Keutamaan Budi

oleh: Prof. Yudi Latif

MajmusSunda News, Selasa (20/05/2025) Artikel berjudul “Keutamaan Budi” ini ditulis oleh: Prof. Yudi Latif, pria kelahiran Sukabumi, Jawa Barat dan Anggota Dewan Pinisepuh/Karamaan/Gunung Pananggeuhan Majelis Musyawarah Sunda (MMS).

Saudaraku, dari manakah seharusnya kebangkitan sebuah bangsa bermula? Bukan dari gegap gempita pembangunan fisik, melainkan dari cahaya yang menyala dalam batin: keutamaan budi—budi yang utama.

Prof. Yudi Latif
Prof. Yudi Latif, penulis – (Sumber: Instagram)

Awal abad ke-20 menjadi saksi: kesadaran ini tak hanya mewujud dalam kelahiran Budi Utomo, tetapi juga dalam nafas organisasi sezaman seperti Jamiat Khair—perkumpulan kebajikan budi—dan Tri Koro Dharmo, yang memancangkan tiga tujuan mulia: sakti, budi, dan bakti.

Mereka memahami: budi pekerti adalah fondasi kebangkitan dan jembatan menuju kemajuan. “Budi” adalah jalinan halus antara pikiran, perasaan, dan kemauan—segala yang tumbuh dari taman batin manusia. Adapun “pekerti” adalah tenaga yang mewujudkan yang batin ke dalam tindakan; daya yang memberi bentuk pada nilai.

Pikiran adalah pelita hidup. Bila sesat pikir, hidup bisa binasa. Etika adalah kendali. Bila pudar moral, hidup kehilangan arah. Kemauan adalah tenaga. Bila lemah karsa, hidup kehilangan daya.

Budi pekerti yang baik menyatukan nalar, rasa, dan kehendak menjadi laku yang baik, benar, dan indah–dan dari sanalah terbentuk karakter: lukisan jiwa yang membentuk keunikan pribadi serta kekuatan moral yang tumbuh dari proses budaya.

Sebagaimana individu, bangsa pun memiliki karakter—watak bersama yang lahir dari pengalaman kolektif. Otto Bauer menyebutnya: “Bangsa adalah persatuan karakter yang lahir dari persatuan pengalaman.”

Bung Karno pun menegaskan, mengutip H.G. Wells: “Besar kecilnya bangsa tak ditentukan oleh luas wilayah atau jumlah penduduk, melainkan oleh kekuatan tekad, pancaran dari karakter jiwanya.”

Maka, saudaraku, jika kita ingin menyusuri jalan kebangkitan sejati, mulailah dari pembinaan budi pekerti: dari penyalaan cahaya batin yang menguatkan karakter, dan dari situlah tumbuh akar kemajuan yang menjulang, menopang masa depan bangsa dengan kokoh.

***

Judul: Keutamaan Budi
Penulis: Prof. Yudi Latif
Editor: Jumari Haryadi

Sekilas tentang penulis

Prof. Yudi Latif adalah seorang intelektual terkemuka dan ahli dalam bidang ilmu sosial dan politik di Indonesia. Pria yang lahir Sukabumi, Jawa Barat pada 26 Agustus 1964 ini tumbuh sebagai pemikir kritis dengan ketertarikan mendalam pada sejarah, kebudayaan, dan filsafat, khususnya yang terkait dengan Indonesia.

Pendidikan tinggi yang ditempuh Yudi Latif, baik di dalam maupun luar negeri, mengasah pemikirannya sehingga mampu memahami dinamika masyarakat dan politik Indonesia secara komprehensif. Tidak hanya itu, karya-karyanya telah banyak mengupas tentang pentingnya memahami identitas bangsa dan menguatkan nilai-nilai kebhinekaan.

Sebagai seorang akademisi, Yudi Latif aktif menulis berbagai buku dan artikel yang berfokus pada nilai-nilai kebangsaan dan Islam di Indonesia. Salah satu karya fenomenalnya adalah buku “Negara Paripurna” yang mengulas konsep dan gagasan mengenai Pancasila sebagai landasan ideologi dan panduan hidup bangsa Indonesia.

Melalui bukunya tersebut, Yudi Latif menekankan bahwa Pancasila adalah alat pemersatu yang dapat menjembatani perbedaan dan memperkokoh keberagaman bangsa. Gagasan-gagasan Yudi dikenal memperkaya wacana publik serta memperkuat diskusi mengenai kebangsaan dan pluralisme dalam konteks Indonesia modern.

Di luar akademisi, Yudi Latif juga aktif dalam berbagai organisasi, di antaranya pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Indonesia. Melalui perannya ini, ia berusaha membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila sebagai ideologi negara. Komitmennya dalam mengedepankan nilai-nilai kebangsaan membuatnya dihormati sebagai salah satu tokoh pemikir yang berupaya menjaga warisan ideologi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *