MajmusSunda News – Lebak, Banten, Selasa (27/10/2026) – Dalam rangka memperingati Milad ke-8 Perkumpulan Urang Banten (PUB), kegiatan bertajuk “Giat Baduy Lestari” diselenggarakan di Rumah Adat Jaro Pamarentah, Kampung Kadu Ketug Babakan Jaro, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan yang diprakarsai oleh Komjen Pol. (Purn.) Drs. H. Taufiqurahman Ruky, Ketua Perkumpulan Urang Banten sekaligus Presidium Pinisepuh Majelis Musyawarah Sunda (MMS), ini merupakan gerakan nyata untuk mendukung kelestarian lingkungan hidup, khususnya di wilayah masyarakat adat Baduy.
Melalui program tersebut, PUB menginisiasi pembagian ratusan ribu bibit pohon tanaman keras kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama masyarakat di wewengkon adat Baduy. Hingga menjelang puncak kegiatan, sebanyak 75.000 bibit pohon telah dibagikan, sedangkan penyaluran sisanya akan dilanjutkan secara bertahap. Sejumlah kegiatan pendahuluan telah dilaksanakan di beberapa wilayah Baduy sebelum acara puncak pada 25 Oktober 2026.

Dihadiri Pimpinan Daerah, Tokoh Adat, dan Pegiat Lingkungan
Puncak kegiatan Giat Baduy Lestari dihadiri oleh Gubernur Banten beserta istri, Ketua DPRD, Bupati Lebak, anggota DPD RI, unsur kejaksaan, Korem, instansi lingkungan hidup, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Prof. Dr. Ir. Anton, mantan menteri, para pegiat dan pencinta lingkungan hidup, para Puun dan Jaro, serta masyarakat dari berbagai wilayah adat Baduy.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tokoh adat, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
Suasana kegiatan berlangsung dalam nuansa kebersamaan dan penghormatan terhadap adat setempat. Rumah adat berdinding anyaman bambu, lingkungan perkampungan, serta kehadiran para tokoh adat menjadi latar yang mempertegas bahwa pelestarian alam tidak dapat dipisahkan dari kehidupan dan kebudayaan masyarakat yang menjaganya.

Dalam rangkaian kegiatan, penyerahan bibit tanaman menjadi salah satu simbol komitmen bersama untuk merawat bumi dan mewariskan lingkungan yang lebih baik kepada generasi mendatang.
MMS Hadir, Menguatkan Gerakan Kedaulatan Budaya
Dari Majelis Musyawarah Sunda (MMS), hadir Ernawan S. Koesoemaatmadja selaku Presidium Pinisepuh, serta unsur Dewan Pakar dan Dewan Kerja, yaitu Andrie Kantaprawira, Asep Chaerulloh, Rieta, Ny. Andrie, dan Etty Koerniasih.
Partisipasi MMS dalam kegiatan ini memiliki arti penting karena pelestarian lingkungan dan pelestarian budaya pada hakikatnya merupakan dua agenda yang saling berkaitan. Masyarakat adat tidak hanya memiliki tradisi dan tata nilai yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi juga memiliki pengetahuan, aturan, dan praktik kehidupan yang berhubungan erat dengan alam.

Dalam perspektif kedaulatan budaya, masyarakat adat perlu ditempatkan sebagai subjek utama dalam menjaga wilayah, tradisi, dan lingkungan hidupnya. Program pelestarian sebaiknya tidak berhenti pada pembagian bibit, tetapi juga mendorong keberlanjutan perawatan tanaman, kesesuaian jenis pohon dengan kondisi setempat, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam menentukan masa depan lingkungannya.
Dengan demikian, gerakan Baduy Lestari dapat menjadi ruang pertemuan antara kepedulian lingkungan, penghormatan terhadap kearifan lokal, dan penguatan tanggung jawab bersama.
Menanam Pohon, Menanam Harapan bagi Generasi Mendatang
Gerakan penanaman pohon memiliki manfaat jangka panjang, antara lain membantu menjaga tutupan lahan, mendukung tata air, mengurangi risiko erosi di lokasi yang sesuai, menyediakan habitat bagi keanekaragaman hayati, serta memperkuat ketahanan lingkungan terhadap perubahan iklim.

Namun, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah bibit yang dibagikan. Tingkat keberhasilan juga perlu dilihat dari jumlah bibit yang benar-benar ditanam, persentase tanaman yang bertahan hidup, kesesuaian jenis tanaman dengan kondisi ekologis setempat, dan keberlanjutan pemeliharaannya.
Karena itu, gerakan seperti Giat Baduy Lestari berpeluang dikembangkan menjadi program jangka panjang melalui pendampingan masyarakat, pemantauan pertumbuhan pohon, dan pelaporan berkala mengenai hasil penanaman. Pendekatan tersebut akan membuat kegiatan sosial dan lingkungan menghasilkan manfaat yang lebih terukur.
Baduy Lestari sebagai Gerakan Budaya dan Lingkungan
Giat Baduy Lestari tidak sekadar menjadi bagian dari peringatan Milad ke-8 PUB. Kegiatan ini juga menyampaikan pesan bahwa masa depan lingkungan hidup membutuhkan partisipasi masyarakat, keteladanan pemimpin, dan penghormatan terhadap kebudayaan lokal.

Pelestarian alam akan lebih kuat apabila berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai kehidupan, kesederhanaan, tanggung jawab, dan hubungan harmonis antara manusia dengan lingkungannya.
Dari tanah Baduy, gerakan ini mengingatkan bahwa menjaga alam bukan hanya urusan pemerintah atau pegiat lingkungan, melainkan tanggung jawab lintas generasi. Bibit yang ditanam hari ini merupakan investasi bagi kehidupan esok hari.
Melalui Giat Baduy Lestari, PUB bersama para tokoh adat, pemerintah, MMS, dan masyarakat diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi dalam merawat lingkungan, menjaga kearifan lokal, serta mewujudkan kehidupan yang lestari bagi generasi sekarang dan mendatang.
Baduy Lestari — Merawat Alam, Menghormati Adat, Menjaga Masa Depan.

Judul: PUB Gelar Giat Baduy Lestari pada Milad ke-8
Penulis: Asep Chaeruloh
Editor: Parkah










