Menyambut Pra Musda HKTI Jabar

Oleh: Ir. Entang Sastraatmadja

MajmusSunda News, Kolom OPINI, Jawa Barat, Jum’at (05/06/2026) – Artikel dalam Kolom OPINI berjudul “Menyambut Pra Musda HKTI Jabar” ini ditulis oleh: Ir. Entang Sastraatmadja, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat dan Anggota Forum Dewan Pakar Pertanian dan Pembangunan Pedesaan, Majelis Musyawarah Sunda (MMS).

Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), telah menerbitkan Surat No. 045/A1/DPN HKTI/VI/2026 tentang Rapat Koordinasi Pra Musda DPD HKTI JAWA BARAT. Dalam surat tersebut ditetapkan tanggal 5 Juni 2026 mulai pukul 10 sampai selesai, bertempat di Hall D Kementerian Pertanian RI Jl. Harsono RM no.3 Ragunan Pasar Minggu Jakarta Selatan, DPN HKTI mengundang 5 orang Caretaker DPD HKTI Jawa Barat dan 54 orang Ketua/Sekretaris DPC HKTI se Jawa Barat. Total peserta Silaturahmi dan Pra Musda DPD HKTI Jawa Barat berjumlah 59 orang.

Ir. Entang Sastraatmadja, penulis – (Sumber: tabloidsinartani.com)

Sebagainana diketahui, Pra Musda merupakan kegiatan persiapan sebelum Musyawarah Daerah resmi digelar. Isinya biasanya :
1. Penyusunan materi seperti draft laporan, program kerja, AD/ART yang mau dibahas.
2. Pendataan & verifikasi. Siapa aja peserta, cabang/komisariat yang hadir.
3. Penjaringan calon mengumpulkan nama bakal calon ketua/pengurus.
4. Penyamaan persepsi biar pas Musda nanti diskusinya lebih fokus, tidak debat teknis

Singkatnya, Pra Musda itu “pemanasan”-nya Musda. Kalau Musda itu rapat besar dan pemilihan maka Pra Musda itu rapat kecil buat menyusun berkas dan memastikan semuanya siap.

Di HKTI sendiri, memang sebaiknya dilaksanaksn Pra Musda, sesuai dengan tingkatannya, sama seperti partai/ormas lain. HKTI punya struktur dari Pusat → Provinsi/DPD → Kabupaten/Kota/DPC → Kecamatan/PAC. Jadi tiap DPD/DPC kalau mau Musda, penting ada Pra Musdanya dulu. Secara umum, fungsi Pra Musda HKTI :

Utamanya, verifikasi DPC/PAC. Artinya memastikan kepengurusan tingkat bawah aktif, kuorum terpenuhi.
Kemudian, membahas LPJ + Program – Laporan pengurus DPD/DPC masa bakti sebelumnya + rencana program pemberdayaan petani 5 tahun ke depan. Selanjurnya, penjaringan calon Ketua – Ini bagian paling krusial. Bakal calon ketua DPD HKTI provinsi/kabupaten disaring dulu kelengkapannya: KTA, dukungan DPC, visi misi. Lalu, tata tertib Musda agar sidang-sidangnya tidak alot pas hari H.

Penting dicatat, Pra Musda HKTI tingkat Kabupaten, karena anggotanya petani, Pra Musdanya sering digelar di balai desa/balai tani, bahasanya lebih praktis. Isunya tidak jauh dari pupuk subsidi, harga gabah, akses alsintan, asuransi pertanian. Hal ini tentu beda dengan Pra Musda tingkat Provinsi.

Sebagai masukan. Pra Musda HKTI Jawa Barat, akan lebih keren jika dibahas cukup inten terkait dengan persoalan serius pembangunan pertanian dan pembangunan petani yang ada. Isu utamanya harus nyambung sama kondisi real di lapangan Jabar. Jabar itu lumbung padi + horti nasional, tapi tantangannya khas.

Paling tidak ada 5 isu utama yang perlu diangkat di Pra Musda HKTI Jabar:

1. Alih fungsi lahan dan penyempitan sawah. Jabar kehilangan sawah 20r Ha/tahun karena industri, perumahan, tol. Ini jelas mengancam status Jabar sebagai “lumbung padi”. Perlu dibahas: gimana HKTI dorong LP2B + ganti rugi petani yg adil.

2. Pupuk subsidi & harga saprodi.
Keluhan klasik petani Jabar: pupuk langka, mahal, tebusnya ribet via e-RDKK. Padahal Jabar sentra padi, sayur, teh. Pra Musda harus dorong HKTI jadi jembatan ke Pemprov + Pupuk Kujang biar distribusinya beres.

3. Harga jual panen anjlok pas musim panen. Petani Garut, Cianjur, Majalengka sering nangis pas panen raya. Harga gabah/HLS jatuh, tengkulak main harga. Isunya: penguatan Koperasi HKTI + akses ke off-taker, BULOG, BUMD Pangan. Biar petani punya daya tawar.

4. Regenerasi petani muda. Rata2 umur petani Jabar 47 tahun. Anak muda males ke sawah karena dianggap tidak “cuan”. HKTI Jabar perlu bahas program: alsintan modern, pertanian digital, agrowisata, hidroponik. Biar tani jadi keren lagi.

5. Irigasi dan perubahan iklim. Jabar rawan kekeringan saat El Nino, banjir pas La Nina. Jaringan irigasi Tersier di DPC banyak yg rusak. Ini PR HKTI dorong ke Pemda: rehab irigasi, embung desa, asuransi usaha tani AUTP.

Selain isu diatas, sebetulnya banyak tantangan yang penting segera dicarikan jalan keluarnya seperti hilirisasi horti dan kopi Jabar. Jabar dikenal selaku produsen sayur dan kopi Arabika terbesar, tapi masih jual bahan mentah. HKTI bisa dorong rumah kemasan dan branding “Petani Jabar”.
Pra Musda yg bagus itu yg hasilkan berbagai rekomendasi konkrit buat dibawa ke Musda, bukan cuma keluhan.

Sebagai catatan kritis, agar Pra Musda HKTI Jabar tidsj cuma “curhat”, perlu ada terobosan cerdas yg konkrit dan bisa dikawal 5 tahun ke depan. Ini 6 rekomendasi yang paling masuk akal. Ke enam terobosan itu adalah :

Pertama, “HKTI Mart Digital dan Resi Gudang”. Buat platform koperasi HKTI online per-DPC. Petani setor gabah/sayur → dapat resi gudang digital → bisa digadaikan ke bank/BUMD buat modal tanam. Pas panen raya tidak jual rugi ke tengkulak. Jabar sudah banyak internet, tinggal memanfaatkannya.

Kedua, “Satu DPC, Satu Alsintan dan Operator Muda”. HKTI dorong Pemprov/UPTD alsintan diserahkan ke Koperasi HKTI, bukan ke poktan yg sering nganggur. Syaratnya: operatornya wajib anak muda umur 18-35 tahun yg dilatih HKTI. Jadi jawab 2 masalah: mekanisasi + regenerasi petani.

Ketiga, “Kartu Tani Jabar Versi HKTI”. Integrasi KTA HKTI + e-RDKK pupuk + asuransi AUTP + data panen. 1 kartu, 1 data. Jadi kalau negosiasi ke Pupuk Kujang/BULOG, HKTI bawa data valid: “Ini anggota saya 50rb petani, butuh pupuk X ton”. Daya tawarnya naik.

Keempat, “Desa Horti Unggulan HKTI”. Jabar juaranya sayur, bunga, stroberi. Pilih 1 komoditas unggulan per DPC → HKTI dampingi dari hulu ke hilir: benih, SOP, kemasan, sampai ekspor ke Jakarta/Bekasi. Contoh: DPC Lembang = stroberi, DPC Pangalengan = susu + sayur. Biar ada branding.

Kelima, “Sekolah Lapang Iklim HKTI”.
Latih petani baca data BMKG + tanam sesuai musim. Kasih grup WA/Telegram per DPC yg isinya info: kapan semai, kapan panen, kapan waspada hama wereng. Petani Jabar kena iklim ekstrem paling parah, jadi harus adaptif.

Keenam, “Lobi LP2B + Bank Tanah Petani”. HKTI jadi garda depan kawal LP2B biar tidak digerus industri. Terobosannya dorong Pemprov buat “Bank Tanah Petani” – lahan eks HGU/telantar dikelola Koperasi HKTI buat petani penggarap, agar generasi muda punya lahan. Kata kuncinya, tiap terobosan harus ada “yang megang” dan “indikator sukses”-nya. Misal, target 2027, 30% DPC Jabar punya HKTI Mart aktif. Selamat Pra Musda HKTI Jawa Barat. Semoga catatan kecil ini ada manfaatnya. (PENULIS, ANGGOTA DEWAN PAKAR DPN HKTI).

***

Judul: Menyambut Pra Musda HKTI Jabar
Penulis: Ir. Entang Sastraatmadja
Editor: Raka Alvaro Triputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *