MajmusSunda News, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (30/01/2026) – Dalam konferensi pers yang berlangsung di Posko SAR Nasional, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Jumat sore (30/01/2026), Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M. Syafii mengatakan bahwa pihaknya telah berhasil menemukan lima kantong jenazah (bodypacks).
Jenazah tersebut ditemukan oleh tim SAR gabungan di Worksite A1 dua kantong, dua bodypack di Worksite A2, dan satu bodypack di Worksite A3. Dengan adanya tambahan ini, total korban yang telah dievakuasi mencapai 60 bodypack, sedangkan jumlah korban yang masih dalam pencarian diperkirakan sekitar 20 jiwa.

Selepas penemuan tersebut, tim SAR gabungan segera membawa jenazah tersebut ke posko Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat guna dilakukan proses identifikasi.
Kepala Basarnas menjelaskan bahwa operasi pencarian korban longsor yang telah memasuki hari ketujuh diperpanjang mulai hari ini sampai sepekan ke depan.
“Operasi pencarian dan pertolongan terus kita laksanakan dengan semaksimal mungkin kekuatan,” ujar Syafii di hadapan puluhan awak media yang meliput konferensi pers tersebut.

Syafii berharap, para korban bisa ditemukan sebelum 14 hari total pelaksanaan operasi. Ia menjelaskan bahwa dukungan pencarian korban longsor dilakukan dari unsur darat dan udara.
“Dari unsur udara, terdapat lima pesawat helikopter, 22 drone. Dari unsur darat, potensi SAR yang terlibat mencapai 3000 orang,” jelas Syafii.

Jenderal bintang tiga tersebut menambahkan bahwa Operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan pendekatan adaptif terhadap dinamika cuaca dan kondisi lapangan.
“Fokus pencarian diarahkan ke area-area yang memiliki potensi tinggi berdasarkan tren penemuan dan hasil pemetaan teknis, dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel,” ujar Syafii.

Modifikasi cuaca pun terus dilakukan, sedangkan jumlah alat berat bantuan dari berbagai pihak yang dikerahkan mencapai 17 unit. Total jenazah yang sudah terverifikasi mencapai 44 jenazah dan sudah diserahkan kepada pihak keluarganya.
Menurut Syafii, tantangan utama di lapangan adalah ketebalan material longsor yang di beberapa titik mencapai lebih dari 10 meter, serta tingginya curah hujan. Kondisi tersebut menyebabkan alat berat hanya dapat dioperasikan di bagian tepi sektor longsoran.
“Tantangannya ketebalan longsor di titik tertentu lebih dari 10 meter, curah hujan tinggi sehingga alat berat hanya bisa dioperasikan di tepian sektor,” pungkas Syafii.
***
Judul: Operasi Tim SAR Gabungan Korban Longsor Desa Pasirlangu Temukan Lima Kantong Jenazah
Jurnalis : AZM/JH
Editor: Jumari Haryadi
@majmussundatv Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, S.I.P., M.M. CHRMP. menyampaikan update terkini korban longsor Pasirlangu Cisarua Kab. Bandung Barat.












