Dari Masjid kita harus bangkit menjadi Ummat Manusia yang punya Integritas dan Berkeadaban, terpadu dengan landasan Iman – Islam – Ikhsan.
MASJID adalah potongan Bumi yang paling MULIA, merupakan Kesejukan Mata dan Hati bagi Insan yang beriman.
Tidak bisa kita pungkiri Keagungannya, bahwa Masjid merupakan Rumah ALLOOH.SWT., yang merupakan tempat Terbaik di Alam Semesta ini, dan merupakan Pasar Pahala yang bertabur banyak Keutamaan.
Semoga kita semua, termasuk Insani Muslim yang memiliki Iman yang Kokoh, Islam yang sempurna selaras ketentuan, juga Ikhsan yang mampu menghiasi diri dengan Ahlakulkarimah dalam godaan kehidupan, di mana IMAN itu yakni Percaya pada ALLOOH.SWT., percaya pada para Malaikat, percaya bakal bertemu dengan ALLOOH.SWT., percaya pada Utusan-Utusan ALLOOH.SWT., percaya pada kitab-kitab ALLOOH., percaya pada hari Akhir, dan percaya pada Takdir ALLOOH.
Islam, yakni Ibadah pada ALLOOH.SWT., Tuhan Semesta Alam, dengan tidak mensekutukanNYA maupun Midua Hate, mendirikan Sholat, mengeluarkan Zakat yang diwajibkan, melakukan Puasa bulan Romadhon, dan Ibadah Haji ke Baitulloh Mekah. Sedangkan Ikhsan, segeralah Ibadah pada ALLOOH.SWT. seakan-akan kita berhadapan denganNYA. Kalau kita “tidak mampu” melihatNYA, kita harus Sadar bahwa setiap gerak langkah kita selalu ada dalam pengawasan ALLOOH.SWT.
Masjid sering juga disebut Baitulloh (Rumah ALLOOH), yaitu Sarana Bangunan yang didirikan sebagai Sarana Mengabdi kepada ALLOOH.SWT., maka hakikat Masjid adalah tunduk dan patuh serta tempat melakukan segala Aktivitas yang mengandung Kepatuhan kepada ALLOOH semata-mata.
Masjid merupakan tempat pembinaan dan penggemblengan kaum Muslimin, sebagai tempat menyatukan langkah, Visi, Missi kaum Muslimin (kandungan Shalat Berjamaah), serta pangkal tempat Muslim bertolak untuk mengembalikan kejayaan maupun membangun kembali Peradaban Islam.
Akan tetapi, saat ini kebanyakan Masjid belum difungsikan secara optimal untuk menunjang pelbagai aktivitas kaum Muslimin. Untuk itulah, masa sekarang sangat dibutuhkan Kemampuan dan Kompetensi para Pengelola dan Pembina Masjid dalam menghubungkan kondisi Sosial dan Kebutuhan masyarakat dengan uraian program Masjid yang Bersifat APLIKATIF, seperti halnya:
1. Sebagai Tempat Aktivitas Ibadah dan Pelayanan Ummat
a. Shalat berjamaah dan Shalat Jum’at.
b. Manajemen Ziswaf.
c. Santunan Anak yatim.
d. Pengurusan Jenazah.
2. Sebagai Tempat Menuntut Ilmu
a. Majelis Taqlim.
b. Kajian keIslaman.
c. Diskusi.
d. Seminar, dll.
e. Pengajian Anak-Anak Bangsa.
3. Tempat Pembinaan Jamaah
a. Training Imam dan Khatieb.
b. Training Entrepreneurship Islam.
c. Training Ekonomi Syariah.
d. Training Manajemen Keluarga.
4. Pusat Daqwah dan Budaya Islam
a. Optimalkan peran dan fungsi Amar Ma’ruf Nahyil Munkar.
b. Koordinasikan acara hari-hari Besar Islam.
c. Sosialisasi Sejarah dan Budayaan Islam.
5. Tempat Membangun Kekuatan Ummat dan Visi, Missi Terpadu
a. Kokohkan Ukhuwah Islamiyah.
b. Singkirkan benih-benih perpecahan.
c. Samakan persepsi Daqwah Islam.
d. Bangun DKM yang kuat dan Handal.
e. Bangun Networking antar-Masjid, tanpa merendahkan atau menggunggulkan yang lain.
6. Sebagai Basis TOHAGANYA Ummat Islam
a. Bangun kemandirian Ekonomi Masjid.
b. Pusat komunikasi, motivasi, Inspirasi utk Kebangkitan Kesadaran Ummat dalam pelbagai Bidang.
c. Pusat pemahaman Isi Al-Qur’an dan Hadist, dengan Aplikasi Kehidupan, Tatakrama, Adab Sosial, dll.
Phenomena yang dihadapi, di antaranya: perbedaan faham, madzhab Golongan, konflik kepentingan, lemahnya kemauan pemahaman dan kesadaran Ummat Islam.
Juga kelemahan SDM/Sumberdaya Insani, serta Pengurus Masjid (DKM/Taqmir Masjid), belum menjadi Prioritas dan hanya dinamika Rutinitas (yang penting namanya tercantum sbg Pengurus, untuk Status Sosial).
Banyak yang belum memahami makna pengertian MASJID, berasal dari akar kata Sajada – Yasjudu – Sujudan, yang berarti patuh, taat, serta tunduk dengan penuh hormat dan Taqdzim. Makna Sujud secara Syari adalah meletakkan Dahi, kedua tangan, lutut, dan ujung jari kaki ke Bumi. Itulah sebabnya mengapa bangunan yang dikhususkan untuk melaksanakan SHOLAT dinamakan MASJID, yang artinya Tempat Bersujud. Maka kata Masjid diulang dalam AL-QUR’AN sebanyak 28 (duapuluh delapan) kali.
***
Judul: Peningkatan Kemampuan Pengelolaan Masjid – Peran & Fungsi Masjid
Penulis: Ernawan S Koesoemaatmadja
Editor: Raka Alvaro Triputra












