EKONOMI RAKYAT DAN STRATEGI PEMBANGUNAN BERBASIS PASAR

Penulis: Ernawan S. Koesoemaatmadja (Pensiunan Guru Toge)

Artikel terbaru "EKONOMI RAKYAT DAN STRATEGI PEMBANGUNAN BERBASIS PASAR". Penulis: Ernawan S. Koesoemaatmadja (Pensiunan Guru Toge)

MajmusSunda News, Bandung, 19/5/2026 – LANDASAN PERTAMA:

1. Pasar merupakan inti Ekonomi Rakyat, segalanya bermuara pada Pasar, di pasar pula Jati diri menjelma menjadi Martabat. Pasar yang dimaksud bukan Pasar penuh rumus dan teori, seperti dalam kajian para ahli ekonomi makro atau ekonomi mikro, tetapi pasar yang sejatinya pasar. Sebuah arena yang sejak nenek moyang kita ada, menjadi tempat barang barang produksi ditransaksikan kepada konsumen secara riil.

Masyarakat menyebutnya Pasar Tradisional, yang kita analisa adalah Pasar Konvensional, bukan berarti kata Tradisional berkonotasi kata jorok dan kampungan, tetapi karena sejatinya Pasar yang berkembang di Indonesia merupakan sebuah Konvensi ( bukan hanya sekedar bertransaksi, tetapi juga Bekerja, bersosialisasi, bertukar Informasi dan berbagi kepedulian ).

2.Strategi Pembangunan Ekonomi Rakyat harus bertolak dari Pasar Konvensional, dengan mengedepankan prinsip prinsip Pasar, hendaknya merupakan ruang terbuka bagi sebanyak banyaknya Rakyat untuk hidup, bekerja dan bersosialisasi.

Pasar tidak disederhanakan sebatas hitungan Break Event Point dan Harga jual Kios atau Kavling. Hal mana membuat pedagang tetap berjualan dipinggir jalan dan memacetkan tatali marga, serta Pedagang kecil ditempatkan disudut yang paling sempit dan kotor ( Basement) pada sebuah Gedung yang sangat nyaman dan strategis bernama Plaza dan Center, termasuk meloloskan mesin mesin kapitalisme global menyerobot konsumen di kampung kampung dan Pilemburan, guna mengais bukan hanya uang ribuan tapi juga puluhan dan recehan , yang semestinya menjadi rejeki pedagang kelas kampung.

3.Ekonomi Rakyat memiliki tiga tiang Penyangga Utama, yakni Pertanian , Manusia Kreatif dan Pasar, dimana ekonomi rakyat memerlukan lebih banyak Sumberdaya kreatif, yang mampu mengubah jagung jadi Energy alternatif, rumput jadi kertas, padi berbulir emas, dan ikan beralih rupa menjadi Computer. Sampai saat ini kita masih percaya bahwa itu hanya bisa dilakukan oleh sebuah dinamika aktivitas pendidikan, namun jika pendidikan kita masih belum juga mampu melahirkan Sumberdaya kreatif seperti itu,maka System Pendidikan kita memang tidak pro Ekonomi rakyat.

Dengan demikian selayaknya Ekonomi rakyat di Indonesia, bertumpu pada Pertanian yang dikelola oleh Sumberdaya kreatif, dan berbasis pada Pasar Konvensional yang kokoh.

4. Proteksi terhadap keberadaan Pasar tradisional , dengan didukung oleh Instrument Hukum dan Kebijakan Pemerintah, serta Tata Ruang yang memadai, antara lain : pertama, dengan semakin memberdayakan Pasar Konvensional/ Tradisional, dan kedua, melalui pengaturan pasar modern, sehingga diharapkan diantara keduanya akan tetap tumbuh, serta berkembang dengan tidak saling mematikan.

5. Perbaikan Kwalitas lingkungan pasar Tradisional / Konvensional , untuk mendukung tingkat kenyamanan dan keamanan konsumen, termasuk perlunya Pelatihan Pengelola dan Pembina Pasar ( Manajemen Pasar), kegiatan pendampingan, sosialisasi revitalisasi pasar tradisional/ Konvensional, untuk meningkatkan daya saing dan mewujudkan Pasar yang Bersih, aman dan nyaman, berarti Pengelola dan Pedagang Pasar harus pula turut memahami Manajemen Pasar dan aspek Kedisiplinan KEBERSIHAN, yang akhir akhir ini semakin tidak terkendali tumpukan sampahnya, dan menjadi beban berat Pemerintah daerah.

6. Pembinaan yang terpadu dan berkesinambungan dari unsur Pemerintah, Assosiasi dan Lembaga terkait, dalam hal Manajemen barang dagangan ( Manajemen distribusi dan Warehousing ). Sehingga merreka tidak berlaku seperti pemilik pasar Modern , yang dengan kekuatannya mampu mendikte Supplier untuk mendapatkan harga termurah.

7. Untuk meningkatkan daya saing Pasar Konvensional, dibutuhkan pemahaman bersama dan Kesadaran Sinergis dengan Pemerintah Kabupaten atau Kota, untuk meningkatkan peran dalam memberikan Service yang lebih baik pada para Pelanggan, diantaranya : Kerapihan, Penataan, Kebersihan dan kecepatan pelayanan, sehingga mengangkat performance pasar .( pusat transaksi sekaligus asset Wisata berpotensi tinggi).

8. Perlu semakin ditumbuhkannya pemahaman para pedagang pasar, terhadap Pasarnya, dikemudian hari para Pedagang bisa menjadi Pemegang Saham dan.pasar berubah menjadi Pasar Kolektif .

Inilah keharusan sejarah Bangsa kita dimasa depan, yaitu mewujudkan suatu Perekonomian Rakyat, ysng bukan sekedar memanfaatkan rakyat sebagai alat alat produksi, tetapi memberi ruang selebar lebarnya kepada Rakyat , untuk mengembangkan Jati dirinya dan memiliki Martabat dimata Bangsa Bangsa lainnya.

*****

Judul: EKONOMI RAKYAT DAN STRATEGI PEMBANGUNAN BERBASIS PASAR

Penulis: Ernawan S. Koesoemaatmadja (Pensiunan Guru Toge)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *