MajmusSunda News, Jum’at (28/08/2026) – Artikel Berjudul “Pola Disiplin & Emotional Intelligence dalam Tumbuh Kembang Anak – Amat Sangat Dibutuhkan” ini ditulis Oleh : Ernawan S Koesoemaatmadja/Pensiunan Guru Toge. Penulis merupakan Pinisepuh Pamangku Sunda/ Majelis Musyawarah Sunda, di dunia Industri (Textile,Bank, Perkebunan) pernah menjadi GM.Finance, GM.HRD, dan Direktur HRD di Rumah Sakit. Di dunia Pendidikan pernah menjadi Wakil Rektor bid.Kemahasiswaan &Alumni, Wakil Rektor bid.Sumberdaya dan Legal.
Minggu lalu, selama 4 ( empat ) hari saya menyaksikan pertandingan Bola Basket Kelompok umur 8-10- 12 tahun, di GOR Pajajaran yang diadakan oleh PERBASI Kota Bandung, PERBASI CUP 2026. Saya semangat menonton tanding Basket, karena hobby saya sejak SMP, SMA dan Mahasiswa adalah Basket Ball, terlebih sekarang yang saya tonton sedang bertanding, adalah Cucu saya sendiri, KHRESNA BINEKAS SOERIAATMADJA, anak kelas 6 ( enam ) Sekolah Dasar.
Dalam pertandingan tersebut, Cucu saya dan teamnya, berjibaku menunjukkan mental Bushido berdasarkan arahan arahan Pelatih / Coachnya yang terampil, terlihat anak anak tersebut berjuang dengan pengendalian diri, semangat dan ketekunan, kemampuan memotivasi diri, emphati dan kecakapan sosial, bertumpuk pada hubungan antara perasaan, attitude, watak dan naluri moral/ Akhlak calon Champion.
Dalam perjuangan team, anak anak terlihat memiliki hubungan yang dekat dan hangat, *disiplin diri*, *Altruisme* tidak ingin kemaruk, memasukkan Bola sendirian supaya terpuji, tapi tetap berbagi. Pelatih dalam mendidik dan mengajar pelbagai teknik, akan menghantarkan anak didiknya *kemampuan untuk mengenali perasaan dirinya sendiri*, dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri, dan dalam hubungan dengan orang lain.
Disitulah mereka diasah *Kecerdasan Emosionalnya*( Emotional Intelligence / Emotional Quotient ) yang akan bermuara pada *kemampuan* merasakan, memahami dan secara efektif menerapkan daya dan kepekaan emosi, sebagai sumber energy, informasi, koneksi dan pengaruh yang manusiawi, dan *semoga* terbawa sampai mereka menjadi dewasa, dan matang lahir bathin.
Saat bertanding dicurangi baik oleh lawan maupun oleh Wasit/ juri, wajarlah timbul emosi dan *Marah*, tapi ingatlah *Marah itu mudah*, siapapun bisa marah, tetapi merupakan ketrampilan langka untuk marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar , dan dengan cara yang baik.
*Kecerdasan Emosional* akan sangat berpengaruh dan terikat erat untuk melatih *pola DISIPLIN* pada anak anak, yang harus dibawa, diterapkan dan aplikasi saat nanti mereka Dewasa, dan mengarungi langkah langkah hidup dan Kehidupan *( Hirup jeung Huripna )*, yakni :
1.Disiplin terhadap *Waktu*.
2.Disiplin terhadap *Target*.
3.Disiplin terhadap *Prioritas*.
4.Disiplin terhadap *Prosedur dan Aturan*.
5.Disiplin terhadap *Hasil / Mutu Kerja*.
Kesemuanya berkristal pada landasan kecakapan Emosi, yang terbagi dalam : *Kecakapan Pribadi ( Intra personal Skill)*, yakni .Kesadaran diri, Pengaturan diri, dan Motivasi. Berikutnya adalah *Kecakapan Sosial ( Interpersonal Skill )*, yaitu. Empaty, keterampilan sosial serta *Ketrampilan Emosional*.
Itu akan kelihatan hasilnya, pada rencana dan program Kualitas ( Mutu ) yang dirancang oleh Coach dan Pelatih, terkait rencana Mutu atau Quality anak didik, diantaranya :
.Quality Product / Kualitas produk.
.Quality Process / Kualitas Proses.
.Quality People / Kualitas anak yang dididik latih.
.Quality Decision _ Kualitas Kebijakan program.
.Quality Environment / Kualitas Kesehatan – lingkungan.
.Quality Information / Kualitas Informasi dan Komunikasi.
*Sehingga* akan kelihatan diantara anak saat latihan dan dilatih, serta saat bertanding, yakni : *Kecerdasan antar pribadi*, diantaranya kemampuan mengorganisir teman2nya dalam team, merundingkan pemecahan, hubungan pribadi, kepekaan sosial. *Juga jenis temperamen*: penakut, pemberani, periang, pemurung. Terakhir terkait dengan Kecerdasan Emosional dan Disiplin yang diterapkan, tetap jangan lupa pada pepatah *ORANDUM EST UT SIT – MEN SANA IN CORPORE SANO*. ( Kita memohon kepada ALLOOH.SWT. Tuhan Yang Maha Esa, Supaya kita diberi Badan yang Sehat dan Jiwa yang Kuat.)
=====00000=====
***
Judul: Pola Disiplin & Emotional Intelligence dalam Tumbuh Kembang Anak – Amat Sangat Dibutuhkan
Penulis: Ernawan S Koesoemaatmadja
Editor: Raka Alvaro Triputra












