Adinkes Training Center Bekerja Sama dengan Direktorat PTM Kemenkes Mengadakan Training of Trainer (TOT) Penanggulangan Stroke bagi Dokter dan Perawat di FKTP

Penanggulangan Stroke
Asep Zaenal Mustofa, S.K.M., M.Epid., Direktur ADINKES Training Center, saat menyampaikan laporan penyelenggaraan TOT Penanggulangan Stroke bagi Dokter dan Perawat di FKTP.

MajmusSunda News – Bekasi, Minggu (25/10/2026) – Adinkes Training Center bekerja sama dengan Direktorat PTM, Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), mengadakan Training of Trainer (TOT) Penanggulangan Stroke bagi Dokter dan Perawat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) selama tujuh hari, mulai tanggal 18 sampai dengan 24 Oktober 2026, bertempat di Hotel Fairfield by Marriott Bekasi, Jl. Ahmad Yani No. 1, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Pelatihan dibuka langsung oleh Direktur Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid.

Penanggulangan Stroke
Dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., Direktur Penyakit Tidak Menular (PTM), Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit, Kementerian Kesehatan RI, saat membuka secara resmi TOT Penanggulangan Stroke bagi Dokter dan Perawat di FKTP.

Direktur Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., memberikan pesan kepada seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. Pelatihan secara luring ini patut disyukuri karena sudah lama dokter dan perawat yang bekerja dalam penanggulangan stroke tidak mendapatkan peningkatan ilmu secara luring. “Berkat bantuan Project Strengthening of Primary Healthcare in Indonesia (SOPHI) Tahun 2026, pelatihan ini dapat terselenggara,” ujar Nadia.

Pelatihan ini dilaksanakan mengingat bahwa dalam serangan stroke, setiap detik sangat berharga. Tanpa pasokan oksigen yang cukup, jutaan sel otak dapat mati hanya dalam hitungan menit. Sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP/Puskesmas) memegang peran penting dalam menentukan hidup dan mati pasien melalui deteksi dini, penanganan awal, stabilisasi, hingga rujukan cepat. Memperkuat kapasitas tenaga kesehatan (nakes) di tingkat primer bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk memperbesar peluang keselamatan pasien.

Penanggulangan Stroke
Dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., mengalungkan tanda peserta TOT Penanggulangan Stroke bagi Dokter dan Perawat di FKTP.

Atas dasar itulah dilaksanakan Pelatihan TOT Teknis Penanggulangan Stroke bagi Dokter dan Perawat di FKTP ini.

Penyelenggaraan TOT Penanggulangan Stroke bagi Dokter dan Perawat di FKTP ini merupakan bukti nyata akselerasi kapasitas garda terdepan kesehatan nasional. Keberhasilan sejati dari pelatihan ini bukan sekadar raihan kelulusan 100%, melainkan eksekusi nyata para alumni dalam mentransfer ilmu serta menangani pasien kedaruratan stroke di daerahnya masing-masing.

Penanggulangan Stroke
Dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., berpose bersama Direktur ADINKES Training Center, peserta dan pengendali pelatihan TOT Penanggulangan Stroke bagi Dokter dan Perawat di FKTP, serta dr. Lusy, Ketua Tim Kerja Gangguan Otak dan Kardiovaskular (Gokar), Direktorat PTM Kemenkes.

Asep Zaenal Mustofa, S.K.M., M.Epid., menyampaikan bahwa Training of Trainers (TOT) telah dilaksanakan dengan baik dan lancar. Secara umum, peserta telah memiliki kompetensi teknis dalam penanggulangan stroke serta kemampuan untuk menyampaikan kembali pengetahuan dan keterampilan tersebut kepada tenaga kesehatan lainnya di wilayah kerja masing-masing sebagai trainer atau pelatih.

Dari hasil evaluasi pelatihan penanggulangan stroke ini, peserta telah mampu: 1) meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai stroke, faktor risiko, tanda dan gejala, serta prinsip penanganan awal; 2) meningkatkan keterampilan dokter dan perawat dalam melakukan pengenalan dini, penilaian awal, stabilisasi, dan rujukan pasien stroke sesuai kompetensi dan prosedur yang berlaku; 3) meningkatkan kemampuan dalam menyampaikan materi, memfasilitasi pembelajaran, dan melakukan evaluasi pelatihan; 4) mempersiapkan diri menjadi tenaga pelatih yang mampu mendukung peningkatan kompetensi dokter dan perawat di FKTP secara berkelanjutan; dan 5) mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan penguatan sistem penanggulangan stroke di tingkat pelayanan kesehatan primer.

Dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., berfoto bersama seluruh panitia dan peserta TOT Penanggulangan Stroke bagi Dokter dan Perawat di FKTP.

Pelatihan dilaksanakan dengan metode pembelajaran yang menggabungkan penyampaian materi, diskusi interaktif, studi kasus, demonstrasi, praktik keterampilan, serta evaluasi pembelajaran sesuai dengan kurikulum dan rancangan pelatihan. Materi dan praktik dilaksanakan dengan pendampingan narasumber serta fasilitator yang kompeten di bidangnya. “Kami melihat seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, berpartisipasi dalam praktik, serta menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran. Pencapaian hasil tersebut akan dinilai berdasarkan pelaksanaan proses pembelajaran, evaluasi peserta, penilaian keterampilan, serta ketentuan kelulusan yang berlaku dalam program pelatihan,” ujar Asep.

Pelatihan yang diselenggarakan secara terpadu melalui LMS Kemenkes RI ini diikuti oleh 60 orang peserta, terdiri atas 30 dokter, 28 perawat, dan 2 pengelola program. Seluruh peserta (100%) dinyatakan lulus.

