MajmusSunda News, Bandung, 13 Oktober 2025 – Quu anfusakum wa ahlikum naaro. Jaga dirimu beserta keluarga dari panasnya api neraka. Berarti: kita harus menjaga anak keturunan yang cageur, bageur, bener, pinter, singer, wanter itu harus menjadi perhatian utama.
Jangan hanya mendidik keturunan, dipaksakan harus meraih kepandaian/cerdas, harus masuk ranking di sekolah, tetapi kita lupa, kita juga harus memelihara akhlaknya. Kukuh pengkuh terhadap budayanya, juga tohaga terhadap agamanya (Islam).
Selama ini kita merasakan bahwa model pendidikan di Indonesia masih menekankan model pembelajaran perilaku, jenis dasar pembelajaran GW.Alport, yaitu: Moral development dan Skinner: positive dan negative reinforcement, untuk mencapai nilai tertinggi sebagai standar keberhasilan pendidikan.
Parameternya adalah mengukur keberhasilan dengan asumsi-asumsi tingkat moral yang dibentuk melalui reinforcement positif dan negative yang disebut sebagai single trait approach, penggunaan sistem memori yang disebut rote rehearsal dalam proses pembelajaran.
Dzalikal kitaabu laa roiba fiihi Hudallil muttaqin ( Alquran merupakan petunjuk , bagi orang orang yang berharap taqwa, supaya tohaga dalam langkah kehidupan, yang benar serta jauh dari perilaku salah), makna di atas sangat berkaitan erat dengan level of thinking, belief systems, chunking dan asosiasi, dan procedural knowledge.
Intinya adalah papagon maupun kunci membangun anak keturunan yang sehat/holistic aporoach dengan membimbing, mengarahkan dan mengajarkan, pada hal-hal:
- Pendidikan jasmani (QS. Surat Az-Zaariyat ayat 56 dan Surat Ibrahim ayat 7);
- Pendidikan kesopanan (Inna buitsu liutamimma makarimal akhlaq);
- Pendidikan akal pikiran (QS. Al-Imran ayat 190);
- Pendidikan Skills (Ketrampilan untuk mencari rezeki kebutuhan hidup/wama mindaabbatin fil ardi illa’allahi rijkuha);
- Pendidikan keilmuan/ilmiah (Inna ja’alnaa maa’alal ardi jiinatan lahaa linabluwahum, QS Al-Kahfi ayat 7);
- Pendidikan sosial (Memahami hak orang lain/watawwanu alal birri wataqwa walaa taawwanu alal itsmi wal udwan);
- Pendidikan rohani (Meningkatkan rohani agar selalu tersambung dengan Maha Pencipta, Allah SWT., QS. An-Nisa ayat 28).
Juga tuntunan bisa dikaitkan dengan aplikasi falsafah ASAH-ASIH-ASUH.
La Illaha Illalah, tidak ada Tuhan, kecuali Allah SWT. serta La wujuda illallah, tidak ada wujud kecuali Allah SWT.
Mengajarkan pendidikan takwa, tersurat dalam alquran surat Al-Baqarah ayat 2-3, mengikuti segala perintah ALLAH SWT. dan menjauhi segala larangan-Nya,dengan:
- Mengajarkan salat (Keteladanan serta pembiasaan);
- Mengajak anak ke masjid (Membangun generasi muslim yang taqwa );
- Melatih anak dan cucu berpuasa (Membangun sikap dan naluri sosial);
- Mengajarkan anak alquran, agar ruh dan cahaya alquran meresap ke dalam hati anak, pikiran serta pancaindra;
- Melatih anak belajar membayar zakat.
Hal-hal seperti itu di atas, mengajarkan kita kepada anak dan keturunan kita, tidak terjerumus kedalam masyarakat budak uang, hedonis-konsumeris, materialistis yang tidak percaya diri (serba takut: gagal, kalah, miskin, rugi, salah dsb.), tidak pegang janji (budaya ngemplang), tidak berpikir panjang (Short time span), tidak tahu diri (kesanggupan tidak sesuai kemampuan), tidak hormat waktu (budaya jam karet), munafik, tidak tahu prioritas (malas berpikir, cari gelar bukan ilmu), dan akhirnya menjadi manusia yang tidak pernah bisa konsisten dan konsekuen. Padahal, hal yang diharapkan dalam pendidikan dan keluarga, adalah berdiri sendiri/qiyamuhu bii nafsihi, dalam pengertian umum adalah mandiri atas diri pribadinya.
Untuk itulah, orang tua yang paling baik adalah yang selalu menyeru kepada Allah SWT. dan mengerjakan kebaikan, supaya menjadi contoh dan model yang baik bagi keturunannya.
Semoga Gusti ALLAH SWT. menjadikan kita dan keluarga, menjadi insan yang bertakwa.
Innaladziina aamanu wahaajaruu wajaahaduu bi amwalihim wa an fusihim fii sabillilah (yang punya harta, berjuang dengan hartanya, yang berilmu berjuang dengan ilmunya).
Robbana hablana min azwajina wadzurriyatina qurrata a’yunin waj’alna lil muttaqina immama.
===== 00000 =====
Judul:Langkah-langkah Pendidikan Kehidupan Dalam Dinamika Keluarga
Penulis: Penulis: Dr. Ernawan S. Koesoemaatmadja, MBA., M.PSi., CIQA., CQM., CPHRM. (Pinisepuh Majelis Musyawarah Sunda (MMS) )
Editor: A. Noor












