MajmusSunda News – Bogor, Jawa Barat | Kebun Raya Bogor (KRB) Jawa Barat yang saat itu berdiri pada 18 Mei 1817 Masehi kehadirannya bernama ‘sland Plantentuin te Buitenzorg yang di pelopori oleh Prof. C.G.C Reinwardt.
Pada tahun 1950 ‘sland Plantentuin te Buitenzorg di ubah menjadi Kebun Tumbuhan Negara yang secara resmi bernama Kebun Raya Bogor, untuk lebih detail nya ada di www.krbogor.lipi.go.id

Kebun Raya Bogor hingga sekarang memiliki sejarah panjang di Indonesia, dengan usianya yang 209 tahun tersebut, dan didalamnya beragam bidang penelitian sebagai penyelamat flora di Indonesia, penemuan tumbuhan baru, dan keberadaannya perlu dijaga juga di lestarikan.
Menurut data yang berkembang bahwa Kebun Raya Bogor memiliki ragam koleksi tumbuhan, ada 12.531 spesimen dan dikelompokkan menjadi 3.228 jenis, 214 suku dan 1.210 marga.
Dari masa kemasa perkembangannya Kebun Raya Bogor terus berbenah dengan menyuguhkan berbagai pilihan kenyamanan kepada para pengunjung.

Ketika jurnalis Majmussunda.id melakukan kunjungan ke lokasi Kebun Raya raya Bogor, pada hari Selasa tanggal 9 Juni 2026 lalu, tampak para pengunjung ada yang berkelompok seperti para mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan observasi alam.
Ada juga pasangan keluarga, pasangan muda-mudi yang sengaja datang berkunjung untuk menikmati kesegaran alam Kebun Raya Bogor, begitu juga anak-anak sekolah yang didampingi guru pembimbing dan orang tuanya, kelihatan nya bersuka ria, karena di usia anak-anak Sekolah Dasar tentunya ingin tahu keberdaan Kebun Raya Bogor.
Luas kebun raya Bogor mencapai 87 hektar terletak di jalan Otto Iskandar Dinata Paledang Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor Jawa Barat.
Bagi pengunjung yang akan memasuki area kebun raya Bogor dikenakan biaya tiket Rp 15.500/orang.
Setelah memasuki area Kebun Raya Bogor para pengunjung bisa menikmati keindahan alam yang sejuk, adem, dingin. Bahkan untuk berkeliling Kebun Raya Bogor disediakan pula sarana sewa moda transportasi seperti sepeda listrik, E-Scooter, Golf Car dan sarana moda transportasi lainnya.
“Kalau jalan kaki, butuh waktu untuk menjelajahi kebun Raya Bogor ini,” kata EV salah satu pengunjung.
“Karena saking luasnya, management Kebun Raya Bogor mengelola transportasi khusus di dalam saja, karena bagi mereka yang berkendara roda dua, di arahkan parkir di tempat parkiran yang telah disediakan,” katanya.
Pantauan di lokasi Kebun Raya Bogor memang ada beberapa titik pintu masuk bagi kendaraan roda empat, begitu juga untuk roda dua di tempat kan parkiran nya tidak jauh dari pintu masuk pertama.
EV dan NM selaku pengunjung berharap Kebun Raya Bogor terus memberikan yang terbaik bagi kenyamanan para pengunjung, terutama nya bagi anak-anak sekolah dasar sebagai pelajaran ilmu pengetahuan alam.
“Kebun Raya Bogor banyak sekali ribuan tanaman dan tumbuhan yang banyak kita tidak tahu, semoga ini menjadi pengetahuan tentang alam tumbuhan lainnya,” tutupnya.
Jurnalis:Andri Yan












