MajmusSunda News – Jatinangor, Senin (16/03/2026) – Asosiasi RSPTN bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menggelar Workshop Revitalisasi Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) yang diselenggarakan di Universitas Padjadjaran. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Koeswadji Unpad, Jalan Prof. Eyckman No. 38, Pasteur, Bandung serta Kampus Jatinangor pada 10–11 Maret 2026.
Workshop ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran dan pengelolaan rumah sakit pendidikan dalam mendukung sistem kesehatan akademik di Indonesia.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Setiawan mengatakan bahwa revitalisasi rumah sakit perguruan tinggi memiliki misi besar dalam meningkatkan kolaborasi antarperguruan tinggi serta penguatan sistem kesehatan akademik.
“Ketika kita berbicara tentang revitalisasi ini, ada misi besar dan visi besar mengenai bagaimana kita bisa bersama-sama maju. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menjadikan RSPTN sebagai mitra strategis untuk berkolaborasi dalam mendukung sistem kesehatan akademik sehingga berstandar internasional,” ujarnya.
Menurutnya, revitalisasi rumah sakit perguruan tinggi tidak hanya menuntut komitmen dari masing-masing institusi, tetapi juga memerlukan kolaborasi antarperguruan tinggi untuk menghadapi berbagai tantangan. RSPTN juga perlu menetapkan keunggulan serta kekhasan masing-masing mengingat keterbatasan sumber daya yang ada.
“Perspektif atau paradigma berpikir kita adalah sistem kesehatan akademik. Kita tidak bisa bekerja sendirian dan sistem pendidikan tidak bisa berjalan secara silo atau terpisah. Pada hakikatnya, apa yang kita lakukan di pendidikan pada akhirnya harus mendukung penguatan sistem kesehatan,” ujar Prof. Setiawan yang juga merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.
Rektor Universitas Padjadjaran Arief S. Kartasasmita mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan peran RSPTN di tengah meningkatnya dinamika dalam penyelenggaraan pendidikan kedokteran.
“Ini menjadi salah satu dasar bagi kita untuk merapatkan barisan dan memperkuat komitmen dalam memposisikan rumah sakit pendidikan sebagai bagian penting dari sistem pendidikan kesehatan,” ujarnya.
Asosiasi RSPTN Dorong Kolaborasi Rumah Sakit Pendidikan
Pada hari pertama kegiatan digelar sesi Meet the Leaders yang menghadirkan sejumlah rektor perguruan tinggi pemilik RSPTN, yaitu dari Universitas Hasanuddin, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, Universitas Airlangga, Universitas Sumatera Utara, Universitas Udayana, serta Universitas Syiah Kuala.
Sesi tersebut dimoderatori oleh Tri Hanggono Achmad dan T. Basaruddin. Selain itu digelar pula sesi in-depth understanding yang membahas penguatan konsep sistem kesehatan akademik, tata kelola dan kepemimpinan RSPTN, serta transformasi layanan unggulan menuju rumah sakit akademik berstandar internasional.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan sesi workshop yang dibagi ke dalam tiga klaster diskusi. Setiap klaster menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Asosiasi Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri, yaitu Eric Daniel Tenda bersama Afif Nurul Hidayati, T. Basaruddin bersama Tajrin, serta Tri Hanggono Achmad bersama Kosterman.
Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi pemilik RSPTN dalam mengembangkan rumah sakit pendidikan yang unggul. Dengan sinergi berbagai pihak, RSPTN diharapkan mampu berkontribusi lebih besar dalam mendukung pendidikan kedokteran sekaligus penguatan sistem kesehatan nasional.
Narahubung:
Media Relations
Kantor Komunikasi Publik
Universitas Padjadjaran
Email. humas@unpad.ac.id
Judul: Asosiasi RSPTN dan Ditjen Dikti Gelar Workshop Revitalisasi di Unpad
Jurnalis: AGP
Editor: Parkah












