MajmusSunda News, Jakarta, 28/4/2026 – BNN menggelar Rakor Pembentukan Wadah Peran Serta Masyarakat (PSM) di Gedung Tan Satrisna, Jakarta Timur (28/4), sebagai langkah konkret menghadapi darurat narkotika yang kian masif dan merambah hingga pelosok desa.
Sestama BNN RI, Tantan Sulistyana, menegaskan ancaman narkotika tidak lagi terbatas di kota, dengan 9.720 kawasan rawan dan 4,15 juta penduduk terdampak. Daya rusaknya bahkan disebut lebih berbahaya karena menghancurkan masa depan generasi secara permanen.
Di tengah kondisi ini, PANI (Penggiat Anti Narkoba Indonesia) tampil sebagai kekuatan nyata masyarakat yang siap bergerak langsung di lapangan.
PANI tidak hanya hadir, tetapi menegaskan posisi sebagai mitra strategis BNN dalam perang total melawan narkotika.
Ketua DPP PANI: Perang Ini Harus Dimenangkan
Ketua DPP PANI, Dedi Ginanjar, menyampaikan sikap tegas: “PANI tidak akan diam. Ini bukan sekadar ancaman, ini perang yang harus dimenangkan. PANI siap menjadi garda terdepan bersama BNN, turun langsung ke masyarakat, sekolah, dan desa untuk memutus mata rantai peredaran narkotika,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dedi menekankan bahwa kekuatan utama PANI ada pada jaringan akar rumput yang siap digerakkan secara cepat dan masif.
“PANI hadir bukan hanya sebagai pendukung, tapi sebagai penggerak. Kami siap memperkuat edukasi, pencegahan, hingga pengawasan lingkungan. Tidak boleh ada ruang bagi narkotika di negeri ini,” lanjutnya.
Pembentukan wadah PSM menjadi momentum strategis untuk menyatukan kekuatan negara dan masyarakat. PANI menegaskan komitmennya untuk berdiri di garis depan, memastikan gerakan anti narkoba tidak hanya menjadi slogan, tetapi aksi nyata di seluruh wilayah Indonesia.
#Humaspani
#dpppani
#dpwpani
#dpdpani
#mediapani
#mitrapani
*****
Judul: BNN PERKUAT SINERGI NASIONAL LAWAN NARKOTIKA, PANI SIAP JADI GARDA TERDEPAN
Sumber: DPP PANI












