MajmusSunda News, Kolom OPINI, Jawa Barat, Jum’at (16/10/2026) – Artikel dalam Kolom OPINI berjudul “Inovasi Pangan yang Memenuhi Nutrisi” ini ditulis oleh: Ir. Entang Sastraatmadja, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat dan Anggota Forum Dewan Pakar Pertanian dan Pembangunan Pedesaan, Majelis Musyawarah Sunda (MMS).
Pernyataan “inovasi pangan yang memenuhi nutrisi” memiliki makna bahwa pengembangan teknologi dan produk pangan baru saat ini tidak boleh lagi sekadar mengejar aspek kuantitas (mengenyangkan perut), melainkan wajib memprioritaskan aspek kualitas (kandungan gizi).

Di era modern, fokus ketahanan pangan telah bergeser dari sekadar “swasembada karbohidrat” menuju “kedaulatan nutrisi”. Makna dari pernyataan tersebut dapat dijabarkan ke dalam beberapa poin strategis berikut:
Yang utama, Solusi Mengatasi Krisis Gizi Buruk dan Stunting. Inovasi pangan difokuskan untuk menciptakan makanan yang kaya akan zat gizi mikro (seperti zat besi, zink, vitamin A, dan protein) yang mudah diakses oleh masyarakat luas. Tujuan: Menjadi senjata utama pemerintah dalam memutus rantai stunting (tengkes) dan gizi buruk, sehingga generasi masa depan memiliki kecerdasan fisik dan mental yang optimal.
Selanjutnya, Diversifikasi dan Penguatan Pangan Lokal. Inovasi tidak berarti harus mengandalkan bahan impor, melainkan mengolah pangan lokal seperti sorgum, sagu, jagung, umbi-umbian, hingga kelor menjadi produk yang menarik dan bernutrisi tinggi. Tujuan: Mengurangi ketergantungan pada beras dan gandum, sekaligus mengoptimalkan potensi gizi yang tersembunyi dari kekayaan alam daerah.
Kemudian, Pemanfaatan Teknologi Pangan Modern (Biofortifikasi). Menggunakan riset dan teknologi pertanian untuk meningkatkan kandungan nutrisi langsung sejak di lahan pertanian. Contoh inovasi, pengembangan varietas Padi Biofortifikasi (seperti Inpari IR Nutri Zinc) yang secara alami mengandung kadar zink lebih tinggi, atau rekayasa pengolahan makanan agar vitaminnya tidak hilang saat dimasak.
Lalu, Mendukung Program Strategis Nasional (Makan Bergizi Gratis). Dalam konteks kebijakan Indonesia saat ini, inovasi pangan yang bernutrisi disiapkan untuk memasok rantai balita, anak sekolah, dan ibu hamil secara massal. Memastikan formula makanan yang dibagikan dalam program nasional memiliki komposisi makro dan mikro nutrisi yang seimbang, higienis, namun tetap ekonomis diproduksi dalam skala besar.
Catatan kritisnya, pernyataan ini menegaskan bahwa masa depan pangan bukan lagi tentang seberapa banyak pangan yang bisa kita panen, melainkan seberapa sehat pangan tersebut mampu membentuk kualitas hidup manusia yang mengonsumsinya
Konsep “inovasi pangan yang memenuhi nutrisi” memiliki kaitan yang sangat erat dan menjadi pilar inti dari tema resmi Hari Pangan Sedunia 2026 yang ditetapkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), yaitu “Innovate today. Nourish tomorrow” (Berinovasi hari ini. Memberi makan/memenuhi nutrisi besok).
Kata “Nourish” dalam tema global tersebut tidak sekadar berarti memberi makan agar kenyang, melainkan menutrisi dan menyehatkan tubuh generasi masa depan. Hubungan konkret antara inovasi pangan bernutrisi dengan tema Hari Pangan Sedunia 2026 meliputi:
Pertama, Inovasi Hari Ini (Innovate Today) Sebagai Solusi Krisis. Meskipun produksi pangan dunia saat ini melimpah, jutaan orang masih kekurangan akses terhadap makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Pernyataan tersebut menekankan perlunya tindakan nyata (seperti yang dilakukan melalui ajang pertanian modern) untuk memproduksi pangan dengan cara baru. Inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi pangan (food technology) digunakan untuk menciptakan benih unggul, mengoptimalkan pangan lokal, serta melakukan biofortifikasi (peningkatan nutrisi alami tanaman) sejak dari lahan pertanian.
Kedua, Menjamin Nutrisi Masa Depan (Nourish Tomorrow). Dunia menghadapi ancaman stunting (tengkes) serta beban ganda malnutrisi (double burden of malnutrition) akibat pola makan yang rendah gizi. Fokus tema 2026 adalah membangun sistem pangan yang tangguh, aman, dan bergizi demi masa depan. Inovasi pangan yang memenuhi nutrisi memastikan bahwa apa yang ditanam dan diproduksi hari ini dapat menjamin lahirnya generasi baru yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.
Ketiga, Sinergi dengan Gerakan Ketahanan Pangan Nasional. Di Indonesia, kaitan tema global ini diterjemahkan ke dalam gerakan taktis oleh berbagai elemen
menemukan cara inovatif untuk mengolah komoditas lokal seperti sorgum, umbi-umbian, jagung, dan protein hewani daerah agar menjadi pangan fungsional yang bernilai gizi tinggi bagi masyarakat. Dukungan Program Pemerintah: Menjadi landasan ilmiah bagi penyediaan bahan baku program strategis seperti Makan Bergizi Gratis, di mana makanan yang disajikan secara massal harus dirancang lewat inovasi pengolahan yang menjaga kandungan nutrisi mikro dan makro di dalamnya agar tidak rusak.
Secara singkat, hubungan keduanya dapat disimpulkan dalam satu kalimat: Inovasi pangan bernutrisi adalah langkah nyata (action plan) dari apa yang diserukan oleh Hari Pangan Sedunia 2026 kita menggunakan kreativitas dan teknologi hari ini demi memastikan tidak ada lagi anak yang mengalami kelaparan tersembunyi (kekurangan gizi) di masa depan. (PENULIS, ANGGOTA DEWAN PAKAR DPN HKTI).
***
Judul: Inovasi Pangan yang Memenuhi Nutrisi
Penulis: Ir. Entang Sastraatmadja
Editor: Raka Alvaro Triputra












