat tersebut (Arca Domas), hingga sekarang bagi orang-rang di luar kelompok mereka yang ada di sana lokasi Arca Domasnya tetap menjadi misteri.
Prabu Kean Santang pergi untuk mecari ayahnya dan tetap bertanya kepada penduduk(pengikut setia) agar memberitahu dimana ayahnya berada.
Semuanya pengikutnya tidak ada yang tahu hanya saja mengira-ngira ada di daerah Parahyangan tidak begitu jauh dari pesisir pantai Laut Selatan (sekitar Sukabumi sekarang)












