MajmusSunda News – Bandung, Selasa (14/07/2026) – Asia Africa Festival 2026 menjadi momentum ketika perayaan tidak lagi sekadar mengenang sejarah, tetapi juga melahirkan kolaborasi untuk membangun masa depan bersama.
Setelah Opening Ceremony Asia Africa Festival 2026, percakapan tidak berhenti. Justru di sanalah sebuah babak baru dimulai.
Bersama Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, ASCODI Lab menyelenggarakan Asia–Africa Inclusive Nexus Strategic Dialogue yang pertama, mempertemukan perwakilan pemerintah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, peneliti, praktisi pembangunan, pemuda, dan komunitas dalam sebuah dialog yang terbuka, jujur, dan konstruktif dengan menerapkan Chatham House Rule.
Bagi saya, dialog ini juga menjadi tonggak penting dengan semakin eratnya kolaborasi antara ASCODI Lab dan Kementerian Lingkungan Hidup. Melanjutkan diskusi strategis yang sebelumnya kami lakukan di Jakarta, pertemuan kedua ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat perumusan kebijakan berbasis bukti (evidence-informed policymaking), mengembangkan systems thinking, serta mendorong pendekatan kolaboratif dalam menjawab tantangan perubahan iklim, keberlanjutan lingkungan, dan pembangunan yang inklusif.
Satu pesan semakin menguat sepanjang dialog tersebut: tantangan yang kita hadapi saat ini saling terhubung. Krisis iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, inklusi penyandang disabilitas, masyarakat lanjut usia, ketahanan perkotaan, transformasi teknologi, hingga pembangunan berkelanjutan tidak lagi dapat diselesaikan melalui pendekatan yang terfragmentasi. Jika tantangan kita saling terhubung, maka respons kita pun harus saling terhubung.
Saya juga sangat mengapresiasi keterbukaan Menteri Lingkungan Hidup, Moh. Jumhur Hidayat, dalam menyimak berbagai perspektif serta mengajak semua pihak membangun solusi bersama, termasuk melalui gagasan tentang solution regime, sebuah pendekatan yang berupaya mempertemukan perlindungan lingkungan dengan kebutuhan pembangunan secara lebih praktis dan konstruktif.
Menurut saya, ini merupakan langkah penting untuk bergeser dari perdebatan tentang kepentingan yang saling bertentangan menuju penciptaan solusi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, inklusif secara sosial, dan layak secara ekonomi.
Refleksi yang lebih lengkap saya tuangkan dalam ASCODI Brief No. 004: From Celebration to Collaboration: The Inaugural Asia–Africa Inclusive Nexus Strategic Dialogue, https://tinyurl.com/55dywrmh.
Festival merayakan sejarah yang kita warisi bersama. Dialog menantang kita untuk membangun masa depan yang kita ciptakan bersama.
Dan saya yakin, perjalanan itu telah dimulai.

Judul: Asia Africa Festival 2026: Ketika Perayaan Menjadi Kolaborasi, Babak Baru Semangat Bandung
Penulis: Farhan Helmy, President DILANS Indonesia
Editor: Parkah












