MajmusSundaNews, Jatinangor Sumedang, (25/12/2024)- Kelompok Keilmuan (KK) Bioteknologi Mikroba SITH-ITB, menggelar pelatihan produksi sirup nira dan produk turunannya berbasis fermentasi untuk warga dan mahasiswa di sekitar kampus ITB Jatinangor, Sumedang.
Ketua Kelompok Pengabdian Masyarakat Prof Dea Indriani Astuti menuturkan Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan oleh Kelompok Keilmuan (KK) bioteknologi mikroba SITH ITB.
“Jadi memang KK Bioteknologi Mikroba ini bergerak dalam bidang ilmu mikroba. Makanya sesuai dengan Pelatihan yang sedang kami laksanakan ini,” Prof Dea Indriani usai memberikan pelatihan produksi sirup nira dan produk turunannya berbasis fermentasi kepada masyarakat dan mahasiswa di sekitar Jatinangor di ITB kampus Jatinangor, baru-baru ini
Kelompok Keilmuan ini diketuai oleh Prof. Dr. Dea Indriani Astuti, sedangkan ketua pelaksana pelatihan Dr. Anriansyah Renggaman. Kegiatan ini dibagi ke dalam 2 sesi yaitu, sesi 1 adalah pelatihan mengenai metode produksi sirup nira dari batang pohon dengan narasumber Dr. Ir. Neil Priharto dan Dr. Anriansyah Renggaman.
Sedangkan sesi 2 adalah pelatihan mengenai produksi minuman fermentasi menggunakan sirup nira yang sudah dibuat dengan narasumber Dr. Dzulianur Mutsla, Dr. Amalia Ghaisani Komarudin, Dr. Maya Fitriyanti, dan Dr. Eng. Kamarisima.
Prof. Dr. Dea Indriani Astuti menambahkan pelatihan ini bertujuan untuk mentransfer pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah nira menjadi alternatif pemanis yang lebih sehat dan berkelanjutan. Peserta dibimbing melalui proses produksi sirup nira, yang dapat digunakan sebagai pemanis alami dalam berbagai makanan dan minuman.
“Program pengabdian masyarakat tahunan ini dirancang untuk berbagi temuan penelitian kami dengan masyarakat dan memberdayakan mereka untuk menghasilkan produk bernilai tambah dari sumber daya lokal, seperti Nira,” kata Prof Dea.
“Kami telah menyederhanakan metode penelitian yang kompleks untuk membuatnya mudah diakses oleh masyarakat, sehingga mereka dapat menerapkan pengetahuan ini dalam kehidupan sehari-hari mereka,” katanya lagi.
Ketua pelaksana pengabdian Masyarakat Dr. Anriansyah Renggaman menekankan pentingnya memanfaatkan sumber daya lokal dan mengurangi ketergantungan pada gula olahan.
“Dengan mengajarkan masyarakat untuk memproduksi pemanis sendiri, kita dapat mendorong kebiasaan makan yang lebih sehat dan menciptakan peluang ekonomi baru,” tutur Ardiansyah.
Lokakarya ini mendapat tanggapan positif dari peserta yang antusias mempelajari keterampilan baru dan berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan.
KK Bioteknologi Mikroba SITH-ITB berencana untuk terus menyelenggarakan lokakarya serupa untuk memberdayakan lebih banyak komunitas dan mempromosikan penggunaan produk alami dan sehat. “Selain Kita ajarkan pada masyarakat bagaimana membuat sebuah fermentasi, kita ingin membuka wawasan kepada masyarakat ternyata selain misalkan dijual langsung dalam bentuk sirup jeruk pengganti gula, tapi kita bisa manfaatkan menjadi Minuman fermentasi yang bernilai jual tinggi,” kata Ardiansyah.
Lokakarya ini, imbuh Prof. Dea, mencakup berbagai topik, termasuk pengumpulan dan pengolahan Nira: Peserta belajar cara mengumpulkan nira secara higienis dan mengolahnya menjadi sirup.
Teknik fermentasi, para ahli mendemonstrasikan cara menggunakan sirup nira sebagai dasar untuk menghasilkan minuman fermentasi seperti kombucha dan teh lemon jahe.
Manfaat kesehatan pemanis alami, lokakarya ini menyoroti potensi manfaat kesehatan dari mengganti gula rafinasi dengan pemanis alami seperti sirup nira.
Minuman itu memiliki manfaat bagi kesehatan bisa juga dijual ke masyarakat sekitarnya. Atau produk hasil karya masyarakat itu bisa dikemas bekerja sama dengan UMKM yang ada di desanya, yang kemudian menjadi produk unggulan di desa tersebut
Judul: Bioteknologi Mikroba SITH-ITB Gelar Produksi Sirup Nira untuk Warga Jatinangor
Jurnalis: Agung Ilham Setiadi
Editor: AIS












