Bupati Sumedang Membuka Musyawarah Distrik AMS Sumedang

Bupati Sumedang
Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, ST., M.M., memukul gong sebagai tanda dimulainya Musyawarah Distrik AMS Sumedang.

MajmusSunda News – Sumedang, Minggu (13/09/2026) – Angkatan Muda Siliwangi Distrik Sumedang mengadakan Musyawarah Distrik (Musdis) XI, yang dibuka langsung oleh Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, ST., MM., bertempat di Pendopo IPP Kabupaten Sumedang, Jl. Prabu Gajah Agung, RT 004 RW 002, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara.

Musyawarah ini dihadiri oleh pengurus, anggota, Dewan Penasehat, jajaran Rayon dan Komisariat, Pitaloka Distrik AMS Sumedang, juga oleh Ketua Umum PP AMS Rully H. Alfiady dan Ketua PP Pitaloka beserta 11 orang jajaran PP AMS, serta tamu dan undangan.

Bupati Sumedang
Sambutan Bupati

Rully Krisna Peryoga, Ketua Distrik AMS Sumedang, menyampaikan bahwa musyawarah ini dilaksanakan karena masa jabatan Pengurus Distrik AMS Sumedang berakhir dan berdasarkan hasil rapat kerja distrik tanggal 5 September 2026, yang dilaksanakan di Kwarcab Sumedang, sebagaimana surat Nomor 015/AMS.004/IX/2026 yang disampaikan kepada Ketua Umum PP AMS oleh Sekretaris dan Ketua Distrik AMS Sumedang.

Pada kesempatan itu, Rully Krisna Peryoga, Ketua Distrik AMS Sumedang, menyampaikan bahwa kali ini dirinya tidak akan maju kembali sebagai ketua distrik.

Bupati Sumedang
Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, ST., M.M., memberikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Distrik AMS Sumedang.

“Pada kesempatan kali ini juga saya melaporkan kepada ketua untuk tidak maju kembali menjadi ketua distrik. Biarkan regenerasinya berjalan…” ujar Rully K. Peryoga.

Ketua Umum PP AMS Rully H. Alfiady, dalam sambutannya, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Sumedang dan para undangan yang hadir pada Musyawarah Distrik AMS Sumedang. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Rayon.

Bupati Sumedang
Ketua Umum PP AMS, Rully H. Alfiady, memberikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Distrik AMS Sumedang.

“Musyawarah distrik ini merupakan distrik pertama sejak saya dilantik menjadi Ketua PP AMS. Sumedang pangheulana bae. Terima kasih, Sumedang, sudah mengawali Musdis ini,” ujar Rully H. Alfiady.

Rully H. Alfiady menyampaikan bahwa dirinya bersama seluruh pengurus pusat sudah menyiapkan langkah-langkah dan konsolidasi. Dari total 637 kecamatan di Jawa Barat, baru sekitar 115 kecamatan yang memiliki atau sedang mengisi kepengurusan. Sementara itu, dari 5.800 lebih desa dan kelurahan, baru sekitar 500 yang telah memiliki kepengurusan. Hal ini dikarenakan adanya masa “vakum” pasca-1998, ketika organisasi mengalami perubahan dalam hal independensi.

Bupati Sumedang
Ketua Distrik AMS Sumedang, Rully Krisna Peryoga, menyampaikan sambutan sekaligus laporan pada pembukaan Musyawarah Distrik AMS Sumedang.

“Menyadari hal ini, AMS menetapkan target yang sangat ambisius: pada akhir 2028, struktur organisasi harus tegak berdiri di minimal 511 hingga 637 kecamatan, dan setiap rayon diwajibkan membentuk minimal tiga Sub Rayon yang tersebar di wilayah kerjanya. Dengan target mencapai 1.500 Sumbu Rayon pada tahun 2028, serta memangkas syarat jumlah pengurus rayon dari 66 orang menjadi minimal 17 orang,” ujar Rully H. Alfiady.

Rully H. Alfiady menyampaikan bahwa AMS tengah mematangkan kolaborasi strategis dengan Kementerian Desa (Kemendes) melalui Nota Kesepahaman (MoU) yang ditargetkan rampung pada November mendatang. Rencana besarnya adalah mengelola 1.000 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di seluruh Indonesia.

Ada program ketahanan pangan nasional dengan potensi aliran dana antara Rp500 juta hingga Rp2,5 miliar per desa. Jika proyeksi 1.000 desa ini terealisasi dengan rata-rata Rp1 miliar per titik, maka AMS akan mengawal perputaran ekonomi sebesar Rp1 triliun.

Bupati Sumedang

“Juga, strategi baru organisasi adalah mendorong kader-kader terbaiknya untuk aktif menjadi penyelenggara pemilu (KPU dan Bawaslu) di tingkat distrik atau kecamatan. Visi ini sangat strategis: memastikan sistem demokrasi berjalan jujur, bersih, dan berkualitas. Namun, secara internal, ini juga merupakan langkah taktis untuk membangun posisi tawar yang lebih elegan.

“Dengan mengawal kualitas sistem, AMS memastikan proses politik yang adil bagi kader-kadernya. Menuju 2029, AMS menargetkan pembentukan tim politik khusus untuk mendeklarasikan calon-calon internal yang berkualitas di berbagai partai politik tanpa memicu konflik horizontal antarkader,” ujar Rully H. Alfiady.

Bupati Sumedang

Sementara itu, Dr. H. Dony Ahmad Munir, ST., MM., selaku Bupati Sumedang, dalam sambutannya menyampaikan pesan kepada AMS, khususnya AMS Distrik Sumedang. Ia menyampaikan lima pelajaran strategis untuk membangun organisasi yang modern, relevan, dan memiliki dampak nyata bagi masa depan, yakni:

  1. Tiga pilar utama yang harus berjalan secara berkesinambungan: konsolidasi, kaderisasi, dan mobilisasi.
  2. Akuntabilitas berbasis data (data pinisepuh, bagus).
  3. Digitalisasi: belajar dari efisiensi “Gojek”.
  4. Pemimpin “open mind” dan strategi anti-baper.
  5. Integritas kader: berhenti menghakimi tanpa data.

Lebih lanjut, Dony Ahmad Munir menyampaikan bahwa membangun organisasi modern memerlukan growth mindset—pola pikir yang terus bertumbuh dan menolak untuk diam di tempat. Kita tidak boleh membiarkan organisasi menderita mental block atau rasa iri terhadap kemajuan pihak lain.

“Sebaliknya, jadikan keberhasilan pihak lain sebagai motivasi untuk berinovasi. Dengan struktur yang solid, data yang akurat, dan kepemimpinan yang progresif, organisasi akan selalu berada one step ahead dalam menjawab tantangan zaman,” ujar Dony.

Judul: Bupati Sumedang Membuka Musyawarah Distrik AMS Sumedang
Penulis: Ipur/AZM
Editor: Parkah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *