MajmusSundaNews-Kota Bandung Jawa Barat, Selasa,(29/10/2024-Selain persiapan acara debat, KPU Jabar juga mulai mendistribusikan surat suara untuk pemilihan gubernur ke lima kabupaten/kota. Proses pendistribusian hingga saat ini masih terus dilakukan
“Kami memulai pengiriman (pertama) untuk lima kabupaten/kota, yaitu Subang, Kota Cirebon, Kuningan, Banjar, dan Pangandaran,” kata Ummi Wahyuni Ketua KPU Jabar saat dihubungi wartawan, Senin (28/10/2024).
Ummi mengungkapkan, KPU Jabar menargetkan distribusi sebanyak 70 juta lembar surat suara untuk 27 kabupaten/kota. Seperti diketahui, untuk Pilgub Jabar terdapat sebanyak 36.824.109 surat suara sedang dalam proses pencetakan, dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) ditambah surat suara cadangan yakni 2,5 persen dari jumlah DPT.
“Pengiriman akan dilanjutkan ke 22 kabupaten/kota lainnya dalam waktu dekat. Mengingat jumlah DPT yang besar di Jabar, manajemen logistik yang baik sangat diperlukan,” kata Ummi.
Ummi mengingatkan kepada semua kabupaten/kota agar menyiapkan gudang penyimpanan surat suara yang aman dari risiko bencana, seperti banjir dan kebakaran. Ummi juga menekankan pentingnya koordinasi dengan Bawaslu dan pihak keamanan selama proses pengiriman.
Kepala Divisi Logistik KPU Jabar Hari Nazarudin menjelaskan, surat suara yang didistrubusikan merupakan produksi pertama yang didistribusikan dari Gramedia ke daerah-daerah. PT Gramedia sebagai pemenang lelang, diketahui memproduksi surat suara dari pabrik Cikarang dan Rancaekek.
“Ini adalah hasil produksi pertama yang didistribusikan dari Gramedia ke daerah-daerah,” kata Hari.
Hari mengatakan bahwa distribusi akan dilakukan setiap hari hingga batas akhir pada 2 November 2024. Pendistribusian ke daerah-daerah kemudian akan dilakukan setelah selesai dicetak. Kata Hari, semuanya akan dicetak dan didistribusikan bersama vendor pemenang lelang.
“Rekan-rekan dari setiap kabupaten/kota bertanggung jawab untuk mengawal pengiriman dari tempat produksi hingga gudang masing-masing,” katanya.
Surat suara yang didistribusikan terdiri dari beberapa jenis yakni Pilbup, Pilwalkot, dan Pilgub.Diakui Hari, melakukan distribusi logistik bukan hal yang sederhana mengingat jangkauan daerah di Jabar begitu luas.
Kendati begitu, Hari mengaku tak ada catatan khusus dalam proses distribusi. Sebab, KPU Jabar akan berkoordinasi dan meninjau kembali berdasarkan proses distribusi Pilpres dan Pileg yang telah berlangsung sebelumnya.
Soal pengamanan, pihak kepolisian akan bertanggung jawab sesuai kebijakan di tingkat kabupaten/kota.
“Pengamanan distribusi menjadi hal yang penting, dan kami telah menyesuaikan jumlah surat suara berdasarkan DPT. Untuk Pilkada ini, ada tambahan 2,5% surat suara untuk setiap TPS, berbeda dari Pilpres yang hanya 2%,” katanya.
Sementara untuk pemilih disabilitas, KPU tak hanya menyediakan TPS yang ramah untuk membantu pemilih tuna netra. KPU Jabar juga akan kita memperhatikan TPS agar ramah seluruh disabilitas.
Selain itu imbuh Hari, koordinasi juga akan dilakukan dengan BPBD Jabar terkait TPS siaga bencana, agar jauh dari titik rawan bencana.
“Kami sangat berharap rekan-rekan menjaga standar operasional selama pengiriman dan penerimaan surat suara di gudang logistik masing-masing. Ini adalah langkah penting untuk memastikan semua berjalan lancar sesuai ketentuan yang telah diatur dalam PKPU,” kata Ummi.
Kepala Divisi Logistik KPU Jabar Hari Nazarudin menjelaskan, surat suara yang didistrubusikan merupakan produksi pertama yang didistribusikan dari Gramedia ke daerah-daerah. PT Gramedia sebagai pemenang lelang, diketahui memproduksi surat suara dari pabrik Cikarang dan Rancaekek.
“Ini adalah hasil produksi pertama yang didistribusikan dari Gramedia ke daerah-daerah,” kata Hari.
Hari mengatakan bahwa distribusi akan dilakukan setiap hari hingga batas akhir pada 2 November 2024. Pendistribusian ke daerah-daerah kemudian akan dilakukan setelah selesai dicetak. Kata Hari, semuanya akan dicetak dan didistribusikan bersama vendor pemenang lelang.
“Rekan-rekan dari setiap kabupaten/kota bertanggung jawab untuk mengawal pengiriman dari tempat produksi hingga gudang masing-masing,” ucapnya.
Surat suara yang didistribusikan terdiri dari beberapa jenis yakni Pilbup, Pilwalkot, dan Pilgub. Diakui Hari, melakukan distribusi logistik bukan hal yang sederhana mengingat jangkauan daerah di Jabar begitu luas.
Meski begitu, Hari mengaku tak ada catatan khusus dalam proses distribusi. Sebab, KPU Jabar akan berkoordinasi dan meninjau kembali berdasarkan proses distribusi Pilpres dan Pileg yang telah berlangsung sebelumnya.
Soal pengamanan, pihak kepolisian akan bertanggung jawab sesuai kebijakan di tingkat kabupaten/kota.
“Pengamanan distribusi menjadi hal yang penting, dan kami telah menyesuaikan jumlah surat suara berdasarkan DPT. Untuk Pilkada ini, ada tambahan 2,5% surat suara untuk setiap TPS, berbeda dari Pilpres yang hanya 2%,” katanya.
Judul: Distribusi Logistik Untuk 4 Kabupaten dan 1 Kota di Jabar
Jurnalis: Agung Ilham Setiadi
Editor: AIS












