Institut Drawing Bandung Gelar Pameran “Merespon Kenangan” di Studio Rosid

Oleh: Ambu Rita Laraswati

Institut Drawing Bandung

MajmusSunda News – Bandung, Rabu (15/07/2026) – Bertempat di Studio Rosid, Jalan Cigadung Raya Timur No. 40, Bandung, diselenggarakan kegiatan seni dan budaya yang sangat unik, yaitu pameran seni lukis Drawing bertema “Merespon Kenangan”.

Pameran ini dilaksanakan oleh komunitas Institut Drawing Bandung (IDB) dengan kurator Kang Isa Perkasa. Pelaksanaan pameran seni lukis Drawing berlangsung di Studio Rosid. Kang Rosid, pemilik studio sekaligus seniman lukis Drawing, menampilkan karya-karya yang dapat dilihat langsung di studionya. Hingga kini, jumlah karya lukis Drawing yang dihasilkan sudah tidak terhitung banyaknya.

Institut Drawing Bandung

Dalam kegiatan pameran, Kang Isa Perkasa mengatakan pameran ini sudah direncanakan dua tahun ke belakang, namun hari ini dapat terwujud. Pameran akan terselenggara dari tanggal 13 sampai 30 Juli 2026. Kang Isa juga menerangkan seniman lukis Drawing yang ikut berpameran merupakan anggota komunitas Institut Drawing Bandung, di antaranya Andi Yudha, Anton Susanto, Deden Imanudin, Ferry Curtis, Firman Lubis, Hawe Setiawan, Isa Perkasa, Mola, Prabu Perdana, Rendra Santana, Rosid, Setiyono Wibawa, Yoyo Hartono, dan Yus. R.A.

Acara pameran dibuka pukul 15.00 WIB. Acara dipandu oleh Kang Dodi. Pembukaan pameran dilakukan oleh Dr. Aminuddin TH Siregar, yang akrab dipanggil Ucok. Dr. Aminuddin TH Siregar merupakan seorang tokoh seni rupa, dosen, dan kurator. Dalam sambutannya, beliau memberi semangat kepada para seniman Drawing.

Institut Drawing Bandung

Pameran Drawing dengan tema “Merespon Kenangan” mengangkat benda-benda peninggalan leluhur yang berbentuk alat dapur, alat pertanian, dan alat rumah tangga yang memiliki nilai sejarah serta jejak masa lampau. Pameran Drawing merespons semua benda-benda yang ada di Studio Rosid dengan memajang lukisan hasil karya para seniman Drawing di antara sudut-sudut yang memiliki atmosfer vintage, sehingga makna merespons kenangan terhadap benda-benda bersejarah yang ada di Studio Rosid sangat selaras dan sinergis. Bagi Institut Drawing Bandung, pameran ini merupakan tantangan baru, apakah para seniman lukis Drawing mampu menyelaraskan karyanya dengan benda-benda vintage yang ada di Studio Rosid. Terbukti ada karya lukis Drawing yang dituangkan pada kertas bergambar padi, lisung (benda dari kayu untuk menumbuk padi), yang telah membuktikan bahwa pameran Drawing yang diselenggarakan Institut Drawing Bandung mampu bersinergi. Menurut Kang Isa Perkasa, kembali ke masa lalu masih layak dilakukan untuk berkarya lukis dengan mengangkat akar tradisional.

Dalam kesempatan pameran Drawing tersebut, dengan rangkaian acara diadakan talk show podcast yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan setelah pembukaan dan sambutan-sambutan. Para seniman lukis dan pengunjung diajak berkeliling di area pameran Studio Rosid untuk melihat hasil karya para peserta seniman Drawing sekaligus melihat benda-benda yang ada di studio tersebut. Suasana di setiap sudut area benar-benar terasa dan pengunjung seolah terbawa kembali ke masa lampau ketika melihat lisung dan halu untuk menumbuk padi, tempat memasak nasi, serta berbagai alat tradisional lainnya.

Sesi podcast merupakan hasil kolaborasi yang diinisiasi Ambu Rita Laraswati, seorang budayawati Sunda dari Yayasan Sunda Tigabelas Buhun yang fokus pada penggalian, informasi, dan pelestarian nilai-nilai seni serta kebudayaan. Ibu-ibu yang tergabung dalam Komunitas Cinta Budaya Nusantara (CBN), yang mencintai seni dan budaya Nusantara dengan ciri khas berpakaian kebaya, hadir untuk melihat pameran dan ikut menyuarakan serta mendukung kegiatan pameran. Hadir pula para seniman seni rupa yang tergabung dalam komunitas lain untuk turut menyaksikan dan menikmati pameran.

Dengan komunikasi yang baik antara penyelenggara dari Institut Drawing Bandung, Kang Isa Perkasa, dan Kang Rosid selaku pemilik studio, kolaborasi ini bertujuan mendukung penyebaran informasi, promosi, dan pelestarian sesuai harapan penyelenggara serta Studio Rosid. Kolaborasi ini bertujuan saling mendukung dalam gerakan peduli terhadap nilai-nilai leluhur berupa hasil seni dan hasil kebudayaan yang harus tersampaikan kepada masyarakat luas, terutama generasi ke depan, bahwa penting untuk kembali merespons kenangan masa lalu, mengingat kakek-nenek kita dahulu telah menghasilkan karya seni dan hasil kebudayaan pada masanya.

Kolaborasi tersebut dapat memberi manfaat dan saling memudahkan untuk mencapai harapan bersama yang bertujuan memberikan informasi serta pelestarian seni budaya. Sesi podcast menghadirkan narasumber dari Institut Drawing Bandung, Kang Isa Perkasa; Kang Rosid dari Studio Rosid; Ambu Rita Laraswati dari Yayasan Sunda Tigabelas Buhun sebagai praktisi budaya dan seniman lukis; serta Melok Besari, Ketua Umum Cinta Budaya Nusantara (CBN), dengan pembahasan seputar tema pameran. Tujuan podcast adalah agar acara pameran Drawing ini dapat dipahami oleh masyarakat luas dari sisi nilai, makna, dan pemahaman tentang Drawing, sehingga tujuan pameran dapat tersebar luas melalui media sosial, internet, dan media berita daring sebagai sarana informasi dan edukasi seni budaya yang ada di Jawa Barat. Harapannya, masyarakat dapat mengetahui benda-benda tradisional berupa alat dapur, alat pertanian, alat memasak masa lampau, serta hasil karya para seniman Drawing, sehingga terdorong untuk menghadiri pameran Drawing di Studio Rosid guna belajar dan memahami seni kebudayaan tradisional.

Untuk mengetahui video podcast yang membahas pameran Drawing bertema “Merespon Kenangan” di Studio Rosid, dapat dilihat di kanal YouTube Warta Jati Sunda (Sanggar Mekar Asih), CBN YouTube, Mang Dadang YouTube, serta media berita daring MajmusSunda, Majalah Jakarta, dan Mahkota Indonesia News.

Patikrama

Judul: Institut Drawing Bandung Gelar Pameran “Merespon Kenangan” di Studio Rosid

Penulis: Ambu Rita Laraswati (Ketua Yayasan Sunda13 Buhun, Budayawati, Seniman, Spiritualis, Redaktur Majalah Jakarta, Dewan Redaksi MajmusSunda, Dewan Redaksi Mahkota News)

Editor: Parkah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *