MajmusSunda News – Bandung, Jumat (03/07/2026) – Inclusive Nexus menjadi gagasan yang dibawa Farhan Helmy, Presiden DILANS Indonesia dan Pendiri Advanced Systems Computing, Design and Innovation (#ASCODI) Lab, melalui sebuah pertanyaan sederhana, “Apa hubungan 1,5 sentimeter dengan 1,5°C?”, saat tampil sebagai salah satu dari lima pembicara TEDxBandung 2026 COUNTDOWN dengan presentasi bertajuk Beyond 1.5 Centimeters and 1.5°C.
Berangkat dari pengalaman hidup sebagai pengguna kursi roda serta perjalanan lebih dari lima tahun bersama DILANS Indonesia, ASCODI Lab, dan berbagai mitra, Farhan mengajak audiens melihat bahwa isu perubahan iklim, disabilitas, masyarakat lanjut usia, kesehatan, mobilitas, keuangan inklusif, hingga pembangunan berkelanjutan bukanlah persoalan yang berdiri sendiri. Semua saling terhubung dan memengaruhi kehidupan masyarakat setiap hari.
Dalam paparannya, Farhan mengajukan satu pertanyaan reflektif:
“Mengapa isu perubahan iklim dibahas di satu ruangan, sementara isu disabilitas dibahas di ruangan yang lain?”
Menurutnya, masyarakat tidak pernah mengalami berbagai tantangan tersebut secara terpisah. Yang masih terpisah justru cara kita memahami dan meresponsnya.

Dari refleksi inilah lahir gagasan Inclusive Nexus, sebuah pendekatan yang mengajak kita melampaui sekat-sekat sektoral, menghubungkan berbagai perspektif, serta membangun kolaborasi yang lebih utuh dalam menjawab tantangan abad ke-21. Pendekatan ini menekankan bahwa berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan keterhubungan antarsektor agar solusi yang dihasilkan benar-benar menyentuh kebutuhan nyata.
Melalui konsep Inclusive Nexus, Farhan mendorong lahirnya kolaborasi yang memastikan tidak ada seorang pun yang tertinggal dalam proses pembangunan, termasuk penyandang disabilitas dan kelompok lanjut usia. Menurutnya, tantangan masa depan menuntut cara berpikir yang lebih menyeluruh dengan menghubungkan berbagai disiplin ilmu, pengalaman, serta inovasi dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
Gagasan tersebut sekaligus menjadi ajakan untuk melihat bahwa perubahan iklim, mobilitas, kesehatan, keuangan inklusif, hingga pembangunan berkelanjutan merupakan isu yang saling berkaitan. Karena itu, penyelesaiannya pun memerlukan kolaborasi lintas sektor, bukan pendekatan yang berjalan sendiri-sendiri.
Karena tantangan yang kita hadapi tidak pernah datang sendiri.
Masa depan tidak dibangun oleh solusi yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan oleh kemampuan kita menghubungkan berbagai gagasan, pengalaman, dan aksi bersama.
Judul: Inclusive Nexus di TEDxBandung 2026: Saatnya Melampaui Cara Pandang Sektoral dalam Menjawab Tantangan Masa Depan
Editor: Parkah












