MajmusSunda News – Jakarta, Kamis (26/02/2026) – Taman Numerasi menjadi salah satu inovasi pendidikan Indonesia yang menarik perhatian Jepang. Program ini dinilai sebagai pendekatan strategis dalam memperkuat pembelajaran berpusat pada murid (Student Based Learning/SBL) sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Indonesia selama ini aktif mengadopsi pendekatan pembelajaran berbasis murid dari Jepang. Dalam proses adaptasi tersebut, lahirlah inovasi Taman Numerasi sebagai ruang belajar yang menyenangkan, interaktif, dan kolaboratif bagi siswa.
Taman Numerasi sebagai Ruang Belajar Interaktif dan Kontekstual
Ruang belajar numerasi ini dirancang untuk menghubungkan pembelajaran numerasi dengan kehidupan nyata. Konsep ini bertujuan mendorong minat belajar, meningkatkan keterampilan numerasi, serta mengembangkan pemikiran logis, kritis, dan kreatif siswa.
Inisiatif ini menjadi bagian dari Gerakan Numerasi Nasional yang berfokus pada penguatan sumber daya manusia Indonesia di bidang Matematika, Sains, Teknologi, dan Pendidikan.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong penguatan gerakan numerasi di satuan pendidikan sebagai bagian dari transformasi pembelajaran. Sejalan dengan upaya tersebut, SDN 04 Meruya Selatan menghadirkan inovasi bertajuk INTAN (Inovasi Taman Numerasi) sebagai langkah strategis membangun budaya numerasi yang menyenangkan, kontekstual, dan berkelanjutan.
Implementasi Program INTAN di SDN 04 Meruya Selatan
Program INTAN yang berlokasi di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, dirancang sebagai ruang belajar interaktif yang memfasilitasi siswa memahami konsep matematika melalui media konkret, permainan edukatif, serta aktivitas berbasis proyek.
Pendekatan ini mendorong siswa tidak hanya terampil berhitung, tetapi juga mampu berpikir kritis, logis, dan sistematis dalam memecahkan persoalan sehari-hari.

Melalui INTAN, sekolah menghadirkan beragam sudut numerasi yang dilengkapi alat peraga, papan interaktif, media visual, serta tantangan numerik sesuai jenjang kelas. Suasana belajar dikemas secara terbuka dan kolaboratif, sehingga siswa dapat belajar sambil bermain dalam lingkungan yang inspiratif.
Kepala SDN 04 Meruya Selatan, Tri Susilawati, menyampaikan bahwa inovasi ini lahir dari komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika.
“Kami ingin numerasi menjadi budaya, bukan sekadar materi pelajaran. Melalui Taman Numerasi INTAN, siswa belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan bermakna. Harapannya, mereka tidak lagi merasa takut dengan matematika, tetapi justru tertantang untuk mengeksplorasi,” ujarnya.
Guru Komala Sari menambahkan bahwa INTAN dirancang agar siswa belajar secara aktif dan kontekstual.
“Kami menghadirkan media yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dengan begitu, mereka memahami bahwa numerasi hadir di sekitar mereka. Anak-anak menjadi lebih percaya diri saat menyelesaikan tantangan numerik karena belajar sambil bermain,” jelasnya.
Guru lainnya, Rindy Afrizal, turut mengapresiasi implementasi Taman Numerasi sebagai inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran.
“Inovasi seperti INTAN menunjukkan bahwa transformasi pendidikan dapat dimulai dari sekolah. Ketika guru kreatif dan sekolah memberikan ruang eksplorasi, siswa akan tumbuh menjadi pembelajar yang aktif dan adaptif. Ini bukan hanya tentang angka, tetapi tentang membangun pola pikir,” ungkapnya.
Jepang Apresiasi Konsep Taman Numerasi
Taman Numerasi menawarkan keunggulan unik dengan menghadirkan lingkungan fisik yang dirancang khusus untuk mendukung pembelajaran mendalam terintegrasi dengan pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Berbeda dengan praktik di Jepang yang memanfaatkan lingkungan sekitar dan eksperimen kontekstual, pendekatan di Indonesia menghadirkan ruang belajar yang lebih terstruktur dengan fokus eksplisit pada penguatan numerasi secara luas.

Konsep ini menarik perhatian Profesor Sakai Chihiro dari Universitas Hokkaido, Jepang, yang berkunjung langsung ke SDN 04 Meruya Selatan untuk melihat dan berinteraksi bersama guru serta murid dalam proses pembelajaran berbasis inovasi INTAN.
Kehadiran Taman Numerasi INTAN menjadi bukti komitmen sekolah dan Indonesia dalam mendukung transformasi pendidikan. Praktik baik ini diharapkan dapat menginspirasi satuan pendidikan lain dalam menjawab berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya maupun dominasi metode pembelajaran konvensional.
Selain itu, implementasi Taman Numerasi juga memperkuat pembelajaran berdiferensiasi. Dalam pendekatan ini, guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing murid sesuai kebutuhan dan tingkat pemahaman masing-masing. Numerasi tidak lagi dipandang sebagai mata pelajaran yang kaku, melainkan sebagai keterampilan hidup yang aplikatif dan relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Judul: Taman Numerasi Menarik Perhatian Jepang sebagai Inovasi Pendidikan Indonesia
Jurnalis: AGP
Editor: Parkah












