MajmusSunda News, Senin (05/10/2026)ย โ Lebih dari dua puluh tahun lalu, lima kabupaten di Jawa Tengah melakukan eksperimen yang cukup berani. Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen mencoba mengelola sebagian kepentingan ekonominya dalam satu kawasan bernama BARLINGMASCAKEB. Mereka tidak membentuk provinsi baru dan tidak mengubah batas pemerintahan. Yang dibangun adalah ๐ฅ๐ฒ๐ด๐ถ๐ผ๐ป๐ฎ๐น ๐ ๐ฎ๐ป๐ฎ๐ด๐ฒ๐บ๐ฒ๐ป๐, karena ruang ekonomi memang tidak selalu berhimpit dengan ruang administrasi.
Prosesnya berlangsung sejak 2002. Kesepakatan Bersama lima bupati ditandatangani pada 16 Desember 2002, disusul SK Bersama pembentukan Forum Regional pada 28 Juni 2003. Fokusnya pragmatis: perdagangan, investasi, pariwisata, promosi kawasan, serta peningkatan daya saing regional. Pada saat otonomi daerah cenderung membuat setiap kabupaten sibuk membangun kekuatannya sendiri, BARLINGMASCAKEB menawarkan logika sebaliknya, yakni menggabungkan kekuatan untuk urusan yang lebih efektif dikerjakan bersama.
Arsitektur organisasinya tidak berhenti sebagai forum silaturahmi kepala daerah. ๐๐ผ๐ฟ๐๐บ ๐ฅ๐ฒ๐ด๐ถ๐ผ๐ป๐ฎ๐น yang beranggotakan lima bupati memegang kebijakan strategis. Di bawahnya terdapat Dewan Eksekutif, kemudian ๐ฅ๐ฒ๐ด๐ถ๐ผ๐ป๐ฎ๐น ๐ ๐ฎ๐ป๐ฎ๐ด๐ฒ๐ฟ sebagai pelaksana operasional yang diisi tenaga profesional. Regional Manager didukung analis perekonomian dan investasi, analis hukum dan perundang-undangan, serta analis pemasaran. Pemerintah memegang mandat politik, sementara pekerjaan ekonomi regional ditangani melalui mesin profesional.
Hasil kerjanya dapat diukur. BARLINGMASCAKEB menjalankan regional marketing, promosi investasi, pengembangan pariwisata, kerja sama infrastruktur hingga ๐ฃ๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ ๐๐ฒ๐น๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ผ๐ฟ๐๐ฎ๐ฟ๐ฑ ๐๐ผ๐บ๐ผ๐ฑ๐ถ๐๐ฎ๐ ๐๐ด๐ฟ๐ผ. Pasar lelang diselenggarakan sampai 19 kali dengan berbagai produk pertanian dari wilayah anggota. Pada Pasar Lelang XIII di Kebumen, transaksi tercatat sekitar Rp46,47 miliar. Tahun 2008 menjadi salah satu masa paling aktif dengan 24 kegiatan, terdiri atas sembilan kegiatan perdagangan, tiga pariwisata, enam investasi, dan enam kegiatan lainnya.
Esensi regional management terletak pada hasil, bukan frekuensi rapat. Ukurannya adalah transaksi yang tercipta, pasar yang terbuka, investasi yang masuk, konektivitas yang meningkat, serta nilai tambah yang dinikmati kawasan. Bupati, DPRD, APBD, dan perangkat daerah tetap berada di kabupaten masing-masing, tetapi kepentingan yang skalanya melampaui batas daerah mempunyai ruang pengelolaan bersama.
Perjalanannya kemudian menunjukkan sisi lain. Kemunduran mulai terasa sejak 2009 dan pada 2011 disepakati untuk vakum. Kajian terhadap BARLINGMASCAKEB menemukan persoalan pendanaan, ketidaksinkronan regulasi, ketergantungan pada iuran pemerintah daerah, serta lemahnya payung hukum sebagai faktor penting. Kedekatan geografis dan budaya Banyumasa mampu menjadi perekat, tetapi tidak otomatis menjamin keberlanjutan institusi. Regional management tetap memerlukan desain hukum, pembiayaan, data bersama, indikator kinerja, dan profesionalisme yang sanggup melewati pergantian kepala daerah.
Benchmark itu menarik jika dibawa kepada gagasan ๐ฆ๐๐ป๐ฑ๐ฎ ๐ฅ๐ฎ๐๐ฎ. Bukan sebagai proyek politik teritorial, bukan pula upaya menggambar kembali batas wilayah, melainkan sebagai ๐ฅ๐ฒ๐ด๐ถ๐ผ๐ป๐ฎ๐น ๐ ๐ฎ๐ป๐ฎ๐ด๐ฒ๐บ๐ฒ๐ป๐ ๐๐ฒ๐ผ-๐๐ธ๐ผ๐ป๐ผ๐บ๐ถ yang mempertemukan daerah berdasarkan arus produksi, perdagangan, investasi, manusia, infrastruktur, sumber daya, serta kedekatan sejarah dan budaya.
Sunda Raya dalam pengertian ini tidak identik dengan Provinsi Jawa Barat. ๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ฟ๐๐ฎ, ๐๐ฎ๐๐ฎ ๐๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐, ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐ป๐๐ฒ๐ป justru membentuk inti geo-ekonomi yang sangat besar. Pada 2025, ketiga wilayah ini dihuni sekitar 74 juta penduduk. Kontribusi PDRB ketiganya jika dijumlahkan mencapai sekitar ๐ฏ๐ฏ,๐ฐ๐ฏ ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐๐ฒ๐ป dari distribusi PDRB seluruh provinsi Indonesia. Jakarta menyumbang 16,61 persen, Jawa Barat 12,86 persen, dan Banten 3,96 persen. Sulit melihat ketiganya sebagai ruang ekonomi yang benar-benar berdiri sendiri.
Jakarta juga mempunyai lapisan historis. Kalapa atau Sunda Kalapa pernah menjadi pelabuhan utama Kerajaan Sunda sebelum perubahan kekuasaan pada abad ke-16. Namun relevansi Jakarta hari ini jauh lebih kuat daripada sekadar jejak sejarah. Ia merupakan pusat keuangan, jasa, perdagangan, informasi, konsumsi, dan logistik yang rantai ekonominya menyatu dengan kawasan industri Jawa Barat dan Banten.
Ada pula momentum baru yang membuat posisi Jakarta dalam gagasan Sunda Raya menjadi semakin relevan. Indonesia sedang memindahkan pusat pemerintahan nasional ke Ibu Kota Nusantara. Secara hukum, sampai saat ini Jakarta masih berstatus ibu kota selama Keputusan Presiden mengenai pemindahan resmi belum diterbitkan. Namun arah transformasinya sudah ditetapkan. ๐จ๐จ ๐ก๐ผ๐บ๐ผ๐ฟ ๐ฎ ๐ง๐ฎ๐ต๐๐ป ๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฐ ๐บ๐ฒ๐ป๐ฒ๐บ๐ฝ๐ฎ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ฟ๐๐ฎ ๐๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐ด๐ฎ๐ถ ๐ฃ๐๐๐ฎ๐ ๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ธ๐ผ๐ป๐ผ๐บ๐ถ๐ฎ๐ป ๐ก๐ฎ๐๐ถ๐ผ๐ป๐ฎ๐น ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ผ๐๐ฎ ๐๐น๐ผ๐ฏ๐ฎ๐น, dengan fungsi utama pada perdagangan, jasa, keuangan, dan kegiatan bisnis berskala nasional, regional, maupun global. Dengan demikian, ketika fungsi ibu kota politik berpindah ke IKN, Jakarta justru mempunyai ruang yang lebih besar untuk menegaskan dirinya sebagai simpul ekonomi utama kawasan.
Perubahan fungsi tersebut membuka perspektif baru. Jakarta tidak lagi perlu selalu dibaca terutama sebagai pusat kekuasaan nasional, tetapi dapat semakin kuat dibaca sebagai bagian dari suatu ๐ฟ๐ฒ๐ด๐ถ๐ผ๐ป๐ฎ๐น ๐ฒ๐ฐ๐ผ๐ป๐ผ๐บ๐ถ๐ฐ ๐๐๐๐๐ฒ๐บ bersama Jawa Barat dan Banten. Secara historis ia memiliki akar Sunda Kalapa, secara geografis berada di dalam ruang yang sama, dan secara ekonomi kehidupan Jakarta setiap hari sangat bergantung pada jaringan produksi, tenaga kerja, pangan, industri, air, transportasi, dan logistik dari wilayah sekitarnya.
Peta geo-ekonomi Sunda Raya sebaiknya dibaca melalui ๐ณ๐น๐ผ๐ yang nyata. Dari mana pangan kota-kota besar diproduksi dan ke mana didistribusikan? Di mana pusat industri berkembang? Pelabuhan mana yang melayani hinterland tertentu? Di mana pekerja tinggal dan ke mana mereka bergerak setiap hari? Bagaimana Tanjung Priok, Patimban, Merak, jaringan jalan tol, jalur kereta, kawasan industri Bekasi-Karawang-Purwakarta, Bandung Raya, Tangerang Raya, Bogor Raya, hingga kawasan produksi pangan di Priangan saling terhubung?
Jaringan ekonomi tidak mengenal batas administrasi sebagai pagar mutlak. Produksi, distribusi, tenaga kerja, transportasi, pasar, air, energi, dan informasi bergerak lintas kabupaten, kota, bahkan provinsi. Sunda Raya pun tidak harus memiliki pagar tertutup. Kerja sama dapat menjangkau wilayah lain yang mempunyai hubungan historis, kultural, maupun kepentingan ekonomi yang relevan. Dayeuhluhur dan bagian barat Cilacap, misalnya, hingga kini masih memiliki hubungan bahasa dan budaya Sunda. Jejak semacam itu cukup ditempatkan sebagai modal konektivitas, bukan dasar klaim teritorial.
Agenda Regional Management Geo-Ekonomi Sunda Raya dapat disusun dari kebutuhan yang benar-benar lintas wilayah: ๐ฝ๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ฟ๐ฎ๐ป๐๐ฎ๐ถ ๐ฝ๐ฎ๐๐ผ๐ธ, ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ฑ๐ฎ๐ด๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ถ๐ป๐๐ฒ๐๐๐ฎ๐๐ถ, ๐ถ๐ป๐๐ฒ๐ด๐ฟ๐ฎ๐๐ถ ๐ธ๐ฎ๐๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐ถ๐ป๐ฑ๐๐๐๐ฟ๐ถ, ๐ฝ๐ฎ๐ฟ๐ถ๐๐ถ๐๐ฎ๐๐ฎ, ๐ฒ๐ธ๐ผ๐ป๐ผ๐บ๐ถ ๐ธ๐ฟ๐ฒ๐ฎ๐๐ถ๐ณ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐จ๐ ๐๐ , ๐ท๐ฎ๐น๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ฟ๐ฒ๐น, ๐ฝ๐ฒ๐น๐ฎ๐ฏ๐๐ต๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ฏ๐ฎ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ฎ, ๐๐๐บ๐ฏ๐ฒ๐ฟ ๐ฑ๐ฎ๐๐ฎ ๐ฎ๐ถ๐ฟ, ๐ฒ๐ป๐ฒ๐ฟ๐ด๐ถ, ๐ฝ๐ฎ๐๐ฎ๐ฟ ๐๐ฒ๐ป๐ฎ๐ด๐ฎ ๐ธ๐ฒ๐ฟ๐ท๐ฎ, ๐ฝ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ถ๐ฑ๐ถ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ฝ๐ฒ๐ป๐ด๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ฆ๐๐ , ๐ต๐ถ๐ป๐ด๐ด๐ฎ ๐๐ฎ๐๐ ๐๐ถ๐๐๐ฒ๐บ ๐ฑ๐ฎ๐๐ฎ ๐ฒ๐ธ๐ผ๐ป๐ผ๐บ๐ถ ๐ฟ๐ฒ๐ด๐ถ๐ผ๐ป๐ฎ๐น. Regional branding dan regional marketing juga dapat dikerjakan bersama agar setiap daerah tidak terus bekerja sendiri untuk mempromosikan potensi yang sebenarnya saling terhubung.
Kerangka hukumnya tersedia melalui ๐ฃ๐ฃ ๐ก๐ผ๐บ๐ผ๐ฟ ๐ฎ๐ด ๐ง๐ฎ๐ต๐๐ป ๐ฎ๐ฌ๐ญ๐ด ๐๐ฒ๐ป๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฒ๐ฟ๐ท๐ฎ ๐ฆ๐ฎ๐บ๐ฎ ๐๐ฎ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ต dan ๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐บ๐ฒ๐ป๐ฑ๐ฎ๐ด๐ฟ๐ถ ๐ก๐ผ๐บ๐ผ๐ฟ ๐ฎ๐ฎ ๐ง๐ฎ๐ต๐๐ป ๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฌ. Persoalannya bukan semata apakah pemerintah daerah boleh bekerja sama, melainkan bagaimana membangun model kelembagaan yang profesional, terukur, akuntabel, serta mampu bertahan melewati pergantian kepemimpinan.
Forum Regional Sunda Raya pun tidak harus langsung menjadi organisasi raksasa. Ia dapat dimulai dari beberapa urusan dengan interdependensi paling kuat. Kepala daerah memberi mandat, dunia usaha membawa jaringan pasar dan investasi, perguruan tinggi menyediakan pengetahuan, sementara Regional Management profesional bekerja dengan target yang terukur dalam transaksi, investasi, produktivitas, konektivitas, lapangan kerja, dan kesejahteraan.
BARLINGMASCAKEB pernah menunjukkan bahwa identitas dapat menjadi perekat, tetapi ๐ด๐ฒ๐ผ-๐ฒ๐ธ๐ผ๐ป๐ผ๐บ๐ถ ๐บ๐ฒ๐บ๐ฏ๐๐๐๐ต๐ธ๐ฎ๐ป ๐ถ๐ป๐๐๐ถ๐๐๐๐ถ. Sunda Raya selama ini lebih banyak hidup sebagai kesadaran sejarah, kebudayaan, dan identitas. Mungkin sudah waktunya ia juga berbicara tentang produksi, perdagangan, investasi, teknologi, konektivitas, dan kemakmuran bersama.
๐๐ถ๐ธ๐ฎ ๐บ๐ฒ๐บ๐ฎ๐ป๐ด ๐ฏ๐ฒ๐ด๐ถ๐๐, ๐บ๐ฎ๐ธ๐ฎ ๐๐ฎ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ต ๐ข๐๐ผ๐ป๐ผ๐บ๐ถ ๐๐ฒ๐ผ-๐๐ธ๐ผ๐ป๐ผ๐บ๐ถ ๐ฆ๐๐ป๐ฑ๐ฎ ๐ฅ๐ฎ๐๐ฎ ๐ฏ๐ถ๐๐ฎ ๐๐ฒ๐ฟ๐๐๐ท๐๐ฑ.
Salam,
๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฒ๐ฝ
***
Judul: Forum Regional Barlingmascakeb, akankan Sunda Raya Juga Berdiri Sebagai Satu Regional Management Geo-Ekonomi?
Penulis:ย Kang Eep
Editor:ย Raka Alvaro Triputra












