MajmusSunda News – Bandung, Senin (11/05/2026) – Kemendikdasmen wajibkan pelajaran Bahasa Inggris di tingkat SD tahun 2027 sebagai upaya meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa sejak usia dini.
“Ini salah satu jawaban sebab kemahiran berbahasa Inggris anak didik kita masih belum menggembirakan dibandingkan dengan negara-negara lain bahkan di ASEAN,” demikian dikatakan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Republik Indonesia, Atip Latipulhayat, usai Peluncuran Program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) di Kantor Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro No. 12, Kota Bandung, Jumat (8/5/2026).
Program kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut diawali dengan pelatihan guru SD agar mampu mengajarkan Bahasa Inggris sejak kelas 3 SD, dengan tidak hanya berfokus pada sekadar teori mata pelajaran, tetapi harus diarahkan menjadi alat komunikasi aktif bagi siswa sejak usia dini.

“Tidak apa-apa salah satu, dua, tiga, all beginning is difficult pada awalnya. Tapi lama-kelamaan karena sudah terbiasa, maka menjadi sesuatu yang melekat,” kata Atip.
Karena itu, pemerintah meminta para guru mulai menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam proses pembelajaran di kelas, meski dilakukan secara bertahap dan sederhana.
Program pelatihan guru Bahasa Inggris tersebut mulai dijalankan secara bertahap sejak 2026 melalui skema percontohan atau piloting. Pemerintah menargetkan seluruh SD di Indonesia siap menerapkan pelajaran wajib Bahasa Inggris pada 2029.
Saat ini, pelatihan difokuskan kepada guru kelas SD yang mayoritas tidak memiliki latar belakang pendidikan Bahasa Inggris. Target pelatihan tahap awal belum mengarah pada standar kemampuan tinggi, melainkan memastikan guru mampu mengajarkan percakapan dasar, mendengar, membaca, dan menulis sederhana untuk siswa kelas 3 SD.
Kemendikdasmen wajibkan pelatihan guru Bahasa Inggris SD
“Pelatihan yang kita berikan sekarang adalah agar mereka mampu mengajar bahasa secara sederhana. Jadi berbicara, mendengar, dan menulis bahasa Inggris secara sederhana untuk anak-anak kelas 3 SD,” kata Atip.
Pemerintah menargetkan kemampuan Bahasa Inggris tingkat dasar siswa SD nantinya mencapai level A2 pada 2029 sesuai standar Common European Framework of Reference for Languages (CEFR).
Setelah pelatihan bahasa Inggris untuk guru, ke depannya akan dilaksanakan juga program peningkatan kompetensi Bahasa Inggris untuk guru SMP hingga SMA/SMK. Demikian kata Atip Latipulhayat.
Judul: Kemendikdasmen wajibkan pelajaran Bahasa Inggris di tingkat SD tahun 2027
Jurnalis: AGP
Editor: Parkah












