“Ngabrigidig”

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

MajmusSunda News, Kolom OPINI, Jawa Barat, Senin (02/05/2025) – Artikel dalam Kolom OPINI berjudul “”Ngabrigidig”” ini ditulis oleh: Ir. Entang Sastraatmadja, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat dan Anggota Forum Dewan Pakar Pertanian dan Pembangunan Pedesaan, Majelis Musyawarah Sunda (MMS).

“Ngabirigidig” dalam bahasa Sunda bisa diartikan “gemuruh” atau “dentuman”. Kata ini sering digunakan untuk menggambarkan suara yang keras dan bergemuruh, seperti suara petir atau suara yang berasal dari sesuatu yang besar dan kuat. Namun begitu, kata “ngabirigidig” dapat digunakan dalam berbagai konteks, seperti untuk menggambarkan suara alam, suara kendaraan, atau bahkan suara yang berasal dari kegiatan manusia.

Ir. Entang Sastraatmadja, penulis – (Sumber: tabloidsinartani.com)

“Ngabirigidig”, juga dapat diartikan sebagai perwujudan rasa takut atau ketakutan yang sangat kuat, seperti gemetar atau merinding karena takut. Dalam konteks ini, kata “ngabirigidig” digunakan untuk menggambarkan reaksi fisik atau emosi seseorang yang sedang merasa sangat takut atau ketakutan.

Sebetulnya, ada beberapa alasan mengapa seseorang bisa mengalami “ngabirigidig” atau perasaan takut yang kuat, seperti memiliki pengalaman traumatis atau kejadian yang menakutkan sehingga menyebabkan seseorang merasa takut atau ngabirigidig. Bisa juga karena ketakutan akan sesuatu seperti ketakutan akan hewan tertentu, ketinggian, atau ruang tertutup, dapat menyebabkan seseorang merasa ngabirigidig.

Atau karena stres/kecemasan yang berlebihan dapat menyebabkan seseorang merasa ngabirigidig atau takut. Bahkan pengaruh lingkungan, seperti suasana yang menakutkan atau menekan, dapat menyebabkan seseorang merasa ngabirigidig. Dalam banyak kasus, ngabirigidig dapat diatasi dengan bantuan profesional, seperti psikolog atau konselor, atau dengan menggunakan teknik relaksasi dan pengelolaan stres.

Contoh “ngabirigidig” dalam bahasa Sunda dapat berupa:
– “Aing ngabirigidig ngadéngé sora halilintar” (Saya gemetar mendengar suara petir).
– “Manéhna ngabirigidig basa ningali nu ngaharewos” (Dia gemetar ketika melihat yang menakutkan). Dalam contoh di atas, “ngabirigidig” digunakan untuk menggambarkan reaksi fisik atau emosi seseorang yang merasa takut atau ketakutan.

Fenomena ngabirigidig, memang akan selalu terkait dengan ekspresi seseorang. Sikap ngabirigidig tidak menggambarkan suasana riang gembira. Tidak pernah orang bakal ngabirigidig jika memperoleh lesenangan. Ngabirigidig cenderung akan berkaitan dengan dengan rasa tskut atau khawatir. Namun bisa juga sebagai bentuk cemoohan.

Sebut saja ada gosip seorang politisi beken yang ketangkap basah sedang bermesraan dengan selingkuhannya di kamar sebuah hotel. Beritanya pun viral di media sosial. Orang-orang ingin tahu seperti apa sosok selingkuhannya itu. Apakah lebih keren dibandingkan dengan isteri resminya ? Apakah memang bodi ya bahenol nerkom dan betul-betul menggairahkan untuk dijadikan teman kencan sesaat ?

Lucunya, ketika selingkuhannya itu tampil di muka publik, ternyata hampir semua orang yang melihatnya rata-rata pada ngabirigidig. Mereka tidak menyangka selingkuhan sang politisi itu seorang wanita yang tampak sudah berumur. Badannya ‘bayuhyuh’. Penampilannya jauh dari menawan. Lebih parahnya lagi matanya pun jelalatan, seperti yang ingin menerkam laki-laki. Seorang sahabat nyeletuk, lihat tuh mukanya juga ‘ranjang face’, sambil ngabirigidig.

Dalam nilai-nilai kehidupan di Tatar Sunda, kata ngabirihidig cenderung berkonotasi sedikit menakutkan dan mengerikan. Ngabirigidig tidak pernah menunjukan ekspresi yang menyenangkan. Orang-orang tidak akan ngabirigidig jika dirinya diundang oleh Kang Dedi (KDM) “Bapak Aing” ke Lembur Pakuan. Dirinya pasti akan senang dan gembira.

Namun dirinya pasti akan ngabirigidig jika diminta datang ke rumah seorang preman yang hobinya memalak orang. Sikap ngabirigidig ini menggambarkan rasa traumatik, karena dulu pernah bertemu dengan sang preman dan diambil jacket Levis nya
Dalam benaknya pun campur aduk pertanyaan, ada apa kok tiba-tiba dipanggil ke rumah sang preman.

Seorang gadis, bisa saja ngabirigidig ketika secara tidak sengaja ketemu dengan seorang lelaki brewos yang pernah menggenyangi tubuhnya di masa lalu. Sang gadis ingat bagaimana kasarnya lelaki itu memegang tubuh montoknya. Sang gadis ingin rasanya membalas kekasarannya dengan memukuli tubuh si lelaki dengan sekeras-kerasnya..

Sebetulnya, ada beberapa cara untuk mengurangi ekspresi ngabirigidig ini. Menghilangkan ekspresi “ngabirigidig” atau perasaan takut dan ketakutan dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain pertama dengsn teknik relaksasi seperti meditasi, deep breathing, atau yoga dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan yang menyebabkan perasaan takut.

Kedua, dengan nengelola pikiran negatif dan menggantinya dengan pikiran positif dapat membantu mengurangi perasaan takut dan ketakutan. Ketiga, mengembangkan keterampilan menghadapi tantangan dan mengatasi masalah dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi perasaan takut.

Keempat, mendapatkan dukungan dari orang lain, seperti teman, keluarga, atau profesional, dapat membantu mengurangi perasaan takut dan ketakutan. Kelima, menghadapi ketakutan secara bertahap dan terkendali dapat membantu mengurangi perasaan takut dan ketakutan. Dengan demikian, menghilangkan ekspresi “ngabirigidig” memerlukan kombinasi dari beberapa cara tersebut dan kesabaran dalam melakukannya.

***

Judul: “Ngabrigidig”
Penulis: Ir. Entang Sastraatmadja
Editor: Jumari Haryadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *