MODEL PEMBELAJARAN DAN COGNITIVE PROCESSING BAGI PARA GURU SMA – SMK, DALAM MENGOKOHKAN IDENTITAS PENDIDIKAN

Penulis: Ernawan S. Koesoemaatmadja (Pangsiunan Guru Toge)

Judul: MODEL PEMBELAJARAN DAN COGNITIVE PROCESSING BAGI PARA GURU SMA - SMK, DALAM MENGOKOHKAN IDENTITAS PENDIDIKAN Penulis: Ernawan S. Koesoemaatmadja (Pangsiunan Guru Toge)

MajmusSunda News, Bandung, 21/5/2026 –

CATATAN PERTAMA

Model Pendidikan di Indonesia.

Masih menekankan model pembelajaran Perilaku ( dasar pembelajaran Alport, Moral Development, dan Skinner positif dan negatif reinforcement), dimana untuk mencapai nilai tertinggi sebagai Standard keberhasilan Pendidikan, yakni mengukur keberhasilan dengan asumsi asumsi tingkat moral, yang dibentuk melalui Rrinforcement Positif dan Negatif, disebut sebagai single trait approach, penggunaan system  memori yang disebut Rote rehearsal dalam proses pembelajaran.

INFORMATION PROCESSING. Merupakan perkembangan teknologi memungkinkan dikembangkannya System Theori ( Forrester ) yang distruktur dalam model pendekatan berdasarkan Model Kecerdasan ( Gradner Multiple Intelligent ) yang cukup rumit.

Model pembelajaran ini  memerlukan  Skill ( Ketrampilan ) tertentu yang hanya mungkin diaplikasi secara konsekwen  oleh Pengajar atau Pendidik yang kompeten.

Pada abad  sekarang,  ditandai oleh model pembelajaran Information Processing secara global, yang menghasilkan Invention Teknologi Komunikasi yang masif, serta Instrumentasi yang lebih canggih. ( Robot, Scanning, Holograms. dll ), diperkuat Evolusi Personality ( Kepribadian ), dan Personal Construct menjadi dasar pembangunan model Mental Manusia ( Millon, Kelly, Senge ) yang terkait Kompetensi yaitu KSA – Knowledge, Skills, Ability. ( bukan Attitude ).

Sedangkan resultante COGNITIVE PROCESSING, sekarang ini dicanangkan sebagai Abad OTAK ( Cognitive Processing ) sebagai konsekwensi logis dari Invention Technology yang berkembang pada abad 20.

Instrument untuk Analisa dan diagnose seperti: Brain Scanner, fMRI, Pet Scan, yang diciptakan abad 20, disempurnakan dengan NANO Technology yang memungkinkinkan Hardware masuk kedalam tubuh manusia, dan menjelajahi bagian bagian terkecil dalam organ (Otak), dan pembuluh darah secara Real dan Factual. Hal ini memungkinkan para ahli melakukan Diagnose penyakit dan perilaku secara akurat dan cepat. ( Efektif dan efisien ).

Cognitive Processing mulai menjadi perhatian , dalam mengkaji dan mendiagnosa perilaku manusia, yang disesuaikan dengan perkembangan Biologis dan Organisme. (Piaget, Vigotsky dan Papet ).

Neuroscience menjadi pengetahuan yang bertumbuh secara pesat, danmenjadi Ilmu yang membimbing serta mengarahkan model model perkembangan  Manusia mulai dari Bayi ( dalam kandungan ) sampai dewasa. Dimana para ahli Perilaku (Psikolog, Psikiater, Sosiolog, Antropolog, Dokter medis, Lawyer dan Hakim ) mulai mampu mengembangkan model model  pendekatan untuk menilai perilaku, dan bagaimana manusia berfikjran atau yang kita kenal sebagai Mindset .( Damasio, Ramachabdran, Ellis, Beck, Young ). ( KSA- Knowledge, Skilks, Attitude ).

CATATAN KEDUA

Guru sebagai Mentor dan pendidik, akan efektif sebagai agent of change, harus memiliki kemampuan untuk membangun Attitude ( Sikap ) yaitu membangun mindset untuk perubahan bagi murid/siswa, khususnya mindset untuk terus menerus belajar ( aquire knowledge ), dengan terus menerus membangun ( developing) proses kognitif ( mental model ).

Model Pembelajaran – OTAK., dimana Neuroscience memperkuat model pembelajaran yang sejalan dengan Plastisitas Otak, dan sistem komunikasi antar Sel syaraf ( Neuron ) secara organisme dan fisiologis , yang menghasilkan perilaku ( behaviour) baik normal maupun gangguan.

Otak sudah dapat dibagi dalam domain dan function yang menghasilkan kepribadian temperament dan Character, serta diterjemahkan dalam proses evolusi yang bersifat sektoral dan Individual (DNA), yang sekarang digunakan sebagai dasar Assesmentdan konseptual untuk perubahanperilaku, karena otak berkembang melalui sistem pembelajaran ( Cognitive Process ), maka setiap ikhtiar yang ditujukan pada perubahan perilaku ( Individual – kelompok – sosial ), harus didasari oleh apa yang telah dibangun oleh Sistem pembelajaran otak dan bagaimana kita merekonstruksi kembali ( relearn ) kearah perubahan yang kita inginkan ( Intrapersonal dan Interpersonal )., bertanggung jawab, dedikasi dan kreatif, terkait juga Level Of Thinking, Belief System, Chunking danasosiasi, Prosedural knowledge.

Pengetahuan tersebut, pengetahuan yang diingat secara Elaborate Rehearsal, perlu di Tacit kan atau diimplisit kembali, untuk menjadi procedural sehingga dapat di retrieve secara otomatis sebagai fikiran otomatis, yang sangat diperlukan oleh Para Guru/ Pendidik dalam Pengambilan Keputusan.(Decision Making).

 

*****

 

Judul: MODEL PEMBELAJARAN DAN COGNITIVE PROCESSING BAGI PARA GURU SMA – SMK, DALAM MENGOKOHKAN IDENTITAS PENDIDIKAN

Penulis: Ernawan S. Koesoemaatmadja (Pangsiunan Guru Toge)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *