MajmusSunda News, Kolom OPINI, Jawa Barat, Jum’at (27/06/2025) – Artikel dalam Kolom OPINI berjudul “HKTI, Pasti Dukung Kebijakan Presiden Prabowo” ini ditulis oleh: Ir. Entang Sastraatmadja, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat dan Anggota Forum Dewan Pakar Pertanian dan Pembangunan Pedesaan, Majelis Musyawarah Sunda (MMS).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bertemu dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) pada Selasa malam (24/6/2025). Amran pun meminta HKTI untuk mendukung empat program prioritas Presiden Prabowo, terutama dibidang pertanian. Hal ini dilakukan untuk memberikan nilai tambah ekonomi dan kesejahteraan petani nasional.

Lebih lanjut, Menteri Pertanian menyampaikan, bagaimana kiita merealisasikan visi-misi Bapak Presiden Republik Indonesia, khususnya sektor pertanian, dan yang menjadi prioritas beliau, seperti pertama swasembada pangan, kemudian yang hilirisasi, biofuel, dan Makan Bergizi Gratis. Nah, empat program inilah yang menjadi prioritas HKTI.
“Fokus mensupport sektor yang menjadi prioritas Bapak Presiden ke depan, sepatutnya menjadi titik kuat dan titik tekan HKTI dalam merumuskan program kerja sekarang dan masa mendatang”. Begitu, pernyataan Mentan Amran saat memberikan keterangan persnya usai membuka Musyawarah Nasional (Munas) X HKTI di Gedung Kementerian Pertanian, Selasa (24/6/2025).
Sejujurnya, tanpa diingatkan Mentan Amran pun, keluarga besar HKTI seluruh Nusantara, pasti akan memberi dukungan penuh terhadap kebijakan dan strategi pembangunan yang ditempuh oleh Pemerintahan Presiden Prabowo. Bagi keluarga besar HKTI, Prabowo terekam sebagai pemimpin bangsa yang selalu berpihak kepada kaum tani di negeri ini.
Perjalanan hidupnya memimpin organisasi HKTI selama 20 tahun (Ketua Umum DPN HKTI dua periode dan Ketua Dewan Pembina HKTI sampai sekarang), menunjukan potret kehidupan sosok Prabowo yang sesungguhnya. Akibatnya wajar, jika kemauan politik untuk memajukan pembangunan pertanian dan upaya memakmurkan petani, akan tampak dari kebijakan yang diambilnya.
Sebut saja soal pencapaian swasembada pangan. Pertama kali Presiden Prabowo tampil dihadapan Sidang Majlis Permusyawaratan Rakyat, dengan gamblang dirinya menekankan bahwa pencapaian swasembada pangan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, merupakan program prioritas yang harus diwujudkan dalam pemerintahannya.
Terkait dengan pencapaian swasembada pangan ini, HKTI mengingatkan agar yang dimaksud dengan swasembada pangan, bukan hanya sekedar menggenjot produksi sebanyak-banyaknya, namun seiring dengan itu mesti mampu pula meningkatkan kesejahteraan para petani. Itu sebabnya, tagline yang diusulkan “swasembada pangan yang mensejahterakan kehidupan petaninya”.
Selain itu, HKTI pun selalu meminta agar pencapaian swasembada pangan yang ingin diraih, mestilah bersifat permanen alias berkelanjutan. Bukan swasembada pangan yang sifatnya “on trend”. Hal ini penting disampaikan dan perlu dijadikan percik permenungan bersama, mengingat bangsa kita punya pengalaman pahit dengan swasembada beras yang dicapainya.
Sudah dua kali bangsa kita mampu memperoleh Piagam Penghargaan berkelas dunia atas kisah sukses meraih swasembada beras, baik dari FAO atau IRRI. Sayang, keberhasilan swasembada beras ini tidak dapat berkelanjutan. Artinya, setelah kita mendapat penghargaan, beberapa waktu kemudian, kembali harus impor beras, karena produksi dalam negeri tidak mampu memenuhi kebutuhan.
Untuk itu, kita berharap agar sedini mungkin Pemerintah mampu merancang dan merumuskan bahwa semangat pencapaian swasembada pangan, tidak didasari oleh sifatnya yang “on trend” alias swasembada pangan “kadang-kadang”. Kita ingin, supaya swasembada pangan yang dicapai adalah swasembada pangan yang permanen.
Atas gambaran demikian, maka untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan, beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah pertama, meningkatkan produktivitas pertanian, dengan menggunakan teknologi pertanian modern, varietas unggul, dan pengelolaan lahan yang lebih baik.
Kedua, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan memberikan pelatihan dan pendidikan kepada petani tentang teknologi pertanian modern dan pengelolaan usaha tani yang efektif. Ketiga, meningkatkan infrastruktur pertanian, dengan membangun infrastruktur pertanian seperti irigasi, jalan, dan gudang penyimpanan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi kerugian pasca-panen.
Keempat, meningkatkan akses pasar dengan meningkatkan akses petani ke pasar dan meningkatkan kemampuan petani untuk memasarkan produknya secara efektif. Kelima, meningkatkan ketersediaan input pertanian dengan meningkatkan ketersediaan input pertanian seperti pupuk, benih, dan pestisida yang berkualitas dan terjangkau.
Keenam, mengembangkan sistem pertanian yang berkelanjutan dengan mengembangkan sistem pertanian yang berkelanjutan, seperti pertanian organik dan pertanian terpadu, untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan meningkatkan ketahanan pangan. Ketujuh, meningkatkan kebijakan dan regulasi dengan meningkatkan kebijakan dan regulasi yang mendukung pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Kedelapan meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan meningkatkan kerjasama dan koordinasi antara pemerintah, petani, dan stakeholder lainnya untuk meningkatkan efektivitas program swasembada pangan berkelanjutan. Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, Indonesia dapat mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan dan meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Semoga komitmen HKTI untuk mendukung kebijakan dan program Pemerintahan Presiden Prabowo di sektor pertanian dan pangan menjadi bukti untuk melahirkan kehidupan kaum tani yang leboh sejahtera, makmur dan bahagia.
***
Judul: HKTI, Pasti Dukung Kebijakan Presiden Prabowo
Penulis: Ir. Entang Sastraatmadja
Editor: Jumari Haryadi