Data evaluasi pembelajaran mencatat peningkatan nilai yang signifikan dari pre-test ke post-test:

  • Angkatan 3: Nilai pre-test rata-rata 64,44 (terendah 36,67; tertinggi 90) meningkat pada post-test dengan rata-rata 84,78 (terendah 80; tertinggi 100).
  • Angkatan 4: Nilai pre-test rata-rata 61,20 (terendah 23,33; tertinggi 93,33) meningkat tajam pada post-test dengan rata-rata 85,85 (terendah 80; tertinggi 100).
Direktur ADINKES Training Center berfoto bersama widyaiswara/penguji microteaching TOT Penanggulangan Stroke bagi Dokter dan Perawat di FKTP.

Melihat nilai awal terendah yang berada di angka 23,33, terungkap adanya kesenjangan pemahaman dasar yang cukup mendalam pada tahap awal terkait protokol kedaruratan stroke. Keberhasilan menaikkan batas nilai minimal peserta menjadi 80 saat post-test merupakan pencapaian luar biasa.

Keberhasilan ini dicapai berkat metode pembelajaran komprehensif yang menggabungkan penyampaian materi, diskusi interaktif, studi kasus, demonstrasi, praktik keterampilan, serta evaluasi pembelajaran.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi peserta, laporan resmi turut mengumumkan para peserta berprestasi dari masing-masing kelas, yakni:

Angkatan 3: Peserta terbaik adalah dr. Budi Ariwibowo, dr. Ezra Febriani Hutasoit, dan Rita Sulistiana, S.Krp., M.M.; peserta teraktif adalah dr. Erliana, M.Kes.; dan peserta terfavorit adalah dr. Indah Permatasari.

Angkatan 4: Peserta terbaik adalah Ns. Silvi Jeni Media Putri, S.Kep., dr. Kiky Febriani, dan dr. Hety Kharnilasary; peserta teraktif adalah Heru Saprudin, S.K.M.; dan peserta terfavorit adalah dr. Ferdy Moreza.

Peserta Pelatihan

Pelatihan diikuti oleh 60 orang dari 13 provinsi, 37 kabupaten/kota, 32 puskesmas, dan 4 balai kesehatan masyarakat, yang dilatih dalam 2 kelas/angkatan.

Angkatan 3 sebanyak 30 orang peserta berasal dari DKI Jakarta (12), Banten (6), Kepulauan Riau (5), Kalimantan Tengah (3), Aceh (2), dan Gorontalo (2).

Angkatan 4 sebanyak 30 orang peserta berasal dari Jawa Tengah (11), Sumatera Barat (6), NTB (5), Kalimantan Timur (3), Sulawesi Barat (2), Papua (2), dan Papua Tengah (1).

Ketua ADINKES Training Center menyampaikan laporan penyelenggaraan pelatihan pada acara penutupan TOT Penanggulangan Stroke bagi Dokter dan Perawat di FKTP.

Para alumni TOT ini tidak hanya dibekali untuk pelayanan klinis pribadi. Mereka dipersiapkan menjadi pelatih (master trainer) yang siap menciptakan efek berganda (multiplier effect) dengan melatih kembali dokter dan perawat di wilayah kerjanya masing-masing. Penempatan pelatih di daerah terpencil dan wilayah Indonesia Timur, seperti Papua, Papua Tengah, NTB, dan Sulawesi Barat, yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap dokter spesialis, menjadikan puskesmas sebagai lini pertama yang tangguh dalam penanganan awal stroke.

Selain kesiapan teknis klinis dan jangkauan wilayah yang luas, era pelayanan kesehatan modern juga menuntut para nakes untuk adaptif terhadap efisiensi kerja digital.

Berfoto bersama usai penyerahan piagam dan hadiah kepada peserta terbaik, teraktif, dan terfavorit pada TOT Penanggulangan Stroke bagi Dokter dan Perawat di FKTP.

Asep mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan, narasumber, fasilitator, peserta, dan semua pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan ini. “Jika dalam pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan, kami selaku panitia memohon maaf dan akan menjadikannya sebagai bahan perbaikan untuk penyelenggaraan pelatihan berikutnya,” ujar Asep.

Ketua Tim Kerja Gangguan Otak dan Kardiovaskular, Dit. PTM, dr. Lusy Levina, yang menutup pelatihan ini, mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan. “Terima kasih banyak atas kerja sama dan kerja kerasnya. Alhamdulillah, kegiatan TOT ini telah terselenggara dengan baik. Setiap kendala yang muncul pada saat pelaksanaan dapat terselesaikan dengan baik dan diakhiri dengan penutupan yang keren. Sekali lagi, terima kasih, tim yang hebat,” ujar Lusy.

Dr. Lusy Levina menyampaikan sambutan pada acara penutupan TOT Penanggulangan Stroke bagi Dokter dan Perawat di FKTP.

Sebagaimana diketahui, pelatihan ini terselenggara berkat kerja sama semua pihak, baik dari Direktorat PTM, SOPHI selaku donor yang membiayai pelatihan ini, maupun organisasi profesi yang menjadi pelatih, seperti Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (Perdosni), Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (Perdosri), serta widyaiswara/pelatih dari ADINKES Training Center.

Judul: Adinkes Training Center Bekerja Sama dengan Direktorat PTM Kemenkes Mengadakan Training of Trainer (TOT) Penanggulangan Stroke bagi Dokter dan Perawat di FKTP
Penulis: Asep Zaenal Mustofa
Editor: Parkah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *