Pitaloka dan DPRD Jabar Bahas Penguatan Program Pemberdayaan Perempuan

Audiensi dengan Ummi Oded Dorong Sinergi di Bidang UMKM, Parenting, dan Sosial

Pitaloka dan DPRD Jabar

MajmusSunda News – Bandung, Senin (10/08/2026) – Pitaloka terus memperluas jejaring dan membuka peluang sinergi dengan berbagai pihak dalam menjalankan program pemberdayaan perempuan. Hal tersebut mengemuka dalam audiensi Pengurus Pusat Pitaloka dengan Siti Muntamah Oded, atau yang akrab disapa Ummi Oded, Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Jumat (7/8/2026).

Pertemuan berlangsung pukul 11.00 WIB di ruang Komisi V Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Bandung. Audiensi dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat Pitaloka, Dr. Hj. Euis Purnama, bersama delapan pengurus inti.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Euis Purnama memperkenalkan jajaran pengurus sekaligus memaparkan sejarah dan perkembangan Pitaloka, makna lambang organisasi, struktur organisasi, serta berbagai program kerja yang telah dan akan dilaksanakan.

“Pitaloka memiliki delapan bidang, di antaranya organisasi dan kaderisasi, politik, hukum dan HAM, serta bidang lainnya,” ujar Hj. Euis.

Dijelaskannya, Pitaloka memiliki jaringan organisasi di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat yang terdiri atas distrik, rayon, dan subrayon. Selain itu, Pitaloka juga memiliki perwakilan di sejumlah daerah di luar Jawa Barat, seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, Bali, dan Kepulauan Riau.

Selama tiga tahun terakhir, Pitaloka telah melaksanakan sejumlah kegiatan, di antaranya Seminar Kepemimpinan Perempuan Siliwangi, kaderisasi berjenjang, pelatihan kewirausahaan mandiri, seminar empat pilar kebangsaan, serta membuka ruang konsultasi hukum.

Pitaloka juga tengah mempersiapkan sejumlah program baru. Dalam waktu dekat, organisasi tersebut akan meluncurkan senam yang diciptakan oleh pengurus Pitaloka. Program lainnya berupa pendidikan dan pelatihan digital marketing yang ditujukan terutama bagi anggota yang memiliki UMKM.

Menurut Ketua Umum PP Pitaloka, pengembangan kemampuan digital menjadi penting agar pelaku UMKM di lingkungan Pitaloka mampu memperluas pemasaran dan meningkatkan daya saing usahanya.

Keterbatasan dukungan anggaran pemerintah juga mendorong Pitaloka untuk membangun kemitraan dengan berbagai pihak. Organisasi menggandeng kalangan profesional dan politisi yang memiliki kesamaan visi maupun program untuk bersama-sama mendorong kemajuan dan pemberdayaan perempuan.

Menanggapi pemaparan tersebut, Ummi Oded mengapresiasi Pitaloka yang dinilainya tetap aktif menjalankan berbagai kegiatan dengan penuh keikhlasan.

Ia juga menyampaikan bahwa kebijakan efisiensi anggaran saat ini berlangsung di berbagai lini, termasuk di lingkungan legislatif. Karena itu, menurutnya, organisasi masyarakat perlu mengembangkan program yang kreatif dan dapat dijalankan dengan memanfaatkan potensi yang tersedia.

Sejumlah gagasan pun disampaikan Ummi Oded kepada Pitaloka untuk dikembangkan. Di antaranya ruang bercerita yang dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk berbagi pengalaman sekaligus membantu proses penyembuhan luka batin. Pitaloka juga dinilai dapat mengembangkan edukasi parenting agar orang tua semakin memahami pola pengasuhan dan pendidikan anak.

Selain itu, kegiatan edukasi dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan Posyandu. Menurut Ummi Oded, masih banyak kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa harus menunggu tersedianya anggaran.

Ia juga mendorong Pitaloka melihat potensi pengelolaan sampah sebagai salah satu program pemberdayaan masyarakat. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi.

Untuk memperkuat rencana kerja organisasi, Ummi Oded meminta Pitaloka menyusun program secara terarah dalam tiga tahapan, yakni program jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Program tersebut diharapkan dapat disampaikan kepadanya untuk selanjutnya melihat peluang sinergi dan tindak lanjut.

Audiensi tersebut menjadi langkah awal Pitaloka dalam memperkuat jejaring sekaligus membuka ruang kolaborasi untuk menghadirkan program yang lebih luas dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya perempuan.

Menutup pertemuan, Ummi Oded menyampaikan pesan optimistis kepada jajaran Pengurus Pusat Pitaloka, “Solusi datang tepat pada waktunya.”

Judul: Pitaloka dan DPRD Jabar Bahas Penguatan Program Pemberdayaan Perempuan
Jurnalis: RA
Editor: Parkah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *